oleh

Pasca Kericuhan di Madina, Polisi Selidiki Tuntutan Warga

-Sumut-0 views
Foto: hrs/sln70-news.com

MEDAN, sln70-news.com – Polres Madina melakukan penyelidikan terhadap tuntutan warga, pasca kericuhan yang dilatarbelakangi kepemimpinan Kepala Desa Mompang Julu, Kec Panyabungan Utara, Kab Mandailing Natal (Madina), Hendri Hasibuan.

Warga menduga, jika selama kepemimpinan Hendri menjabat kepala desa banyak terjadi penyelewengan. Mereka pun meminta dilakukan peyelidikan terhadap penyaluran dana desa tahun 2018-2020. Tak hanya itu, warga menilai penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga terdampak Covid-19 tidak transparan.

BACA JUGA:  Jumlah Warga Kota Medan Positif Terinfeksi Covid-19 Terus Meningkat

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, mengatakan, jika tuntutan warga itu tengah diselidiki¬† Polres Madina. “Terkait dugaan (penyelewengan) BLT akan di selidiki,” ungkap Tatan, Selasa (30/6/2020).

Sebelumnya, kekecewaan warga itu mendesak Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution memecat Hendri Hasibuan sebagai Kades Desa Mompang Julu. Juga mendesak pihak kepolisian mengusut dugaan penyelewengan dana desa selama Hendri menjabat.

Puncak kekecewaan massa ini berujung pada pemblokiran akses jalinsum yang menghubungkan Sumut – Sumbar. Hingga pembakaran terhadap sejumlah mobil, termasuk mobil dinas Wakapolres Madina. Akibat aksi ini, 6 personel kepolisian terluka.

BACA JUGA:  Polisi Akan Tindak Lanjuti Laporan Tewasnya Dua Tahanan Polsek Sunggal

Pasca kericuhan warga Desa Mompang Julu, Kec Panyabungan Utara, Kab Madina itu, situasi sudah kembali normal. Puing-puing sisa pembakaran juga bangkai mobil yang turut dibakar telah dievakuasi dari jalan. “Situasi sudah kondusif. Arus lalin Subuh tadi sudah bisa dilalui,” jelas Tatan. (hrs)