oleh

DPRD Medan Minta Penambahan Kuota BPJS Kesahatan Non Iuran Kepada Warga Prasejahtera

-POLITIK-1 views

MEDAN, sln70-news.com – Komisi II DPRD Medan minta Pemko Medan menambah kuota BPJS Kesehatan non iuran. Jika dilakukan penambahan 100 ribu di APBD 2022, maka harus tepat sasaran kepada warga prasejahtera.

Permintaan itu disampaikan Anggota Komisi II DPRD Medan, Haris Kelana Damanik, ST pada rapat dengar pendapat (RDP) gabungan Komisi I dan Komisi II, dengan agenda Program JKN Kota Medan 2022 di ruang banggar gedung dewan, Senin (24/1/2022).

Selain itu, Haris juga minta agar Perwal tentang BPJS Mandiri yang tertunggak bisa beralih, atau dicover BPJS unregister (non iuran). Apabila berobat jalan agar tetap direkom BPJS Mandiri.

Sekretaris Komisi II, Dhiyaul Hayati meminta rekomendasi revisi Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 11 Tahun 2018 terkait warga Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Hal ini agar dana sebesar Rp45 miliar dari APBD Kota Medan untuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bisa berguna maksimal.

Perubahan Perwal terkait register pasien, lanjutnya, selama ini dana register hanya untuk warga yang tidak terdaftar BPJS Kesehatan, dan hanya untuk rawat inap.

“Jadi nanti rekomendasikan agar peserta BPJS Kesehatan mandiri kelas 3, juga bisa mendapatkan dana register,” ucapnya.

Selain itu, jelas dia, juga merekomendasikan sinkronisasi data kependudukan, juga koordinasi antar rumah sakit dengan dinas kependudukan terkait warga yang sudah meninggal. Terutama warga penerima PBI BPJS Kesehatan.

“Sehingga saat ada warga PBI BPJS Kesehatan yang meninggal, rumah sakit atau dinas kesehatan harus berkoordinasi dengan dinas kependudukan. Sehingga dana yang di alokasikan bisa tepat. Jika sudah meninggal, danannya bisa dialihkan ke orang lain,” tutur dia.

Rekomendasi terakhir adalah peningkatan mutu manajemen RSUD dr Pirngadi Medan. Lantaran jika sudah tercapai Universal Health Coverage (UHC) maka masyarakat bisa memilih rumah sakit dengan layanan terbaik untuk mendapatkan perawatan kesehatan.

“Makanya kita minta data anggaran dari rumah sakit Pirngadi. Sehingga kita bisa memberikan rekomendasi layanan agar menambah ketertarikan masyarakat untuk berobat ke rumah sakit Pirngadi. Karena rumah sakit ini dari APBD, dari uang rakyat. Jika tidak kita perbaiki sayang dananya,” pungkasnya.

Turut hadir dalam rapat Wakil Ketua DPRD Kota Medan Rajudin Sagala, dari Komisi 1 Mulia Asri Rambe, Abdul Latif Lubis, Edi Saputra, Abdul Rani. Kemudian dari Komisi 2, Sudari, Dhiyaul Hayati, Haris Kelana Damanik, Modesta Marpaung, dan Afif Abdillah. Kemudian Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Medan, Kabag Tapem, BPKAD serta RSUD dr Pirngadi dan BPJS Kesehatan di Kota Medan. (adl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed