Apalagi di masa pandemi Covid 19 seperti saat ini, banyak orang memikirkan bagaimana caranya untuk bertahan hidup. “Problem yang kita hadapi saat ini adalah bagaimana cara bertahan hidup. Dalam prakteknya, masalah yang sering dihadapi para pelaku usaha yang kecil ini adalah tidak adanya pembeli. Jadi mereka sudah diberi bantuan untuk membuka usaha tetapi yang beli tidak ada, itu yang harus kita perhatikan,” jelas Akhyar.
Ketua Ja-PUK Sumut, Prof Rita Dalimunthe mengatakan, tujuan dari audiensi ini adalah untuk meningkatkan koordinasi sekaligus membangun sinergitas dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan di Sumut, termasuk Kota Medan sekaligus memperkenalkan Ja-PUK kepada Pemko Medan.
Saat ini Ja-PUK Sumut fokus meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga. “Jadi kita memberikan edukasi dan pemahaman kepada perempuan untuk ikut serta dalam membantu ketahanan ekonomi keluarganya,”
“Adapun caranya dengan memberikan edukasi dan pemahaman kepada perempuan dengan tidak meninggalkan rumah tetapi dapat menghasilkan. Kami juga akan mendampingi perempuan tersebut sampai mandiri hingga ada izin legalitas dan lain sebagainya,” jelas Prof Rita.(adl)






