oleh

Ini yang Bikin Jokowi Kesal saat Rapat

-POLITIK-1 views
Foto: Gestur dan ekspresi Presiden Jokowi (Tangkapan layar video Setpres RI/YouTube)

 

JAKARTA, sln70-news.com – Hari ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menunjukkan kekesalannya. Kali ini dia geram soal pemberian insentif kepada tenaga kesehatan yang menangani COVID-19. Dia menilai prosesnya terlalu berbelit-belit. Untuk itu dia minta agar pencairan insentif untuk tenaga medis dipercepat.

“Selanjutnya saya minta agar pembayaran reimbursement untuk pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan COVID ini dipercepat pencairannya,” ujarnya saat membuka rapat terbatas pagi ini di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/6/2020).

Jokowi tidak ingin ada tenaga medis yang mengeluhkan sulitnya pencairan insentif mulai dari uang tambahan tambahan hingga uang santunan kematian. Jika ada prosedur yang berbelit, dia minta segera dipangkas.

BACA JUGA:  Keren! Lukisan Ciamik Ini Karya Napi Narkoba

“Misalnya yang meninggal itu harus segera di apa itu, bantuan santunan itu harus mestinya begitu meninggal bantuan santunan harus keluar. Prosedurnya di Kementerian Kesehatan betul-betul bisa dipotong. Jangan sampai bertele-bertele. Kalau aturan di permennya berbelit-belit ya disederhanakan,” tegasnya.

Menurut catatan berita detikcom, insentif yang dijanjikan pemerintah adalah insentif bulanan. Artinya tenaga medis akan mendapatkan tambahan pemasukan setiap bulannya dari pemerintah.
Tenaga medis yang menerima insentif di antaranya dokter spesialis Rp 15 juta, dokter umum dan dokter gigi Rp 10 juta, bidan dan perawat Rp 7,5 juta dan tenaga medis lain Rp 5 juta.

BACA JUGA:  Dukung Pelaksanaan Coklit, PPDP Diminta Terapkan Protokol Kesehatan

Tidak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan santunan kematian kepada tenaga medis yang gugur sebesar Rp 300 juta. Santunan ini hanya berlaku untuk daerah yang sudah dinyatakan tanggap darurat.

Anggaran untuk insentif tenaga kesehatan sendiri disiapkan dua saluran. Pertama pemerintah mengalokasikan dana Rp 3,7 triliun secara bertahap melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Anggaran itu untuk insentif tenaga kesehatan di daerah.

Sementara untuk tenaga kesehatan di wilayah pusat dilakukan melalui anggaran melalui Kemenkes anggarannya mencapai Rp 1,9 triliun. Selain itu disiapkan juga santunan kematian sebesar Rp 60 miliar.

sumber:detik.com