MEDAN, sln70-news.com – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan komitmennya menjadikan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai program prioritas Pemko Medan melalui penguatan digitalisasi dan pelatihan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Rico Waas saat membuka kegiatan Pelatihan UMKM Bangkit: Strategi Digital untuk Pemulihan UMKM Kota Medan yang digelar di Hotel Karibia Boutique, jalan Timor, Jumat (27/3/26). Kegiatan ini merupakan program kerjasama Pemko Medan dengan platform marketplace Lazada.
Menurut Rico Waas pelaku UMKM tidak cukup hanya memiliki produk, tetapi juga harus memahami strategi dari hulu ke hilir, mulai dari penentuan produk, target pasar, hingga teknik pemasaran yang tepat.
Rico Waas juga menyoroti perubahan perilaku masyarakat yang kini semakin bergantung pada platform digital. Karena itu, kehadiran marketplace seperti Lazada dinilai menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan pelaku UMKM.
“Sekarang ini orang bangun tidur sampai mau tidur lagi pegang gadget. Artinya, jualan harus masuk ke ruang itu. Digital marketing menjadi kunci,” jelas Rico Waas.
Lebih lanjut, Rico Waas menegaskan bahwa pelatihan seperti ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia meminta adanya tindak lanjut berupa inkubasi dan pendampingan bagi pelaku UMKM agar usahanya benar-benar berkembang dan berkelanjutan.
“Setelah pelatihan ini harus ada kelanjutannya. Kita siapkan inkubator, kita kurasi yang punya potensi, dan kita dorong sampai benar-benar naik kelas,” tegas Rico Waas
Sejumlah produk yang ditampilkan menunjukkan potensi besar UMKM Kota Medan, mulai dari olahan ikan teri dengan berbagai varian rasa, stik kentang produksi rumahan yang telah bertahan bertahun-tahun, bawang goreng original hingga keripik sambal dengan resep turun-temurun.
“Produk kita ini punya nilai dan cerita. Tinggal bagaimana kita kemas dan pasarkan dengan baik agar dikenal luas,” ujar Rico Waas.
Pelatihan UMKM Bangkit: Strategi Digital untuk Pemulihan UMKM Kota ini diikuti sebanyak 100 pelaku UMKM dari berbagai sektor. Dalam pertemuan tersebut para pelaku diberi pengetahuan terkait cara mempromosikan produk dengan memanfaatkan digitalisasi. (Adl)






