Pesona Colorful Medan Pecahkan Rekor Dunia Permainan Kulcapi

MEDAN1 views

MEDAN, sln70-news.com – Malam hiburan rakyat bertajuk Pesona Colorful Medan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-436 Kota Medan, Sabtu (4/7/2026) malam.

Berbagai pertunjukan seni budaya, hiburan musik, bazar UMKM, hingga pemecahan rekor dunia menjadi daya tarik utama dalam perayaan tersebut.

Perhelatan ini diwarnai dengan pagelaran alat musik tradisional Karo, kulcapi, yang dimainkan secara serentak oleh 100 peserta. Penampilan yang didominasi remaja dan anak-anak itu sukses mengantarkan Pemko Medan meraih pengakuan Rekor Dunia dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori Pagelaran Kulcapi oleh Peserta Terbanyak di Dunia.

BACA JUGA:  Ny Kahiyang Ayu Serahkan PMT kepada 370 Lembaga PAUD

Senior Manajer Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI), Triyono, menjelaskan, usulan yang semula diajukan hanya untuk pencatatan rekor Indonesia, akhirnya ditetapkan sebagai rekor dunia setelah melalui proses verifikasi.

“Awalnya kegiatan ini diajukan agar dapat dicatat sebagai rekor Indonesia. Namun pada hari ini Museum Rekor-Dunia Indonesia tidak bisa mencatat kegiatan ini sebagai rekor Indonesia karena MURI akan mencatatnya sebagai rekor dunia,” ujarnya.

Atas pencapaian itu, MURI menganugerahkan Piagam Penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia Nomor 12790/R.MURI/VII/2026 kepada Pemerintah Kota Medan.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan, kemeriahan HUT Kota Medan harus menjadi momentum memperkuat rasa cinta terhadap kota sekaligus menjaga warisan budaya yang dimiliki.

BACA JUGA:  Pekan Bursa Tanaman Hias, Aulia Rachman: Lakukan Inovasi & Bangun Kolaborasi

“Jadi, cuma satu pesan yang paling penting dari saya, tetap cintai Kota Medan,” kata Rico Waas.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga fasilitas umum dan aset milik pemerintah yang dibangun dari pajak rakyat.

“Jangan pernah lelah untuk mencintai kota ini. Kalau ada yang sudah kita bangun, mari kita jaga bersama-sama. Jangan buang sampah sembarangan. Kalau ada aset kota, jangan ditendang-tendang nanti rusak. Ingat, itu dibangun dari pajak masyarakat dan untuk masyarakat juga,” pesannya. (Adl)