MEDAN, sln70-news.com – Pengurus Persatuan Pedagang Pasar Kwala Bekala (P3KB) beberkan kondisi pasar Kwala Bekala yang saat ini memprihatinkan. Dihadapan Komisi III DPRD Medan, Sekretaris P3KB Ferdi Sembiring menyampaikan, situasi itu udah lama namun tidak ada perhatian PUD Pasar Kota Medan.
“Pasar Kwala Bekala sudah lama rusak tak kunjung diperbaiki Pemko Medan ataupun PUD Pasar. Infrastruktur sangat buruk, selalu banjir, becek dan kumuh,” terang Ferdi Sembiring didampingi pengurus lainnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi III DPRD Medan, Selasa (31/10/2023).
Akibat buruknya pengelolaan Pasar Kwala Bekala, pembeli malas datang ke pasar. Sehingga mangakibatkan pasar selalu sepi dan berdampak banyak tutup. “Kondisi ini sudah cukup lama, kita minta perbaikan drainase dan infrastruktur lainnya tapi tidak pernah digubris,” kesal Ferdi.
Menanggapi keluhan pedagang, anggota komisi Edward Hutabarat mengaku prihatin dan merasa malu melihat kondisi pasar Kwala Bekala. Edward mendesak Pemko Medan segera melakukan perbaikan pasar.
“Pembangunan itu jangan hanya perbaikan badan jalan saja. Kita dorong segera perbaikan, kondisi pasar memang parah, saya sendiri sudah saksikan,” kata Edward.
Sementara itu anggota DPRD Medan Eka Suranta Meliala (Dico) yang ikut mrndampingi pedagang minta kebijakan PUD Pasar untuk melakukan perbaikan dan penataan.
Sementara itu Dirut PUD Pasar Kota Medan Swarno membenarkan keluhan pedagang terkait infrastruktur buruk. Terkait itu, Swarno menyebut sudah 3 kali menyurati Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Kontruksi (SDABMBK) untuk perbaikan namun belum terpenuhi.
Untuk itu, Swarno pun minta dukungan komisi III DPRD Medan agar percepatan perbaikan terealisasi. Pihaknya pun akan melakukan penataan dan tertib pedagang sesuai zonasi.
Disampaikan Swarno, Pasar Kwala Bekala dengan luas 1,2 Ha terdapat 668 kios. Dan yang buka hanya 374 kios pedagang.(adl)






