MEDAN, sln70-news.com – Tak punya modal, tapi berani berkencan dengan model via Instagram (IG) di OS Residence Jl. Brigjen Katamso, Kel Sei Mati, Kec Medan Maimon. David (31), Warga Jl. Brigjen Katamso, Medan nyaris babak belur dihajar puluhan warga di sekitar lokasi karena diteriaki maling, Jumat (23/7/2021) sekitar pukul 15.53 WIB.
Selidik punya selidik, David diteriaki maling karena tidak mau membayar seusai berhubungan badan, bahkan melarikan diri. Karena tidak mau membayar, teman kencan David yang berasal dari Medan bernama, Sasa, langsung berteriak maling. Teriakan itu mengundang perhatian temannya yang sedang menunggu di lobi.
David pun dikejar dan sempat terjadi tarik menarik antara Sasa dan David hingga berhasil keluar dari dalam hotel. David yang panik dikejar warga sekampung, berteriak minta tolong kepada pengendara saat berada di SPBU Singapore Station
karena mau di massa warga.
Lantaran tak ada yang membantunya, David yang berlari sambil menenteng sandal kulitnya memilih kembali ke OS Residence. Aksi pelarian singkatnya pun berakhir, setelah dia berhasil masuk ke dalam kamar 203 yang sudah dibokingnya di lantai II. Warga juga ikut masuk ke dalam hotel, namun tak berhasil menangkapnya.
Kebetulan ada Petugas kepolisian dari Sat Sabhara Polretabes Medan yang sedang melintas, berusaha untuk membubarkan kerumunan warga. Namun dilihatnya, Sasa yang ikut mengejar David sudah kelelahan dan tergeletak dilantai hotel, persisnya dibawah tangga.Petugas pun mencoba menenangkannya dan mencari tahu permasalahan yang terjadi.
Usut punya usut, ternyata pria tersebut bukanlah maling. Wanita itu mengejarnya lantaran si pria tak mau membayar jasanya. Perjanjian di awal mereka sepakat dengan harga Rp2 Juta sekali kencan, Sasa telah bekerjasama dengan mucikari untuk menyediakan layanan prostitusi online di OS Residence.
“Saya cancel karena nggak sesuai bookingan secara online, kesepakatannya tidak pakai mucikari, si bencong itu,” ucapnya kepada sln70-news.com ketika membukakan pintu kamarnya.
Dari pengakuan David, dia mengenal wanita pemilik akun @sasa_aqilla itu dari via Instagram yang berprofesi sebagai model melalui open BO (booking online). Tak berapa lama petugas dari Polsek Medan Kota tiba dilokasi, dan langsung memboyong ketiganya ke komando untuk dimintai keterangannya.
Sebelumnya, pria yang diduga mucikari menjelaSkan kepada petugaS kepoliSian, kalau permaSalahan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus ke kantor polisi. Asalkan si David mau membayar jasa wanita tersebut.
“Ini bisa kita selesaikan baik-baik, asal dia mau membayar uang jasanya,” ucap pria yang agak gemulai itu. (adlan)






