oleh

Untung Liverpool Jual Coutinho

-Olahraga-0 views
Untung Liverpool Jual Coutinho (David Ramos/Getty Images)

LIVERPOOL, sln70-news.com – Kesuksesan Liverpool menjuarai trofi Liga Inggris musim ini dan Liga Champions musim lalu, tak lepas dari keputusan menjual Philippe Coutinho. Maksudnya?

Liverpool merengkuh trofi Liga Inggris setelah penantian 30 tahun lamanya. Kamis dini hari WIB (23/7/2020) kemari, Jordan Henderson sang kapten mengangkat trofinya di Anfield setelah mengandaskan Chelsea 5-3.

Sebenarnya sejak akhir bulan Juni kemarin, Liverpool sudah mengunci trofi tersebut. Itu didapat setelah Chelsea mengandaskan Manchester City dan membuat perolehan poin Liverpool tak terkejar oleh The Citizens.

Graeme Souness, legenda Liverpool yang merupakan pundit sepakbola Sky Sports mengatakan, kunci keberhasilan The Reds dua musim terakhir ini tak lepas dari penjualan Philippe Coutinho ke Barcelona di tahun 2018.

BACA JUGA:  Barcelona Gagal Menang, Setien Mulai Gamang

Philippe Coutinho dibayar mahal seharga 143 juta poundsterling atau setara Rp 2,6 triliun. Lalu uangnya, diputar oleh Liverpool untuk membenahi lini pertahanan dengan membeli Virgil Van Dijk dan kiper Alisson Becker.

“Itu adalah bisnis terbaik Liverpool dan menjadi rahasia kesuksesan mereka. Coutinho dijual mahal, lalu mendatangkan pemain yang kuat di jantung pertahanan,” ujar Souness.

Souness menambahkan, manajer Juergen Klopp jeli dengan tahu apa yang dibutuhkan tim. Di lini depan ada trio ‘Firmansah’ alias Firmino, mane, dan Salah yang begitu tajam.

BACA JUGA:  Marc Marquez Fit Balapan di MotoGP Andalusia!

Di tengah, ada Jordan Henderson, Fabinho, dan Georginio Wijnaldum yang memberikan keseimbangan. Sedangkan pos bek tengah, memang butuh seorang sosok yang tangguh dan itu ada dalam diri Virgil van Dijk. Sedangkan Alisson, merupakan kiper yang juga kuat untuk menjaga gawang.

“Klopp tahu apa yang dia butuhkan. Dia adalah seorang yang sangat profesional,” terang Souness yang pernah meraih lima trofi Premier League.

“Klopp juga membawa timnya konsisten. Punya modal bagus dan konsisten, akhirnya Liverpool bisa seperti sekarang ini,” tutupnya. dtc