oleh

Belajar Tatap Muka di Toba Ditutup, Kembali Daring/Luring

-EDUKASI-1 views
Istimewa

BALIGE, sln70-news.com – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Toba, dr Pontas Batubara menyampaikan bahwa belajar tatap muka yang baru 2 hari dimulai sekarang kembali ditutup karena kasus covid-19 di daerah itu meningkat dari 6 kasus menjadi 9 kasus.

“Terakhir untuk kasus covid-19 di Toba ada 4 warga Toba bekerja di Medan dan 5 warga Laguboti diantaranya ada 1 orang suspect,” ujar Kepala BPBD, dr Pontas Batubara, Senin (24/8/2020) di Balige.

Ia mengatakan dengan adanya peningkatan kasus covid-19 di Wilaya Toba tentu sangat berdampak pada kegiatan lain termasuk tata belajar tatap muka harus dikaji kembali.

“Ini dasarnya dan penyelamatan harus lebih dipentingkan apalagi proses belajar mengajar tatap baru dimulai terpaksa sementara harus ditutup,” sebutnya.

Kata dr Pontas Batubara mengamati semasa diberlakukan belajar secara tatap muka sangat disesali sebab tingkat kepedulian baik guru maupun warga dalam mencegah serangan covid-19 sangat tidak serius.

“Selama penerapan belajar tatap buka selama 2 hari itu, kami monitoring masa belajar tatap muka dan kami menemukan sikap kepedulian menjalankan protokol kesehatan masih belum maksimal tentu ini juga menjadi acuan,” katanya.

Disampaikan oleh dr Pontas Batubara untuk pesan mencegah penyebaran virus covid-19 yang saat ini masih meningkat tentu dikembalikan kepada kepedulian seluruh pihak tanpa terkecuali sehingga percepatan penanganan bisa terlaksana.

“Untuk siswa apa yang selama ini dirindukan untuk masuk sekolah sudah terjawab meskipun terpaksa harus ditutup kembali,” terangnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Toba, Parlinggoman Panjaitan membenarkan bahwa sistim pembelajaran tatap muka yang baru dimulai kini harus ditutup

kembali ke sistem daring dan luring.

“Proses belajar mengajar tatap muka saat ini kembali ditunda dan kembali ke sistem daring atau luring, “jawabnya.

Menurut Kadis Pendidikan, bahwa adanya penundaan proses belajar mengajar tatap muka adalah suatu keputusan yang lebih mementingkan pencegahan penyebaran virus covid-19 dan saat ini belum reda.

“Kami selalu koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan keputusan yang kami buat adalah sekolah kembali ke sistem cara belajar daring dan luring,” terangnya.

sumber: medanbisnisdaily.com