oleh

Komisi II Minta Disdik Evaluasi Kepsek dan Guru SMPN 28 Medan

MEDAN, sln70-news.com – Anggota Komisi II DPRD Medan Haris Kelana Damanik minta Kepala Dinas Pendidikan (Ka Disdik) Kota Medan Laksamana Putra segera mengevaluasi Kepala Sekolah dan guru yang terbukti melontarkan ucapan penghinaan terhadap siswa miskin di SMPN 28 Medan. Tindakan tersebut tidak boleh dibiarkan karena sangat mengganggu terhadap pisikologis anak.

“Ka Disdik harus cepat mengambil tindakan, karena kejadiannya bukan hanya sekali saja. Mungkin saja perkataan hinaan yang sama juga terjadi terhadap siswa lain, ” tandas Haris Kelana Damanik (foto) kepada wartawan, Rabu (11/1/2022) menyikapi tindakan guru menghina siswa miskin di SMPN 28 Medan.

Terkait hal itu kata Haris, Ianya selaku anggota Komisi II yang membidangi pendidikan mendorong pimpinan Komisi agar memanggil Disdik dan pihak sekolah. “Kita minta agar dipanggil ke DPRD Medan untuk dilakukan RDP (red-Rapat Dengar Pendapat),” pinta Haris Kelana asal politisi Gerindra itu.

Disampaikan Haris, Ianya mengaku sangat prihatin terhadap siswa yang mendapat hinaan karena miskin. “Ucapan berupa hinaan tidak pantas dilontarkan seorang guru. Seharus nya guru memberikan pelajaran terhadap anak soal etika dan sopan santun,” sebut Haris.

Selain itu tambah Haris yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Medan itu, mengingat si anak (red- Indah) selaku siswa miskin dan berprestasi. Maka pihak sekolah (red-Kepsek) perlu dimintai keterangan sejauh mana bantuan, penghargaan dan motivasi yang diberikan kepada siswa dimaksud dan siswa berprestasi lainnya.

“Perlu kita tahu apa yang dilakukan Kepsek soal penanganan siswa kurang mampu dan berprestasi. Karena hal itu merupakan bagian dari peningkatan mutu pendidikan di Kota Medan,” ujar Haris.

Sebagaimana diketahui, Wakil Ketua DPRD Medan H Ihwan Ritonga SE mendatangi SMPN 28 Medan Jl Karya Wisata Kec Medan Johor, Selasa pagi (11/1/2022). Kunjungan Ihwan Ritonga guna merespon pengaduan siswa yang kerap mendapat penghinaan dari guru karena miskin.

Kunjungan Ihwan Ritonga yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan itu diterima Kepala Sekolah (Kepsek) Horas Pohan didampingi dua guru kelas Refia Samosir dan Masrohima yang dituduh melecehkan siswa miskin dan bodoh.(adl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed