oleh

Pasien Covid-19 Bunuh Diri Loncat dari Lantai 12 Gedung RS Royal Prima

MEDAN, sln70-news.com – Diduga stres, seorang pasien perempuan terjangkit atau penyakit Covid-19 tewas, karena bunuh diri dengan melompat dari lantai 12 gedung RS Royal Prima Jalan Ayahanda, Medan, Rabu (5/8/2020) sekira pukul 12.12 Wib.

Berdasarkan informasi diperoleh koranmonitor.com, korban berinisial MAH (39) warga Jalan Lampu, Gang Pelita III, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur.

Peristiwa ini awalnya diketahui, saksi Anisa Fafiah (27) warga Jalan Djamin Ginting No. 18 Medan, selaku Kepala Keperawatan RS Royal Prima.

Kejadian itu diketahui, sekira pukul 12.12 Wib saksi sedang makan siang dan mrndengat suara benda jatuh. Lalu saksi melihat keluar jendela dan melihat korban (MAH) tergeletak dekat jendela lantai 6 rumah sakit.

BACA JUGA:  Jabatan Kasi Pidum Kejari Tobasa Diserahterimakan ke Wisjnu Wardhana

Saksi kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada security dan melaporkan ke Polsek Medan Baru, lalu ke Pawas Satreskrim Polrestabes Medan.

Personel identifikasi Polrestabes Medan langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk cek TKP. Karena ruangan korban adalah tempat isolasi pasien Covid-19, maka petugas dibantu pihak rumah sakit mengidentifikasi dan olah TKP dengan menggunakan APD lengkap.

Saat pihak kepolisian berkordinasi dengan pihak RS Royal Prima, diketahui korban adalah pasien Covid-19. Petugas pun mengevaluasi jasad korban sesuai protokol Covid-19.

Terkait peristiwa tersebut, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumatera Utara (Sumut), dr Aris Yudhariansyah kepada wartawan, membenarkan pasien tersebut merupakan pasien Covid-19 yang sedang diisolasi.

BACA JUGA:  Zuraida Hanum Pembunuh Hakim Jamaluddin Divonis Mati

“Benar, pasiennya perempuan warga Medan dan telah 11 hari dirawat dengan konfirmasi Covid-19. Seharusnya tiga hari lagi dirawat, sudah selesai masa isolasinya,” kata Aris.

Terkait kondisi ruang isolasi, Aris mengatakan, tempatnya memenuhi standart. Jendela tempat pasien melompat bahkan berukuran kecil, sehingga dipastikan pasien yang tidak dalam kondisi baik akan sulit melewatinya.

“Sejauh ini, kita belum tau penyebab pastinya pasien sampai melompat,” pungkasnya.

sumber: koranmonitor.com