oleh

Internet Desa Merupakan Kebutuhan Vital dan Menjadi Prioritas

-EDUKASI-0 views
Nagori Totap Majawa, Kabupaten Simalungun
SIMALUNGUN, sln70-news – Masyarakat di beberapa desa Kabupaten Simalungun sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah terkait sarana jaringan seluler, mengingat letak geografisnya berada diantara perbukitan menjadi salah satu faktor keterlambatan pembangunan.
“Pemerintah desa sudah berusaha untuk mengajukan permohonan bantuan sarana jaringan seluler sejak tahun 2017,” kata Pangulu Totap Majawa, Kecamatan Tanah Jawa, Erlisah Sinaga, belum lama ini.
Untuk pemasangan  jaringan internet / wifi di kantor desa Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun tidak semudah seperti pemasangan di wilayah perkotaan, cukup dengan menggunakan sarana speedy.
Karena tidak terjangkaunya sarana Telkom, pembangunan yang dilakukan PT Komunikasi Karya Utama dan PT Tekan harus menggunakan antena repiter setinggi minimal 17 meter, bahkan mencapai 30 meter dengan jangkauan 100 meter.
“Semoga dengan program pemasangan jaringan internet/wifi ini bisa memudahkan masyarakat mengakses internet maupun memasang jaringan internet,” cetusnya.
Apalagi program internet desa merupakan kebutuhan vital dan sudah menjadi prioritas. “Dengan situasi saat ini, internet desa sangat membantu perangkat desa untuk membuat laporan terhadap masyarakat terdampak corona,” jelasnya.
Sedangkan Pangulu Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, Suyatno mengaku, program internet desa sangat dibutuhkan dan sudah dianggarkan. Namun belum seluruh kantor desa di kecamatan itu terpasang jaringan internet/ tower wifi.
“Memang sudah dianggarkan, dalam Dana Desa (DD) T.A 2020 tapi belum digunakan. Tidak ada masalah, dan kita (para pangulu, red) akan membahasnya kembali untuk melaksanakan pembangunannya,” cetus koordinator pangulu di Kecamatan Gunung Malela ini.
Sebelumnya, Kepala Dinas PMPN (Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori) Kab Simalungun, Drs Sarimuda AD Purba, MSi menilai, jaringan internet sudah menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat. Salah satunya untuk mengangkat potensi desa dan memperkenalkannya kepada masyarakat luas.
“Dengan memperbanyak internet hingga ke perdesaan ini, juga memungkinkan pemerataan ekonomi bisa lebih cepat terwujud,” ucapnya lagi.
Kemudian pemberdayaan ekonomi seperti pembentukan dan pengembangan Badan Usaha Milik Nagori (BUMNag), termasuk peningkatan kapasitas pengelolaannya, agar kedepan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
“Akses internet gratis harus diperbanyak hingga pelosok desa. Jadikan ruang publik yang ada di desa-desa sebagai hot-spot. Seperti di balai desa harus bisa dipasang wifi sehingga bisa menjadi pusat berkegiatan masyarakat dengan memanfaatkan internet,” cetusnya.
Terutama saat  wabah covid-19 ini, sangat dibutuhkan pembangunan  jaringan internet.Pemerintah memberlakukan kebijakan bekerja dan belajar dari rumah dengan memanfaatkan teknologi internet. Apalagi daerah itu memang jaringannya susah.
Pelaksanaan pengadaan internet desa tersebut dilaksanakan oleh para pangulu (Kepala Desa)  dibantu oleh tenaga pendamping profesional dan pihak ketiga, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (adl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed