Pemindahan Warga di Bantaran Sungai Menjadi “Problem” Pengentasan Banjir

Aktifitas warga di bantaran Sungai Deli. (adl/SLN70news.com)

MEDAN, sln70-news.com – Pemko Medan telah mendata permasalahan banjir di Kota Medan, khususnya yang berada diantara Sungai Deli dan Sungai Sei Sikambing.

Pekerjaan normalisasi sungai tidak semudah seperti mendiskusikannya, butuh waktu jangka panjang untuk pengerjaannya. Dikarenakan melibatkan banyak pihak, yang harus fokus di bidang tersebut.

“Perlu dibentuk tim terpadu atau Satuan Kerja (Satker) yang dikomandoi dan diberikan kewenangan yang sama kuat,” ucap Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution kepada rombongan Anggota DPRD Dapil Sumut 2 saat berkunjung ke Balai Kota, Kamis (09/07/2020).

BACA JUGA:  Direfocusing, Revitalisasi Gedung SMA 1 Medan Hanya Rp5,3 Miliar

Pendataan yang dilakukannya, diawali dengan pemetaan terhadap warga yang tinggal di bantaran sungai tersebut.

“Harus dipindahkan terlebih dahulu, dan belum tentu warga tersebut mau untuk dipindahkan, itu problem yang sedang dihadapi,” cetusnya.

“Mudah-mudahan dengan kesiapan para anggota DPRD Dapil Sumut 2 dapat membantu kami sehingga lebih kuat lagi untuk mengatasi persoalan ini,” ungkap Akhyar.

Seperti diketahui, Pemko Medan melalui Dinas Perumahan Kawasan Pemukikan dan Penataan Ruang (PKP2R) telah melayangkan surat kepada warga yang bertempat tinggal di bantaran Sungai Deli, Sungai Bederah dan Sungai Babura untuk membongkar sendiri bangunannya, karena akan ada normalisasi sungai dalam rangka pengentasan masalah banjir.

BACA JUGA:  Gelar Patroli Prokes, Masih Ditemukan Warga Tidak Menggunakan Masker

Pemerintah tidak akan memberikan ganti rugi atau sekadar tali asih kepada warga, karena anggarannya tidak ada ditampung di APBD Kota Medan 2020.
Sekitar 10 sampai 15 meter dari bibir ketiga sungai, bangunan yang berdiri akan dikosongkan. (adl)