oleh

Tidak Pakai Celana Dalam Lebih Baik untuk Kesehatan, Benarkah?

sln70-news.com – Bagi kebanyakan orang, mengenakan celana dalam bertujuan untuk membatasi organ vital bersentuhan langsung dengan kain pakaian.

Namun, beberapa orang menganggap meninggalkan celana dalam justru lebih menyehatkan. Apa sebabnya?

Beberapa perempuan yang diwawancarai oleh Daily Mail beberapa waktu lalu mengungkapkan, tidak mengenakan celana dalam adalah “kunci dari kesehatan” karena celana dalam bisa memicu timbulnya infeksi dan penyakit lain.

Dilansir Healthline, ada beberapa manfaat yang mungkin dirasakan jika kamu tidak mengenakan celana dalam dalam keseharian.

Namun, karena perbedaan dalam organ genital perempuan dan laki-laki, ada beberapa perbedaan dalam manfaat yang dirasakan.

Manfaat untuk Perempuan

1. Mengurangi risiko pengembangan infeksi ragi vagina

Mengenakan celana dalam yang ketat atau tidak terbuat dari bahan yang bisa bernafas, seperti katun, dapat menimbulkan suasana lembap di area genital dan membuat bakteri ragi lebih mudah tumbuh.

Tidak ada penelitian tentang apakah pergi tanpa pakaian mengurangi infeksi ini, namun jika kamu mengenakan pakaian dalam, pastikan cukup longgar dan berbahan katun.

2. Mengurangi bau tak sedap dan ketidaknyamanan

Ketika kelembapan dan panas terperangkap di area kewanitaan karena pakaian dalam, akan muncul bau tidak sedap.

Maka berhenti mengenakannya bisa menyebabkan keringat lebih mudah menguap, meminimalkan bau tak sedap, hingga mengurangi potensi gesekan yang dapat diperparah karena kelembapan.

BACA JUGA:  Ada 4 Kecamatan di Medan Rawan Penyebaran Covid-19

3. Mencegah cedera vulva

Labia yang terdapat di luar vagina terbuat dari jaringan yang sama dengan bibir. Pakaian dalam yang ketat terbuat dari kain buatan dapat mengiritasi labia dan kulit di sekitarnya sehingga dapat menyebabkan kulit terluka atau infeksi.

Tidak mengenakan celana dalam atau mengenakan celana dalam longgar, dapat mengurangi bahkan menghilangkan kemungkinan infeksi dan peradangan di area tersebut.

4. Melindungi dari reaksi alergi

Banyak celana dalam terbuat dari pewarna buatan dan kimia yang dapat memicu reaksi alergi, atau dermatitis kontak. Reaksi alergi bisa berupa kemerahan, melepuh, iritasi, hingga infeksi.

Manfaat untuk laki-laki

Laki-laki juga mendapatkan manfaat yang sama dengan perempuan dalam hal tidak mengenakan celana dalam.

Namun, ada beberapa manfaat tambahan yang mereka mungkin dapatkan, karena secara fisiologi penis, skrotum, dan testis memiliki keunikan

1. Mencegah gatal dan infeksi jamur lain

Area kelamin yang basah dan lembap adalah tempat berkembang biaknya jamur yang dapat menyebabkan kemerahan, iritasi, dan gatal pada alat kelamin. Menjaga area tersebut tetap sejuk dan kering pun menjadi hal penting.

2. Mengurangi kemungkinan iritasi dan cedera

BACA JUGA:  Pemko Medan Bentuk Tim untuk Memilah Masyarakat yang Berhak Tercover BPJS kesehatan

Menggunakan pakaian dalam atau tidak, gesekan pada penis atau skrotum dengan pakaian tetap memungkinkan.

Ini dapat menyebabkan iritasi dan bahkan cedera jika sering terjadi atau tidak diobati. Mengenakan celana jeans atau celana pendek yang longgar dan nyaman tanpa celana dalam dapat mengurangi gesekan tersebut.

3. Memengaruhi produksi sperma

Testis menggantung di luar tubuh dalam skrotum karena suatu alasan. Untuk menghasilkan sperma secara efisien, testis perlu bertahan pada suhu sekitar 34,4 Derajat Celcius, beberapa derajat lebih dingin daripada suhu tubuh, yakni sekitar 36,1-37,2 Derajat Celcius.

Mengenakan celana dalam, terutama celana dalam yang ketat, dapat mendorong testis semakin mendekati ke tubuh dan meningkatkan suhu skrotum.

Ini akan membuat lingkungan testis kurang ideal untuk produksi sperma, yang menyebabkan hipertermia testis.

Seiring waktu, kebiasaan ini dapat menurunkan jumlah sperma dan memengaruhi infertilitas.

Anjuran sehat

Namun, tidak pakai celana dalam bukanlah keajaiban untuk mengatasi semua permasalahan pada area genital. Tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kamu mau menerapkannya, di antaranya:

– Tidak mengenakan pakaian ketat.

– Mengganti dan mencuci pakaian secara rutin, dan

– Tidak sembarangan mencoba pakaian ketika akan membelinya di toko.

sumber: kompas.com