MEDAN, sln70-news.com – Pengerjaan revitalisasi lapangan Gajah Mada sudah mencapai 80%. Ditargetkan pengerjaan akan selesai sebelum Idul Fitri.
Sedangkan untuk finishing secara keseluruhan guna penyempurnaan akan selesai setelah Idul Fitri tahun ini. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan Pulungan Harahap saat di konfirmasi, Rabu (15/3) petang.
“Kita baru meninjau revitalisasi lapangan Gajah Mada tersebut bersama Bapak Wali Kota Medan Bobby Nasution kemarin, dari yang kita lihat kira-kira pengerjaannya sudah 75%-80% selesai. Mudah-mudahan pertengahan bulan puasa ini bisa selesai dan dapat digunakan masyarakat.”kata Pulungan Harahap.
Nantinya lapangan seluas 7.200m persegi yang terletak di jalan G. Karakatau. Kec. Medan Timur tersebut akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola, jogging track, panjat tebing, lapangan sepak takraw, taman bermain anak, cafe serta kantor pengelolaan.
“Jadi pak Wali Kota Medan Bobby Nasution ingin lapangan tersebut dapat digunakan oleh semua umur, sehingga tidak hanya fasilitas untuk olahraga prestasi saja yang kita sediakan. Selain itu kita juga menyediakan cafe untuk pelaku UMKM berjualan agar UMKM kita ini semakin berkembang dan naik kelas sesuai visi misi Wali Kota Medan Bobby Nasution.”jelas Pulungan Harahap sembari berpesan agar masyarakat yang ingin menggunakan fasilitas olahraga tersebut dapat menjaganya.
Pulungan Harahap pun berharap dengan selesainnya revitalisasi lapangan Gajah Madah ini dapat menjadi wadah berolahraga bagi masyarakat kota Medan khususnya yang berada di Medan bagian utara sehingga tidak perlu jauh-jauh lagi pergi ke lapangan Benteng ataupun ke lapangan Merdeka untuk berolahraga.
“Kita berharap masyarakat nantinya ramai mengunjungi lapangan ini untuk berolahraga.”harap Pulungan Harahap.(adl)
MEDAN, sln70-news.com – Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman membuka Focus Group Discussion (FGD) Dokumen Studi Kelayakan Proyek Revitalisasi Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) Jenis LED dan Smart Roadway System Monitoring di Balai Kota Medan, Kamis (9/3).
Kegiatan ini digelar dalam rangka mewujudkan Program Medan Terang. Dengan program ini diharapkan layanan penerangan jalan umum dapat mencakupi 100 persen di wilayah administratif Kota Medan.
Dalam FGD yang dihadiri Astu Gagono Kendarto dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Anton Tarigan (Kementerian Keuangan) dan Flonetta Adriana (PT Penjamin Infrastruktur Indonesia), Wiriya mengungkapkan, saat ini cakupan layanan penerangan jalan umum di Kota Medan yang memiliki luas sekitar 28.199 hektar adalah 76 persen.
Dari total keseluruhan cakupan tersebut, jelas Wiriya, telah terbangun dan beroperasi sebanyak 94.312 titik LPJU dengan rincian 20.963 titik diantaranya lampu LED. Guna mewujudkan Medan Terang 100 persen, paparnya, dibutuhkan sekitar 124.038 titik LPJU. Untuk memenuhi itu, jelas Wiriya, Pemko Medan akan melakukannya dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
“Melalui skema KPBU ini, kita berharap LPJU terpasang di seluruh wilayah administrasi Kota Medan. Apalagi saat ini ada sekitar 125.000 titik LPJU yang belum LED sehingga rekening listrik yang dibayarkan cukup tinggi. Pak Wali setuju, tapi sesuai arahan beliau agar tidak menggunakan proyek revitalisasi LPJU yang dilakukan nanti tidak menggunakan APBD Kota Medan,” kata Wiriya Alrahman.
Mantan Kepala Bappeda Kota Medan ini selanjutnya berharap, diskusi yang dimoderatori Kepala Bappeda Kota Medan Benny Iskandar dapat melakukan analisis terhadap aspek teknis, regulasi, keuangan, lingkungan, resiko, bentuk rekomendasi KPBU dan tindak lanjut dari proyek KPBU Alat Penerangan Jalan Kota Medan dapat berjalan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mewujudkan Kota Medan yang berkah, maju dan kondusif.
Sementara itu Rudianto dari PT Cakra Buana Proteksindo selaku pemrakarsa dalam FGD tersebut menyampaikan Pembahasan Kajian Feasibility Study (FS) Proyek KPBU Unsolicited Alat Penerangan Jalan Kota Medan. Dikatakannya, ruang lingkup proyek yang akan dilakukan mencakup pembangunan, pengoperasian dan perawatan.
Dikatakan Rudianto, pembangunan yang dilakukan akan meliputi 122.388 titik Alat Penerangan Jalan (APJ) Listrik lengkap dan baru (123.438 lampu); 1.650 titik APJ tenaga surya lengkap dan baru (3.300 lampu); 42 titik CCTV, speaker dan free Wifi. Kemudian, imbuhnya, smart system untuk APJ Listrik PLN, APJ tenaga Surya dan CCTV dalam Command Centre (termasuk ruang server) serta pembongkaran 95.0
00 APJ eksisting.(adl)






