oleh

Terungkap, Misteri Tewasnya Gadis Cantik di Room KTV Asahan, Ternyata…

Ismi semasa hidup. (foto: ist/dok/metro24.co)

 

ASAHAN, sln70-news.com – Misteri kematian gadis cantik, Ismi Aulia, di Asahan, Sumut, mulai terungkap. Wanita 20 tahun ini tewas setelah disuapi ekstasi oleh teman prianya, RS, di room KTV Family.

Setelah melakukan pemeriksaan selama sepekan, polisi menetapkan RS (24), warga Perkebunan Gunung Melayu, Kabupaten Asahan, sebagai tersangka atas tewasnya Ismi Aulia (20) yang diduga tewas akibat overdosis ekstasi, pada Rabu (29/7/2020) malam.

Polisi menilai, tersangka merupakan orang yang memberikan ekstasi kepada korban saat berada di dalam KTV Karaoke Family Gong Bakso, Kecamatan Aek Songsongan, Asahan. Sedangkan empat rekan korban lainnya, hingga kini masih ditetapkan sebagai saksi.

5 rekan korban diamankan polisi. (foto: hendri/metro24.co)

“Setelah dilakukan pemeriksaan secara intens kepada seluruh rekan-rekan korban, disertai alat bukti dan hasil forensik yang kami kumpulkan, dapat kami simpulkan, pelaku terduga pembunuhan mengarah pada rekan korban Ismi, yakni RS. Karena, dialah malam itu memberikan ekstasi kepada korban, hingga akhirnya korban meninggal dunia,” ujar Kanit Jahtanras Polres Asahan, Ipda Mulyoto SH kepada M24, Selasa (4/8/2020).

Pihaknya pun menjerat tersangka dengan Pasal 204 Ayat 1 KUHPidana dengan ancaman penjara selama 15 tahun. “Dalam Pasal 204 ayat 1, disebutkan bahwa barang siapa menjual, menawarkan, menerimakan atau membagi-bagikan barang. Diketahui bahwa barang itu berbahaya bagi jiwa atau kesehatan orang dan sifatnya berbahaya. Dapat dihukum penjara selama-lamanya 15 tahun,” papar Mulyoto.

BACA JUGA:  Kasat Intel Polres Sergai Dicopot karena Gelar Resepsi Pernikahan

Masih Mulyoto, dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), kelimanya mengakui kalau yang memberi dan memasukan ekstasi ke mulut korban adalah RS. Makanya dia ditetapkan sebagai tersangka. “Setelah kami gelar,kasus kematian pelimpahan dari Polsek Bandar Pulau. Akhirnya kami simpulkan, rekan korban Ipul sebagai tersangka,” tegas Mulyoto.

Sebelumnya, Kasat Narkoba Polres Asahan, AKP Nasri Ginting menegaskan jika pihaknya hanya menangani pemeriksaan urine rekan korban ke Labfor Polda Sumut. “Kami di sini (Satnarkoba, Red), hanya melakukan pemeriksaan tes urine yang berkaitan dengan narkoba saja. Namun,untuk penanganan kematian cewek itu, langsung ke Kapolsek (Bandar Pulau,red) aja,” ujar Nasri Ginting, Senin (3/8/2020).

Sementara itu, Kapolsek Bandar Pulau, Iptu Ali Yunus Siregar mengaku kalau kasus kematian Ismi Aulia sudah ditangani oleh Polres Asahan. Pihaknya juga telah mengirim kelima rekan korban ke Satnarkoba Polres Asahan. “Teman korban sebanyak 5 orang, 3 pria dan 2 wanita. Sedangkan mayat korban sudah diotopsi di RSU Djasamen Saragih Siantar, Pak,” sebut Kapolsek.

BACA JUGA:  Penyebab Kematian Pangeran Arab Saudi Masih Jadi Misteri

Ismi Aulia (20), warga Link VI, Kelurahan Siumbut Umbut, Kecamatan Kisaran Timur, Kab Asahan, tewas setelah dilarikan ke Puskesmas Aek Songsongan, Rabu (29/7/2020) sekitar pukul 22.00 WIB. Malam itu, korban dan lima rekannya; Rs alias Ipul, Yudi Efendi, Rony Prabudi, Monika Olivia dan Novita pergi menyewa KTV di Karaoke Family Bakso Gong milik Poniyem di Dusun IV Desa Gunung Sari.

Saat asyik menikmati hentakan musik, tiba-tiba korban terjatuh ke lantai sembari kejang-kejang dan tak sadarkan diri. Melihat itu, Monika dan Novita mencoba menolong dengan memasukkan secara paksa susu Bearbrand dan air gula ke mulut korban. Namun, kejang-kejang tubuh korban semakin kencang. Korban lalu dilarikan ke Puskesmas Aek Songsongan. Namun, setiba di Puskesmas, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

sumber: metro24.co