oleh

Ratusan Petani Simalingkar dan Petani Sei Mencirim Deliserdang Jalan Kaki ke Jakarta Temui Jokowi

SERDANG BEDAGAI, sln-news.com – Ratusan petani dari Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) jalan kaki ke Jakarta untuk menemui Presiden Jokowi mengadukan tanah mereka yang dirampas pihak PTPN2 menggunakan aparat kepolisian dan preman.

Padahal, tanah mereka masing-masing sudah berstatus sertifikat hal milik (SHM) dari BPN Deli Serdang. Saat melintas di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), para petani yang berasal dari Desa Simalingkar dan Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang tersebut difasilitasi Bupati Sergai Soekirman menginap di rumah dinas, sekaligus dijamu makan malam, Jumat (26/6/2020) malam.

Petani yang berjumlah 170 orang tersebut dikoordinir Aris Wiyono, yang menjadi pembina kedua kelompok tani. Menurut Aris, permasalahan ini telah dialami sejak era orde baru. Dimana masa booming minyak membuat pemerintah orde baru menginvestasikan keuntungan minyak menjadi perkebunan dengan membuka lahan lahan baru maupun lahan rakyat. Inilah menjadi awal dari perampasan tanah rakyat yang dilakukan oknum oknum orde baru dengan memanfaatkan tentara pada zaman itu untuk menjadikan wilayah perkebunan.

BACA JUGA:  Besok, Gerhana Matahari Cincin Akan Terjadi di Sumut

“Dengan segala upaya pemerintah orde baru melakukan perampasan atas tanah warga, dengan melakukan stigmatisasi PKI kepada warga yang bertahan dan tidak mau menyerahkan lahannya tanpa ganti rugi,” ujar Aris.

Aris Wiyono menyampaikan, pada Jumat siang ketika massa tiba di perbatasan Deli Serdang-Serdang Bedagai, tepatnya di Kecamatan Perbaungan, mereka disambut ramah pihak kepolisian.

“Selanjutnya kami berjalan hingga malam ke Sei Rampah dan disambut oleh salah satu staf Bupati H Soekirman dan diberi tumpangan menginap di rumah dinas bupati. Di gerbang kami diwajibkan memakai protokol kesehatan oleh staf gugus tugas, yakni cuci tangan, pakai masker dan diperiksa suhu tubuh kami,” ungkap Aris Wiyono.

BACA JUGA:  Jokowi: UU Cipta Kerja untuk Sediakan Lapangan Kerja

Selain itu, lanjut Aris, mereka juga diberikan makan malam, selain tumpangan untuk menginap dan mandi dan beristirahat. Untuk selanjutnya, pagi ini mereka akan melanjutkan perjalanan kaki menuju Tebing Tinggi.

“Kami berterima kasih atas respon yang baik dari pak Bupati H Soekirman. Setelah dilaporkan stafnya langsung membolehkan kami untuk menginap. Semogalah selanjutnya kami juga direspon dengan baik di wilayah lain yang kami lalui menuju ke Jakarta,” ungkap Aris Wiyono.

sumber: Medanbisnisdaily.com