<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SATWA Archives - SLN70-News</title>
	<atom:link href="https://sln70-news.com/category/satwa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sln70-news.com/category/satwa/</link>
	<description>KONEKTIFITAS DINAMIKA INFORMASI</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Sep 2024 09:13:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.8</generator>

<image>
	<url>https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2021/01/LOGO-OK-150x105.jpg</url>
	<title>SATWA Archives - SLN70-News</title>
	<link>https://sln70-news.com/category/satwa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Si Manis Harimau Sumatera Koleksi Medan Zoo Mati</title>
		<link>https://sln70-news.com/si-manis-harimau-sumatera-koleksi-medan-zoo-mati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Sep 2024 09:10:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MEDAN]]></category>
		<category><![CDATA[SATWA]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[Koleksi Medan Zoo]]></category>
		<category><![CDATA[Medan Zoo]]></category>
		<category><![CDATA[Si Manis Harimau Sumatera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=12764</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDAN, sln70-news.com &#8211; Si Manis, Harimau Sumatera berjenis kelamin betina mati Jumat (20/9/2024) sore sekira pukul 16.30 WIB di dalam kandangnya di Medan Zoo. Informasi <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/si-manis-harimau-sumatera-koleksi-medan-zoo-mati/" title="Si Manis Harimau Sumatera Koleksi Medan Zoo Mati" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/si-manis-harimau-sumatera-koleksi-medan-zoo-mati/">Si Manis Harimau Sumatera Koleksi Medan Zoo Mati</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN, sln70-news.com &#8211;</strong> Si Manis, Harimau Sumatera berjenis kelamin betina mati Jumat (20/9/2024) sore sekira pukul 16.30 WIB di dalam kandangnya di Medan Zoo.</p>
<p>Informasi dari tim dokter hewan Medan Zoo, Muhammad Syah, Si Manis mati karena penyakit yang dideritanya. Dari nekropsi yang dilakukan pihaknya diketahui oleh pihak BBKSDA Sumut, terlihat penyakit pada hati, jantung dan ginjalnya.</p>
<p>&#8220;Yang cukup parah terjadi benjolan berisi cairan pada hatinya. Jantungnya juga alami penebalan begitu juga pada ginjalnya,&#8221; kata Drh Muhammad Syah kepada wartawan Jumat malam.</p>
<p>Si Manis diketahui berusia sekitar 23 tahun. Pertama kali masuk Medan Zoo Si Manis bersamaan dengan Anggi Harimau Sumatera juga berjenis kelamin jantan, yaitu pada sekitar 2005 silam.</p>
<p>Kata Drh Muhammad Syah, usia di atas 20 tahun sudah termasuk kategori tua untuk harimau Sumatera.</p>
<p>&#8220;Dari hasil nekropsi, terdapat penumpukan lemak pada pembungkus jantung dan beberapa organ lain.</p>
<p>Selanjutnya organ yang sudah di koleksi akan segera dilakukan pemeriksaan histopatologi ke laboratorium untuk memperkuat diagnosa sementara akibat kematian Harimau Si Manis,&#8221; terang Drh Muhammad Syah.</p>
<p>Dan lagi, Si Manis sebelumnya sudah dinyatakan sakit cukup parah pada Mei 2024 lalu. Namun dengan perawatan intensif yang dilakukan, Si Manis bisa bertahan hingga beberapa bulan.</p>
<p>&#8220;Pada beberapa hari ini Si Manis sudah tidak mau makan daging. Dan sore ini telah tiada,&#8221; kata Muhammad Syah.</p>
<p>&#8220;Setelah nekropsi (otopsi) hingga malam tadi, Si Manis sudah dikuburkan,&#8221; lanjut alumni universitas Syah Kuala Aceh tersebut. (Adl)</p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/si-manis-harimau-sumatera-koleksi-medan-zoo-mati/">Si Manis Harimau Sumatera Koleksi Medan Zoo Mati</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harimau Sumatera Terjerat Perangkap Babi di Perkebunan Warga Aceh Tenggara</title>
		<link>https://sln70-news.com/harimau-sumatera-terjerat-perangkap-babi-di-perkebunan-warga-aceh-tenggara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2021 01:21:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SATWA]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Tenggara]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[Perangkap Babi]]></category>
		<category><![CDATA[Perkebunan Warga]]></category>
		<category><![CDATA[Terjerat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=3383</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEULABOH, sln70-news.com &#8211; Seekor harimau sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) ditemukan dalam kondisi lemah setelah terjerat perangkap babi di kawasan kebun masyarakat di Desa Gulo, Kabupaten <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/harimau-sumatera-terjerat-perangkap-babi-di-perkebunan-warga-aceh-tenggara/" title="Harimau Sumatera Terjerat Perangkap Babi di Perkebunan Warga Aceh Tenggara" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/harimau-sumatera-terjerat-perangkap-babi-di-perkebunan-warga-aceh-tenggara/">Harimau Sumatera Terjerat Perangkap Babi di Perkebunan Warga Aceh Tenggara</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_3384" aria-describedby="caption-attachment-3384" style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-3384 size-full" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2021/01/HARIMAU-SUMATERA-TERJERAT.jpg" alt="" width="720" height="402" srcset="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2021/01/HARIMAU-SUMATERA-TERJERAT.jpg 720w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2021/01/HARIMAU-SUMATERA-TERJERAT-300x168.jpg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption id="caption-attachment-3384" class="wp-caption-text">Petugas BKSDA Aceh bersama tim dokter hewan menimbang Harimau Sumatera liar (Panthera tigris sumatrae) saat proses evakuasi di Desa Pangkalan Sulampi, Kecamatan Suro, Kabupaten Aceh Singkil, Ahad, 24 Januari 2021. Kredit: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/rwa</figcaption></figure>
<p>MEULABOH, sln70-news.com &#8211; Seekor harimau sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) ditemukan dalam kondisi lemah setelah terjerat perangkap babi di kawasan kebun masyarakat di Desa Gulo, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh.</p>
<p>“Alhamdulillah, saat ini kondisi harimau sumatera tersebut dalam kondisi sehat dan sudah mendapatkan perawatan medis,” kata Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh Agus Arianto yang dihubungi ANTARA di Meulaboh, Ahad, 24 Januari 2021.</p>
<p>Ia menjelaskan, harimau sumatera yang diperkirakan berusia sekitar 1-1,5 tahun tersebut terjerat perangkap babi di wilayah sekitar perkebunan masyarakat yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Aceh Tenggara.</p>
<p>Saat ditemukan oleh masyarakat, harimau tersebut berada dalam kondisi lemah dan diduga mengalami kekurangan cairan (dehidrasi).</p>
<p>Mendapatkan informasi tersebut, petugas BKSDA bersama petugas Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), TNI, Polri dan pihak terkait lainnya berupaya melakukan evakuasi terhadap satwa tersebut ke kantor bidang TNGL untuk dilakukan upaya penanganan medis.</p>
<p>“Harimau ini terluka akibat terkena jerat di kaki depan sebelah kanan,” kata Agus Arianto, menambahkan.</p>
<p>Saat ini, satwa tersebut masih dilakukan observasi di Kantor Bidang Wilayah TNGL di Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, guna menunggu proses pemulihan terhadap luka yang dialami.</p>
<p>“Nanti setelah kondisinya membaik, harimau ini akan kita lepasliarkan kembali ke habitat asalnya,” ujar Agus Arianto.</p>
<p>sumber: ANTARA</p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/harimau-sumatera-terjerat-perangkap-babi-di-perkebunan-warga-aceh-tenggara/">Harimau Sumatera Terjerat Perangkap Babi di Perkebunan Warga Aceh Tenggara</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Paus 7 Meter Ditemukan Terdampar di Pesisir OKI Sumsel</title>
		<link>https://sln70-news.com/paus-7-meter-ditemukan-terdampar-di-pesisir-oki-sumsel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2021 19:18:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SATWA]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[Paus 7 Meter]]></category>
		<category><![CDATA[Pesisir OKI Sumsel]]></category>
		<category><![CDATA[Terdampar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=3322</guid>

					<description><![CDATA[<p>PALEMBANG, sln70-news.com &#8211; Seekor paus berukuran tujuh meter terdampar di pesisir pantai Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Minggu (24/1). Paus yang belum teridentifikasi <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/paus-7-meter-ditemukan-terdampar-di-pesisir-oki-sumsel/" title="Paus 7 Meter Ditemukan Terdampar di Pesisir OKI Sumsel" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/paus-7-meter-ditemukan-terdampar-di-pesisir-oki-sumsel/">Paus 7 Meter Ditemukan Terdampar di Pesisir OKI Sumsel</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_3323" aria-describedby="caption-attachment-3323" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-3323 size-full" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2021/01/PAUS-TERDAMPAR.jpeg" alt="" width="650" height="363" srcset="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2021/01/PAUS-TERDAMPAR.jpeg 650w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2021/01/PAUS-TERDAMPAR-300x168.jpeg 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /><figcaption id="caption-attachment-3323" class="wp-caption-text">Seekor paus sepanjang 7 meter terdampar di pesisir OKI, Sumatera Selatan. Ilustrasi (Abdallah Naem/ CNNIndonesia.com)</figcaption></figure>
<p>PALEMBANG, sln70-news.com &#8211; Seekor paus berukuran tujuh meter terdampar di pesisir pantai Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Minggu (24/1). Paus yang belum teridentifikasi jenisnya tersebut masih terjebak di pantai yang berlumpur.</p>
<p>Kepala Bagian Humas Pemkab OKI Adi Yanto mengatakan paus tersebut saat ini masih hidup, namun belum bisa dievakuasi. Adi mengaku sudah meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel untuk membantu proses evakuasi.</p>
<p>&#8220;Sejak ditemukan terdampar kemarin, masyarakat sudah mencoba untuk menolong paus tersebut dengan cara ditarik menggunakan speedboat. Namun karena air dangkal dan pausnya sangat besar, upaya evakuasi oleh masyarakat tersebut belum berhasil. Berat paus tersebut pun diperkirakan mencapai setengah ton,&#8221; ujar Adi, Senin (25/1).</p>
<p>Adi mengatakan terdapat luka di bagian punggung dan ekor paus tersebut. Menurutnya, masyarakat masih berupaya mengevakuasi paus tersebut pada malam hari saat air laut pasang.</p>
<p>Sementara itu Kepala Seksi Wilayah 3 BKSDA Sumsel Aziz Abdul Latif mengatakan timnya sudah berada di lokasi untuk mengevakuasi paus tersebut. Aziz mengaku pihaknya kesulitan mengevakuasi paus tersebut pada siang hari lantaran air laut surut.</p>
<p>&#8220;Memang benar ada bagian tubuh paus tersebut yang terluka. Untuk proses evakuasinya saat ini akan membuat kubangan di sekitar tubuh paus yang terjebak itu agar paus mendapatkan suplai air. Pembuatan kubangan tersebut pun untuk mempermudah proses evakuasi nanti saat pasang,&#8221; kata Aziz.</p>
<p>Aziz memperkirakan paus tersebut berasal dari kawasan yang tak jauh dari perairan OKI yang berbatasan langsung dengan Laut Bangka. Menurutnya, baru pertama kali paus terdampar di kawasan tersebut.</p>
<p>&#8220;Secara geografis wilayah itu dekat dengan pesisir laut Bangka dan terdapat area laut dalam, jadi wajar bila ada paus. Namun kita belum berhasil mengidentifikasi paus jenis apa,&#8221; ujar Aziz.</p>
<p>Aziz mengimbau kepada masyarakat tak melakukan tindakan yang dapat menyakiti paus, seperti menaikinya. Menurutnya, roses evakuasi pun harus dilakukan hati-hati agar tidak menambah luka yang diderita paus tersebut.</p>
<p>sumber: cnnindonesia.com</p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/paus-7-meter-ditemukan-terdampar-di-pesisir-oki-sumsel/">Paus 7 Meter Ditemukan Terdampar di Pesisir OKI Sumsel</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nasib Gajah di Aceh: Konflik dengan Manusia, Kebun Dirusak</title>
		<link>https://sln70-news.com/nasib-gajah-di-aceh-konflik-dengan-manusia-kebun-dirusak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2021 18:50:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SATWA]]></category>
		<category><![CDATA[Kebun Dirusak]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik dengan Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Nasib Gajah di Aceh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=3311</guid>

					<description><![CDATA[<p>ACEH, sln70-news.com &#8211; Di pembuka Tahun 2021, kabar duka mengejutkan dari dunia fauna setelah ditemukan bangkai seekor gajah liar di kawasan perkebunan warga Kampung Belang <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/nasib-gajah-di-aceh-konflik-dengan-manusia-kebun-dirusak/" title="Nasib Gajah di Aceh: Konflik dengan Manusia, Kebun Dirusak" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/nasib-gajah-di-aceh-konflik-dengan-manusia-kebun-dirusak/">Nasib Gajah di Aceh: Konflik dengan Manusia, Kebun Dirusak</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_3312" aria-describedby="caption-attachment-3312" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-3312 size-full" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2021/01/GAJAH-MATI.jpeg" alt="" width="650" height="366" srcset="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2021/01/GAJAH-MATI.jpeg 650w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2021/01/GAJAH-MATI-300x169.jpeg 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /><figcaption id="caption-attachment-3312" class="wp-caption-text">Ilustrasi gajah mati. (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)</figcaption></figure>
<p>ACEH, sln70-news.com &#8211; Di pembuka Tahun 2021, kabar duka mengejutkan dari dunia fauna setelah ditemukan bangkai seekor gajah liar di kawasan perkebunan warga Kampung Belang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.</p>
<p>Sementara pada 2020, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mencatat 11 kasus kematian binatang berbelalai panjang dan dilindungi tersebut, di sejumlah daerah di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.</p>
<p>Kematian gajah Sumatra (Elephas Maximus sumatranus) itu mengindikasikan konflik satwa dengan manusia di provinsi berpenduduk sekitar 5,2 juta jiwa tersebut masih terus terjadi, termasuk upaya-upaya perburuan untuk mendapatkan gading dari binatang dilindungi itu.</p>
<p>Masih di awal 2021, kawanan gajah liar dilaporkan merusak lahan pertanian masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur. Sedikitnya 30 ekor gajah liar masuk perkebunan warga di Gampong (Desa) Sri Mulya dan merusak tanaman warga setempat.</p>
<p>Kawasan rawan konflik gajah liar dengan manusia di Aceh tercatat, antara lain di Kabupaten Aceh, Aceh Selatan, Pidie, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Bener Mariah.</p>
<p>Persoalan konflik mamalia berbadan besar dengan manusia seakan tidak pernah berakhir. Bahkan, sejumlah gajah liar sempat turun dan bertahan di kawasan pemukiman dan membuat warga panik di Bener Meriah pada 2019.</p>
<p>Penyebab konflik gajah dengan masyarakat selama ini akibat pembukaan lahan perkebunan dan eksploitasi tambang yang diyakini lokasi tersebut adalah habitat bagi binatang dilindungi tersebut sejak ratusan tahun silam.</p>
<p>Perkebunan yang dirusak oleh gajah dapat dipastikan sebelumnya sebagai sumber makanan binatang berbadan besar itu, apalagi yang menjadi sasaran satwa itu, seperti kelapa sawit, pohon pisang, serta kelapa.</p>
<p>BKSDA Aceh menyebutkan konflik gajah masih tinggi dan dibutuhkan segera peran serta semua pihak, misalnya pemerintah dan masyarakat, dalam upaya menangani konflik satwa dengan warga.</p>
<p>Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto menyebutkan konflik gajah di Aceh sepanjang 2020 dengan jumlah 102 kasus. Jumlah ini lebih tinggi dari satwa lainnya, seperti harimau 35 kasus dan orang utan 40 kasus.</p>
<p>Dari 102 kasus tersebut, 11 di antaranya kematian gajah, yakni enam ekor kematian di Kabupaten Aceh Jaya, dua kematian di Kabupaten Aceh Timur, serta dua kematian di Kabupaten Pidie, dan seekor di Aceh Utara.</p>
<p>&#8220;Selain konflik dengan manusia, penyebab kematian gajah ada karena perburuan serta mati alami. Potensi konflik gajah umumnya di musim penghujan,&#8221; kata dia mengutip Antara.</p>
<p>Pihaknya mengajak masyarakat dan pemerintah daerah serta lembaga swadaya masyarakat untuk berpartisipasi aktif menangani konflik gajah tersebut.</p>
<p>&#8220;Jika dilihat dari populasinya, gajah di Aceh sekitar 500 ekor. Dan perkembanganbiakan juga cukup baik dilihat dari struktur umur gajah yang berkonflik,&#8221; kata dia.</p>
<p>Ke depan, untuk mencegah konflik gajah dengan menghentikan pembukaan lahan kebun atau alih fungsi lahan hutan ke perkebunan serta pemukiman, terutama di kawasan pinggir hutan yang merupakan habitat gajah mencari sumber makanan.</p>
<p>Sejumlah penanganan yang dirancang bersama pemerintah, sudah dilakukan pihaknya, salah satunya penempatan CRU-CRU di sejumlah tempat yang memang tingkat intensitas konfliknya tinggi.</p>
<p>&#8220;Ada tujuh CRU yang kita tempatkan di Provinsi Aceh salah satunya di Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya, tujuannya untuk penanganan konflik di Aceh Jaya dan sekitarnya,&#8221; kata Agus Arianto.</p>
<p>Penanganan dengan membuat strategi-strategi khusus juga terus dilakukan pihaknya, termasuk pemasangan GPS Collar pada gajah untuk mendeteksi lebih dini pergerakan kelompok satwa tersebut, sehingga bisa melihat pergerakan gajah dan lebih cepat dalam penanganan.</p>
<p>&#8220;Dengan GPS Collar ada informasi dini pergerakan gajah tersebut, sehingga kita bisa lebih mudah dalam penanganannya,&#8221; kata dia.</p>
<p>Pihaknya juga berencana melakukan penguatan kawasan habitat alami di Kabupaten Aceh Jaya, ada juga kawasan KPH dengan memperkuat agar gajah tetap berada di dalam kawasan tersebut. Hal itu, bekerja sama dengan pihak CRU Aceh dan KPH 1.</p>
<p>Agus juga menuturkan kalau peran pemerintah dalam penanganan ini juga sangat besar sehingga konflik antara manusia dan gajah bisa teratasi dengan saling menjaga untuk hidup. Penyesuaian jenis tanaman yang dibudidayakan oleh para petani menjadi salah satu faktor yang besar untuk mengundang para gajah.</p>
<p>&#8220;Seperti sawit, pinang, dan sejenis yang disukai oleh gajah menjadi daya tarik dari gajah tersebut, sehingga harus ada penyesuaian budi daya dari para petani dengan tidak menanam di lintasan yang dilalui oleh para gajah tersebut,&#8221; katanya.</p>
<p>Hal itu semua, jelas Agus, akan mampu dilakukan dengan peran semua pihak, tidak hanya tugas BKSDA.</p>
<p>Semua lini punya peran penting seperti halnya penataan ruang dan pemilihan jenis tanaman yang ditentukan oleh instansi terkait.</p>
<p>Oleh sebab itu, pihaknya mencoba mendiskusikan dengan para pemerintah daerah, termasuk dengan para pegiat lembaga swadaya masyarakat tentang cara penanganan jangka panjang.</p>
<p>Kalangan aktivis lingkungan hidup menyarankan pembentukan kawasan ekosistem esensial untuk mengatasi persoalan konflik gajah dengan manusia di Provinsi Aceh.</p>
<p>&#8220;Konflik gajah dengan manusia terus terjadi di Aceh karena pembukaan hutan yang merupakan koridor gajah. Solusi konflik ini dengan membuat kawasan esensial untuk koridor gajah,&#8221; kata aktivis lingkungan hidup T.M. Zulfikar.</p>
<p>Kawasan ekosistem esensial merupakan ekosistem di luar kawasan hutan konservasi. Kawasan esensial berperan penting mendukung perlindungan keanekaragaman hayati, baik flora maupun fauna.</p>
<p>Mantan Direktur Eksekutif Walhi Aceh itu, mengatakan konflik gajah dan manusia paling dominan terjadi di Aceh, seperti di Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Pidie, Kabupaten Aceh Jaya, dan Kabupaten Aceh Selatan.</p>
<p>Konflik gajah tersebut terjadi karena pembukaan kawanan hutan untuk ladang maupun kebun masyarakat yang sebelumnya merupakan lintasan gajah. Seharusnya itu tidak terjadi kalau masyarakat diberi pemahaman.</p>
<p>&#8220;Parahnya lagi, kawasan hutan yang dijadikan ladang tersebut ditanami dengan tanaman disukai atau makanan gajah, sehingga gangguan satwa dilindungi tersebut tidak terelakkan,&#8221; kata dia.</p>
<p>Oleh karena itu, Zulfikar menyarankan pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota, menetapkan kawasan esensial di wilayah-wilayah yang menjadi koridor gajah maupun satwa dilindungi lainnya.</p>
<p>Tujuannya, agar lintasan gajah mencari makanan tidak terganggu oleh aktivitas masyarakat yang berkebun atau berladang.</p>
<p>&#8220;Di samping upaya-upaya lainnya mencegah konflik gajah dengan manusia,&#8221; kata dia.</p>
<p>Direktur Eksekutif Daerah Walhi Aceh Muhammad Nur juga menyebutkan konflik satwa dengan manusia di Aceh didominasi gajah dan harimau. Namun, intensitas konflik dengan gajah lebih banyak.</p>
<p>Konflik satwa gajah dengan manusia terus terjadi jika masih berlangsung penyempitan kawasan hutan yang merupakan habitat satwa dilindungi.</p>
<p>Penyempitan kawasan hutan melalui pemberian izin pembukaan perkebunan kepada perusahaan dalam skala besar, seperti untuk hutan tanaman industri, kelapa sawit, dan lainnya, semestinya ditekan.</p>
<p>(antara/DAL)</p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/nasib-gajah-di-aceh-konflik-dengan-manusia-kebun-dirusak/">Nasib Gajah di Aceh: Konflik dengan Manusia, Kebun Dirusak</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah di Langkat, Harimau Juga Mangsa Ternak di Toba Samosir</title>
		<link>https://sln70-news.com/setelah-di-langkat-harimau-juga-mangsa-ternak-di-toba-samosir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2021 01:55:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SATWA]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[Mangsa Ternak]]></category>
		<category><![CDATA[Setelah di Langkat]]></category>
		<category><![CDATA[Toba Samosir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=3280</guid>

					<description><![CDATA[<p>TOBASA, sln70-news.com &#8211; Setelah sebelumnya terjadi di Langkat, kali ini harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali memangsa ternak kambing di Dusun Sigalapang, Desa Meranti Timur, <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/setelah-di-langkat-harimau-juga-mangsa-ternak-di-toba-samosir/" title="Setelah di Langkat, Harimau Juga Mangsa Ternak di Toba Samosir" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/setelah-di-langkat-harimau-juga-mangsa-ternak-di-toba-samosir/">Setelah di Langkat, Harimau Juga Mangsa Ternak di Toba Samosir</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_3281" aria-describedby="caption-attachment-3281" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3281 size-full" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2021/01/HARIMAU.jpg" alt="" width="750" height="500" srcset="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2021/01/HARIMAU.jpg 750w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2021/01/HARIMAU-300x200.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /><figcaption id="caption-attachment-3281" class="wp-caption-text">Ilustrasi Harimau Sumatera(SHUTTERSTOCK.com/TOM117)</figcaption></figure>
<p>TOBASA, sln70-news.com &#8211; Setelah sebelumnya terjadi di Langkat, kali ini harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali memangsa ternak kambing di Dusun Sigalapang, Desa Meranti Timur, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Toba Samosir pada Senin (13/1/2021) malam.</p>
<p>Selain kambing, harimau juga sempat menyerang ternak babi di dalam kandang. Informasi tersebut awalnya diketahui dari unggahan akun Instagram @salamsumutofficial pada Jumat (15/01/2021).</p>
<p>Diterangkan dalam unggahannya sebagai berikut : &#8220;Diduga Korban Satwa Harimau Sumatera ( HS)Terjadi Pada Malam Tanggal 13 Januari 2021 Sekitar Pukul 21.00 Wib Di Dusun Sigalapang, Desa Meranti Timur, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir, Tidak Jauh Dari Wilayah Konservasi Harimau Sumatera Dan Tapir Yaitu Hutan Margasatwa Dolok Surungan.</p>
<p>Menurut Warga Setempat Pak Sinaga ( Kepala Dusun) Sekaligus Pemilik Ternak Yang menjadi Korban HS, Kejadian Seperti Ini Tidak Hanya Terjadi Hanya Sekali Saja Di Wilayahnya. Beliau Berharap Pihak BBKSDA-Su Segera Menindaklanjuti Kejadian Tersebut.</p>
<p>&#8220;Seorang warga yang mengunggah video di akun tersebut, Lukman Siagian menjelaskan, dirinya mengambil video tersebut setelah mendapatkan informasi dari warga lainnya. &#8220;Karena pas kebetulan lagi di kampung, dapat informasi tersebut, makanya langsung ke lokasi dan melihat kambing itu,&#8221; ujarnya ketika dikonfirmasi melalui telepon pada Jumat pagi.</p>
<p><strong>Harimau muncul di belakang rumah</strong></p>
<p>Sementara itu, Kepala Dusun Sigalapang, Sinaga menjelaskan, munculnya harimau di belakang rumahnya setelah dia mendengar suara ribut di kandang babinya. Awalnya dia tidak begitu menghiraukan namun karena istrinya berulang kali meminta untuk dicek, dia pun ke belakang dan melihat babinya di kandang.</p>
<p>Saat itu, dia melihat ada hewan lain dengan kulit loreng hitam dan coklat kekuningan di dalam kandang babi. Untuk memastikan yang dilihatnya, dia pun mengambil handphone ke dalam rumah dan menyalakan senternya. Dengan pencahayaan terbatas, dalam jarak hanya 1 meter dia melihat harimau tersebut menyerang babinya.</p>
<p>&#8220;Namanya kandang di belakang rumah kan, gelap. Jadi dengan senter HP itu lah saya lihat harimau itu di kandang. Kemudian dari jarak 3 meter saya bentak dia tiga kali, baru harimau itu melompat keluar dari kandang. Saya waktu itu tidak ada rasa takut, jadi saya bentak dia lah waktu itu,&#8221; katanya.</p>
<p>Setelah harimau itu pergi, dia pun memberitahukan masuknya harimau ke kandang babi kepada tetangganya. Tidak jelas apa yang terjadi selanjutnya. Dijelaskannya, situasi di belakang rumahnya tidak ada lampu penerangan. Saat itu juga sedang turun hujan dengan lebat.</p>
<p>Dia mengaku tidak mengira dengan apa yang terjadi keesokan harinya. Pada Kamis (14/1/2021), sekitar pukul 06.30 WIB, dia terkejut karena menemukan kambing milik adik iparnya mati dengan keadaan bagian belakang tubuhnya habis. Terlihat tulang punggung kambing tersebut.</p>
<p>Isi dalam perutnya juga sudah dimakan harimau. Tersisa bagian dada hingga kepala. Kaki sebelah kiri belakang tidak terlihat dan sebelak kanan tinggal tulangnya. Sementara itu, dua kaki depannya masih utuh. Dijelaskannya, kambing tersebut pada Rabu malam tidak dikandangkan seperti halnya kambing-kambing lainnya.</p>
<p>&#8220;Itu kambing kan masih baru. Jadi masih agak liar. Biasanya dia kaluar dan masuk kandang sendiri. Nah, malam itu kan ujan deras, jadi tidak terkontrol. Kami kira sudah di dalam kandang,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>BBKSDA Sumut turun tangan</strong></p>
<p>Sinaga menjelaskan, kejadian harimau memangsa ternak pernah terjadi sekitar 2 tahun yang lalu di dusunnya. Ternak yang dimangsa itu adalah ternak lembu. &#8220;Memang kemarin saya tidak melaporkan ke pihak lain. Hanya saja kemarin ada yang datang, itu tadi yang Lukman Siagian, mungkin dari dia lah yang melaporkannya ke atas,&#8221; katanya.</p>
<p>Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut), Handoko ketika dikonformasi membenarkan adanya ternak kambing yang dimangsa harimau di Dusun Sigalapang. &#8220;Infonya ada. Tapi ini tim masih turun (ke lokasi). Belum bisa kita kasih detailnya ya. Kita lihat dulu perkembangannya ya,&#8221; katanya.</p>
<p>Rentetan konflik harimau dan masyarakat</p>
<p>Sebelumnya, harimau sumatera memangsa ternak lembu di Langkat. Rentetan konflik harimau memangsa ternak di Langkat itu dimulai dari :</p>
<p>1. 18 Desember 2020, 1 ekor lembu di Blok Hutan Sei Kelam Resort Bahorok<br />
2. 25 Desember 2020, 2 ekor lembu di Dusun Selayang, Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Langkat<br />
3. 6 Januari 2021, 2 ekor lembu di Dusun Selayang, Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Langkat<br />
4. 8 Januari 2021, 1 ekor lembu di Dusun Selayang, Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Langkat<br />
5. 11 Januari 2021, 5 ekor lembu di Dusun Batu Katak, Desa Batu Jongjong, Kecamatan Bahorok, Langkat<br />
6. 12 Januari 2021, 1 ekor lembu di Dusun Sei Bamban, Desa Pir ADB, Kecamatan Besitang, Langkat (di dalam kawasan TNGL)</p>
<p>Humas BBTNGL, Sudiro mengatakan, kejadian pada 11 Januari 2021 di Dusun Sei Bamban, pada siang hari sudah terdengar suara auman harimau di belakang pondok warga, bernama Syahril. Kemudian pada 12 Januari, sekitar pukul 01.00 WIB kembali mendengar suara jeritan lembu.</p>
<p>Di lokasi tersebut, terdapat ada melihat 2 ekor anak lembu dan 1 ekor lembu remaja berada di seberang jalan di depan gubuk warga bernama Parmo. &#8220;Parmo, memiliki 3 ekor induk lembu, 1 ekor remaja, dan 2 ekor anak. Jadi, 1 ekor lembu yang menjadi korban dalam kondisi terikat dan hamil (bunting). Parmo mengetahui kejadian sekitar pukul 07.00 WIB, karena malamnya Parmo pulang ke rumah. Lembu yang mati tersebut, kemudian dikubur sekitar lokasi pukul 17.00 WIB,&#8221; katanya.</p>
<p>sumber: kompas.com</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/setelah-di-langkat-harimau-juga-mangsa-ternak-di-toba-samosir/">Setelah di Langkat, Harimau Juga Mangsa Ternak di Toba Samosir</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harimau Berkeliaran di Sekitar Gunung Sibayak</title>
		<link>https://sln70-news.com/harimau-berkeliaran-di-sekitar-gunung-sibayak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2020 01:19:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SATWA]]></category>
		<category><![CDATA[Berkeliaran]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Sibayak]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=3000</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDAN, sln70-news.com &#8211; Dalam kurun waktu sebulan, harimau sumatera dilaporkan masyarakat terlihat berkeliaran di area Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan, sekitar kawasan pendakian di <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/harimau-berkeliaran-di-sekitar-gunung-sibayak/" title="Harimau Berkeliaran di Sekitar Gunung Sibayak" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/harimau-berkeliaran-di-sekitar-gunung-sibayak/">Harimau Berkeliaran di Sekitar Gunung Sibayak</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_3002" aria-describedby="caption-attachment-3002" style="width: 556px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3002 size-full" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/10/fotoku.jpg" alt="" width="556" height="400" srcset="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/10/fotoku.jpg 556w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/10/fotoku-300x216.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 556px) 100vw, 556px" /><figcaption id="caption-attachment-3002" class="wp-caption-text">Harimau Sumatera/sln70-news.com</figcaption></figure>
<p>MEDAN, sln70-news.com &#8211; Dalam kurun waktu sebulan, harimau sumatera dilaporkan masyarakat terlihat berkeliaran di area Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan, sekitar kawasan pendakian di Gunung Sibayak, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut).</p>
<p>Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pengelolaan Tahura Bukit Barisan Dinas Kehutanan Sumut, Ramlan Barus menyampaikan, pihaknya sudah mendapatkan laporan pascamunculnya hewan buas yang sudah meresahkan masyarakat itu.</p>
<p>&#8220;Kita sudah melakukan koordinasi dengan petugas dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut dalam memgantisipasi konflik masyarakat dengan hewan buas yang dilindungi itu,&#8221; ujar Ramlan Barus, Rabu (14/10/2020).</p>
<figure id="attachment_3001" aria-describedby="caption-attachment-3001" style="width: 300px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3001 size-medium" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG_2270-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /><figcaption id="caption-attachment-3001" class="wp-caption-text">Harimau Sumatera di Medan Zoo/sln70-news.com</figcaption></figure>
<p>Ramlan mengatakan, pihaknya sudah memasang kamera trap di sejumlah kawasan di sekitar area Tahura tersebut. Selain memasang kamera jarak jauh yang dilengkapi dengan sensor mendeksi harimau, pihaknya juga memasang perangkap.</p>
<p>&#8220;Harimau itu muncul sejak awal bulan September 2020 kemarin. Orang yang melihat harimau berkeliaran adalah petugas yang mengutip retribusi sebelum memasuki areal pendakian di Gunung Sibayak. Selain itu, ada juga juga masyarakat yang melihat,&#8221; katanya.</p>
<p>Ditambahkan, ada pengunjung lain mengendarai mobil yang berpapasan langsung dengan hewan buas di sekitar Tahura. Begitu juga dengan warga yang ingin mencari tanaman untuk ramuan obat tradisional, juga pernah melihatnya.</p>
<p>Kepala Seksi Konservasi BBKSDA Wilayah I kawasan Tahura Bukit Barisan, Tuahman Raya Tarigan mengimbau, masyarakat supaya lebih meningkatkan kewaspadaan atas munculnya harimau di sekitar Tahura tersebut.</p>
<p>&#8220;Sebaiknya masyarakat tidak bepergian sendiri saat keluar rumah, apalagi ketika akan melewati kawasan Tahura. Jika tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya tidak keluar rumah pada sore atau malam hari,&#8221; katanya.</p>
<p>Tuahman menyebutkan, pihaknya sudah menurunkan petugas untuk bisa menangkap hewan buas itu. Pihaknya juga meminta masyarakat supaya menghindari konflik dengan harimau yang berkeliaran itu.</p>
<p>sumber: beritasatu.com</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/harimau-berkeliaran-di-sekitar-gunung-sibayak/">Harimau Berkeliaran di Sekitar Gunung Sibayak</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Bersama Relawan Reptil Tangkap Buaya Muara di Aliran Sungai Deli </title>
		<link>https://sln70-news.com/warga-bersama-relawan-reptil-tangkap-buaya-muara-di-aliran-sungai-deli/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2020 15:33:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SATWA]]></category>
		<category><![CDATA[Aliran Sungai Deli]]></category>
		<category><![CDATA[Relawan Reptil]]></category>
		<category><![CDATA[Tangkap Buaya Muara]]></category>
		<category><![CDATA[Warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=2434</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDAN, sln70-news.com &#8211; Setelah tiga hari pencarian, warga bersama relawan reptil berhasil menangkap seekor buaya muara yang kerap muncul di aliran Sungai Deli, Jumat (4/9) <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/warga-bersama-relawan-reptil-tangkap-buaya-muara-di-aliran-sungai-deli/" title="Warga Bersama Relawan Reptil Tangkap Buaya Muara di Aliran Sungai Deli " itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/warga-bersama-relawan-reptil-tangkap-buaya-muara-di-aliran-sungai-deli/">Warga Bersama Relawan Reptil Tangkap Buaya Muara di Aliran Sungai Deli </a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_2435" aria-describedby="caption-attachment-2435" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2435 size-large" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG-20200905-WA0020-1024x512.jpg" alt="" width="640" height="320" srcset="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG-20200905-WA0020-1024x512.jpg 1024w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG-20200905-WA0020-300x150.jpg 300w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG-20200905-WA0020-768x384.jpg 768w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG-20200905-WA0020.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-2435" class="wp-caption-text">Istimewa/sln70-news.com</figcaption></figure>
<p dir="ltr">MEDAN, <a href="http://sln70-news.com">sln70-news.com</a> &#8211; Setelah tiga hari pencarian, warga bersama relawan reptil berhasil menangkap seekor buaya muara yang kerap muncul di aliran Sungai Deli, Jumat (4/9) kemarin malam.</p>
<p dir="ltr">Penangkapan buaya muara dengan panjang lebih dari satu meter ini, ditangkap secara beramai-ramai dengan mengunakan jaring ikan, ketika muncul ke permukaan sungai untuk mencari makan.</p>
<p dir="ltr">Warga yang melihat kemunculan tubuh buaya,  langsung menjaringnya dan kemudian mengevakuasinya  keatas sungai.</p>
<p dir="ltr">Sebelumnya buaya muara ini sempat membuat warga sekitar resah, karena kerap muncul ke permukaan sungai pada pagi dan sore hari, dan selalu naik ke darat dekat tempat aktivitas warga untuk mencari ikan.</p>
<p dir="ltr">Setelah buaya ini diikat dan matanya ditutup, kemudian warga mengantarkannya ke pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara, untuk ditampung di penangkaran buaya.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Akhirnya pada malam hari itu, ketika kami mau memutuskan untuk menunda penangkapan terlebih dahulu, dia muncul di bawah pepohonan bambu.Dengan bantuan seorang warga sekitar juga yang punya sentir yang lumayan terang akhirnya tertangkap,&#8221; ujar perwakilan dari Labosude, Budi. (red)</p>
<p dir="ltr">Berikut video yang diterima redaksi sln70-news.com:</p>
<div style="width: 640px;" class="wp-video"><!--[if lt IE 9]><script>document.createElement('video');</script><![endif]-->
<video class="wp-video-shortcode" id="video-2434-1" width="640" height="352" preload="metadata" controls="controls"><source type="video/mp4" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/09/VID-20200905-WA0026.mp4?_=1" /><a href="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/09/VID-20200905-WA0026.mp4">https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/09/VID-20200905-WA0026.mp4</a></video></div>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/warga-bersama-relawan-reptil-tangkap-buaya-muara-di-aliran-sungai-deli/">Warga Bersama Relawan Reptil Tangkap Buaya Muara di Aliran Sungai Deli </a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/09/VID-20200905-WA0026.mp4" length="8251289" type="video/mp4" />

			</item>
		<item>
		<title>Heboh Ikan Mas &#8216;Raksasa&#8217; Ditangkap Di Danau Toba, Warga Khawatir Akan Ada Musibah</title>
		<link>https://sln70-news.com/heboh-ikan-mas-raksasa-ditangkap-di-danau-toba-warga-khawatir-akan-ada-musibah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2020 06:08:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SATWA]]></category>
		<category><![CDATA[Akan Ada Musibah]]></category>
		<category><![CDATA[Ditangkap Di Danau Toba]]></category>
		<category><![CDATA[Heboh Ikan Mas Raksasa]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Khawatir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=1979</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; sln70-news.com &#8211; Seekor ikan mas berukuran raksasa berhasil ditangkap oleh seorang warga di Tao Silalahi, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Penangkapan ini diketahui dari video <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/heboh-ikan-mas-raksasa-ditangkap-di-danau-toba-warga-khawatir-akan-ada-musibah/" title="Heboh Ikan Mas &#8216;Raksasa&#8217; Ditangkap Di Danau Toba, Warga Khawatir Akan Ada Musibah" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/heboh-ikan-mas-raksasa-ditangkap-di-danau-toba-warga-khawatir-akan-ada-musibah/">Heboh Ikan Mas &#8216;Raksasa&#8217; Ditangkap Di Danau Toba, Warga Khawatir Akan Ada Musibah</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_1980" aria-describedby="caption-attachment-1980" style="width: 640px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-1980 size-large" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200812_064018-1024x721.jpg" alt="" width="640" height="451" srcset="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200812_064018-1024x721.jpg 1024w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200812_064018-300x211.jpg 300w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200812_064018-768x541.jpg 768w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200812_064018.jpg 1061w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-1980" class="wp-caption-text">Foto: facebook/Juliarson Saragih (screenshoot)</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p dir="ltr"><a href="http://sln70-news.com">sln70-news.com</a> &#8211; Seekor ikan mas berukuran raksasa berhasil ditangkap oleh seorang warga di Tao Silalahi, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Penangkapan ini diketahui dari video viral di media sosial hingga menuai beragam komentar dari warganet.</p>
<p dir="ltr">Dalam video tersebut, terlihat ikan berukuran sangat besar hingga tampak harus dipeluk oleh warga yang hendak mengabadikan fotonya. &#8220;Berhasil mendarat dengan sempurna ikan mas 15 kg,&#8221; tulis pengguna Facebook yang juga merupakan pemancing ikan mas itu.</p>
<p dir="ltr">Dalam video itu terlihat Juliarson bersama beberapa rekannya tengah memancing di Danau Toba. Video detik-detik penangkapan ini viral di media Facebook. Sontak, beragam masukan dari pengguna Facebook lainnya turut membanjiri kolom komentar.</p>
<p dir="ltr">Tak sedikit warganet yang menyarankan agar ikan tersebut dikembalikan ke tempat asalnya. Mereka khawatir jika ikan tersebut tak dikembalikan akan bisa menyebabkan bencana.</p>
<p dir="ltr">Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, hal serupa pernah terjadi sebelum peristiwa tragedi KM Sinar Bangun pada pertengahan 2018 lalu. Kala itu, seorang warga mendapat ikan mas raksasa. Berat ikan ini ditaksir mencapai 13,5 kilogram.</p>
<p dir="ltr">Setelah penangkapan ikan ini, peristiwa nahas pun terjadi dengan tenggelamnya KM Sinar Bangun. Tragedi ini menewaskan ratusan orang.</p>
<p dir="ltr">Tak pelak, warganet pun menilai jika sebaiknya ikan mas yang baru-baru ini ditangkap dikembalikan saja ke Danau Toba untuk menghindari hal serupa. Tak sedikit orang yang beranggapan jika ikan mas tersebut merupakan tanda musibah.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Jadi ingat kejadian-kejadian di Danau Toba yang katanya berawal dari dapatnya ikan mas yang gede berujung bencana,&#8221; ujar salah satu warganet. &#8220;Sebaiknya dilepas aja bang. Kasihan juga ikannya.&#8221;</p>
<p dir="ltr">Selain karena anggapan khawatir muncul bencana, alasan warganet minta ikan tersebut dilepasliarkan adalah karena kasihan. Ikan sebesar itu jika dibiarkan di alam lepas akan bisa berkembang biak lebih banyak lagi sehingga baik untuk kelestarian alam.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kalau saya bagusnya dilepas aja udah segitu besarnya lagian sebentar lagi bertelur itu,&#8221; sebut warganet. &#8220;Jadi, bisa dilestarikan biar makin banyak bibit ikan masnya tambah.&#8221;</p>
<p dir="ltr">sumber: <a href="http://wowkeren.com">wowkeren.com</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/heboh-ikan-mas-raksasa-ditangkap-di-danau-toba-warga-khawatir-akan-ada-musibah/">Heboh Ikan Mas &#8216;Raksasa&#8217; Ditangkap Di Danau Toba, Warga Khawatir Akan Ada Musibah</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gambaran Menyedihkan Harimau Sumatera Mati di Perkebunan Rakyat Aceh</title>
		<link>https://sln70-news.com/gambaran-menyedihkan-harimau-sumatera-mati-di-perkebunan-rakyat-aceh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2020 03:54:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SATWA]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[di Perkebunan]]></category>
		<category><![CDATA[Gambaran]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[Mati]]></category>
		<category><![CDATA[Menyedihkan]]></category>
		<category><![CDATA[Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=992</guid>

					<description><![CDATA[<p>ACEH, sln70-news.com &#8211; Seekor harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) ditemukan mati di Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/gambaran-menyedihkan-harimau-sumatera-mati-di-perkebunan-rakyat-aceh/" title="Gambaran Menyedihkan Harimau Sumatera Mati di Perkebunan Rakyat Aceh" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/gambaran-menyedihkan-harimau-sumatera-mati-di-perkebunan-rakyat-aceh/">Gambaran Menyedihkan Harimau Sumatera Mati di Perkebunan Rakyat Aceh</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_994" aria-describedby="caption-attachment-994" style="width: 375px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-994 size-full" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/HARIMAU-1.jpg" alt="" width="375" height="211" srcset="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/HARIMAU-1.jpg 375w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/HARIMAU-1-300x169.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 375px) 100vw, 375px" /><figcaption id="caption-attachment-994" class="wp-caption-text">foto: BBC Indonesia</figcaption></figure>
<p>ACEH, sln70-news.com &#8211; Seekor harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) ditemukan mati di Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh.</p>
<p>Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Arianto, mengatakan bangkai harimau Sumatera tersebut ditemukan di perkebunan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Harimau Sumatera tersebut ditemukan mati di perkebunan masyarakat pada Senin sekitar pukul 06.30 WIB. Lokasi penemuan di Kapa Seusak, Trumon Timur, Aceh Selatan,&#8221; kata Agus Arianto di Banda Aceh kepada kantor berita Antara.</p>
<p>Agus menyebutkan pihaknya belum mengetahui penyebab kematian satwa dilindungi tersebut. BKSDA sudah menurunkan tim nekropsi untuk mengetahui penyebab kematian.</p>
<p>&#8220;Jenis kelamin diketahui betina. Namun, usia harimau Sumatera tersebut belum diketahui. Setelah pemeriksaan tim nekropsi baru diketahui semuanya,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Bangkai harimau tersebut ditemukan setelah petugas Seksi Konservasi Wilayah 2 dan Resor Konservasi Wilayah 16 Trumon, Aceh Selatan mendapat laporan adanya hewan ternak masyarakat dimangsa harimau.</p>
<p>Atas laporan tersebut, kata Agus, petugas konservasi bersama mitra dan kepolisian mengecek lokasi ternak masyarakat dimangsa harimau.</p>
<p>Di lokasi, ditemukan tapak kaki harimau dan enam bangkai kambing dalam kondisi tidak utuh. Petugas bersama mitra kemudian memasang sejumlah kamera untuk melihat pergerakan harimau.</p>
<p>&#8220;Saat mengambil rekaman kamera yang dipasang sehari sebelumnya, tim menemukan seekor harimau telah mati. Penyebab kematian baru diketahui berdasarkan hasil nekropsi nanti,&#8221; kata Agus.</p>
<p>Agus menambahkan, keberadaan harimau yang masuk ke lokasi perkebunan lantaran adanya perubahan kawasan hutan menjadi area hutan produksi atau Area Penggunaan Lain (APL). Harimau pun kehilangan habitatnya dan daerah pelintasan.</p>
<p>&#8220;Kami mengimbau semua lapisan masyarakat untuk tidak melakukan penanganan konflik satwa liar dan manusia dengan cara-cara yang bertentangan dengan peraturan perundangan yang berlaku,&#8221; jelasnya.</p>
<p>BKSDA Aceh telah mencatat delapan kasus konflik harimau dan manusia dalam periode waktu kurang dari tiga bulan sejak Januari sampai Maret 2020. Angka ini dianggap tinggi, mengingat sepanjang tahun 2019 badan tersebut mencatat sembilan kasus.</p>
<p>Data dari Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh (HAkA), menyebutkan rata-rata 1.200 ha hutan di Aceh rusak setiap bulannya. Secara akumulatif, dalam tahun 2019 tercatat seluas 15.140 ha hutan beralih fungsi menjadi kelapa sawit dan lainnya.</p>
<p>Di Indonesia, jumlah harimau Sumatera hanya tersisa kurang dari 400 ekor, meski langkah pemerintah untuk menaikkan populasi harimau sudah dimulai sejak 2010 lalu.</p>
<p>Berdasarkan penelitian yang dilakukan secara berkala, lembaga konservasi lingkungan hidup World Wildlife Fund, WWF, memprediksi jumlah harimau Sumatera terus menurun.</p>
<p>sumber: viva.co.id</p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/gambaran-menyedihkan-harimau-sumatera-mati-di-perkebunan-rakyat-aceh/">Gambaran Menyedihkan Harimau Sumatera Mati di Perkebunan Rakyat Aceh</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hore! Medan Zoo Dibuka 1 Juli, Lansia dan Balita Dilarang Masuk</title>
		<link>https://sln70-news.com/hore-medan-zoo-dibuka-1-juli-lansia-dan-balita-dilarang-masuk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2020 09:17:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SATWA]]></category>
		<category><![CDATA[1 Juli]]></category>
		<category><![CDATA[Balita]]></category>
		<category><![CDATA[Dibuka]]></category>
		<category><![CDATA[Dilarang]]></category>
		<category><![CDATA[Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[Masuk]]></category>
		<category><![CDATA[Medan Zoo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=835</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDAN, sln70-news.com &#8211; PD Pembangunan Kota Medan berencana membuka kembali operasional Medan Zoo atau Kebun Binatang Medan pada 1 Juli 2020 seiring akan diberlakukannya New <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/hore-medan-zoo-dibuka-1-juli-lansia-dan-balita-dilarang-masuk/" title="Hore! Medan Zoo Dibuka 1 Juli, Lansia dan Balita Dilarang Masuk" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/hore-medan-zoo-dibuka-1-juli-lansia-dan-balita-dilarang-masuk/">Hore! Medan Zoo Dibuka 1 Juli, Lansia dan Balita Dilarang Masuk</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_836" aria-describedby="caption-attachment-836" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-836 size-full" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/MEDAN-ZOO.jpg" alt="" width="650" height="320" srcset="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/MEDAN-ZOO.jpg 650w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/MEDAN-ZOO-300x148.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px" /><figcaption id="caption-attachment-836" class="wp-caption-text">Foto: istimewa</figcaption></figure>
<p>MEDAN, sln70-news.com &#8211; PD Pembangunan Kota Medan berencana membuka kembali operasional Medan Zoo atau Kebun Binatang Medan pada 1 Juli 2020 seiring akan diberlakukannya New Normal di Provinsi Sumut.</p>
<p>&#8220;Rencananya begitu (1 Juli) buka kembali, tapi besok (Senin) akan kita finalisasi dulu tentang kesiapan operasional setelah tutup beberapa bulan karena pandemi covid-19,&#8221; ujar Dirut PD Pembangunan Kota Medan, Putrama Al Khairi, Minggu (28/6/2020).</p>
<p>&#8220;Polisi, TNI, Dinas Kesehatan sudah kita koordinasikan atau diberitahu melalui surat resmi tentang rencana pembukaan Medan Zoo. Beberapa hal teknis perlu dimatangkan lagi, salah satunya kesiapan petugas ketika terjadi kerumunan dan sebagainya,&#8221; imbuhnya lagi.</p>
<p>Meski kembali buka, kata dia, protokol kesehatan tetap akan diberlakukan di Medan Zoo nantinya. Di mana, setiap pengunjung diwajibkan menggunakan masker dan melakukan physical distancing atau jaga jarak.</p>
<p>&#8220;Balita (5 tahun ke bawah) dan lansia (60 tahun ke atas) di larang masuk, tidak diperkenankan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sejauh ini, lanjut dia, belum ada rencana pembatasan jumlah pengunjung. Sebab, belum diketahui apakah minat masyarakat datang ke Medan Zoo di tengah pandemi covid-19 tinggi atau justru sebaliknya.</p>
<p>sumber: medanbisnisdaily.com</p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/hore-medan-zoo-dibuka-1-juli-lansia-dan-balita-dilarang-masuk/">Hore! Medan Zoo Dibuka 1 Juli, Lansia dan Balita Dilarang Masuk</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
