Pedemo yang bernama Mya Thwate Khaing itu meninggal dunia setelah dirawat beberapa hari akibat luka yang diderita.
Perempuan berusia 20 tahun itu tertembak ketika ikut berunjuk rasa menentang kudeta yang dilakukan militer Myanmar pada 1 Februari.
Aksi demo diketahui semakin meluas sejak kudeta militer berlangsung di Myanmar pada 1 Februari lalu.
Aparat keamanan Myanmar juga dilaporkan mengerahkan banyak kendaraan lapis baja ke kota-kota besar seperti Yangon, Myitkyina, dan Sittwe demi membendung protes anti-kudeta.
Melalui video yang beredar di Facebook, para pasukan keamanan terlihat melontarkan sejumlah tembakan demi membubarkan pengunjuk rasa di sebuah situs pembangkit listrik di Myitkyina, Negara Bagian Kachin, pada Minggu (14/2).
sumber: cnnindonesia.com






