oleh

Sosialisasi Pendataan Keluarga Desa Kuala Beringin

-DAERAH-2 views

LABUHANBATU, sln70-news.com – Indonesia sedang menghadapi masalah serius tentang stunting, karena sudah mempengaruhi kondisi pada anak yang ditandai dengan pertumbuhan postur badan, jika dibandingkan dengan umurnya.

Kondisi ini dialami oleh anak yang masih di bawah usia 2 tahun dan harus segera ditangani dengan segera dan tepat.

Provinsi Sumatera Utara (Provsu) melakukan sosialisasi Pendataan keluarga untuk mengedukasi masyarakat tentang stunting.

Kegiatan ini dilaksakan di Desa Kuala Beringin, Kabupaten Labuhanbatu Utara beberapa waktu lalu, dengan dihadiri perwakilan dari BKKBN Provsu, Dra. Rabiatun Adawiyah, MPHR.

Ia memberikan edukasi tentang penyebab stunting. Berbagai faktor penyebabnya misalnya asupan gizi yang buruk, berkali-kali terserang penyakit infeksi, bayi lahir prematur, serta berat badan lahir rendah (BBLR).

“Kondisi tidak tercukupinya asupan gizi anak ini, biasanya tidak hanya terjadi setelah dilahirkan tapi bisa sejak masih di dalam kandungan,” ucapnya.

Masalah ini juga menjadi perhatian khusus dari DR. SALEH PARTAONAN DAULAY, M.Ag, M.Hum, MA, anggota Komisi IX DPR RI sebagai mitra kerja BKKBN.

Kehadirannya pada sosialisasi tersebut, agar target penurunan angka stunting hingga 14% di tahun 2024 dapat tercapai. “Sosialisasi ini dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia dan setiap tahun dilakukan pembaharuan data,” ucapnya.

Sumatera Utara baru mencapai angka 68,93% dari target (posisi 11 nasional) dan Pakpak Bharat menjadi satu-satunya kabupaten yang selesai mendata 100% target keluarganya di tanggal 31 Mei 2021.(Adlan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed