<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gara-Gara Archives - SLN70-News</title>
	<atom:link href="https://sln70-news.com/tag/gara-gara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sln70-news.com/tag/gara-gara/</link>
	<description>KONEKTIFITAS DINAMIKA INFORMASI</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Jul 2020 02:18:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2021/01/LOGO-OK-150x105.jpg</url>
	<title>Gara-Gara Archives - SLN70-News</title>
	<link>https://sln70-news.com/tag/gara-gara/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gara-gara Tahi Ayam, Tetangga Bangun Tembok Setinggi 1 Meter di Depan Rumah Wisnu</title>
		<link>https://sln70-news.com/gara-gara-tahi-ayam-tetangga-bangun-tembok-setinggi-1-meter-di-depan-rumah-wisnu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2020 02:18:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HUKUM & KRIMINAL]]></category>
		<category><![CDATA[Bangun Tembok]]></category>
		<category><![CDATA[di Depan Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Gara-Gara]]></category>
		<category><![CDATA[Setinggi 1 Meter]]></category>
		<category><![CDATA[Tahi Ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Tetangga]]></category>
		<category><![CDATA[Wisnu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=1754</guid>

					<description><![CDATA[<p>PONOROGO, sln70-news.com &#8211; Wisnu Widodo, warga Desa Gandukepuh, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terpaksa melompati tembok setinggi satu meter untuk bisa masuk dan keluar <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/gara-gara-tahi-ayam-tetangga-bangun-tembok-setinggi-1-meter-di-depan-rumah-wisnu/" title="Gara-gara Tahi Ayam, Tetangga Bangun Tembok Setinggi 1 Meter di Depan Rumah Wisnu" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/gara-gara-tahi-ayam-tetangga-bangun-tembok-setinggi-1-meter-di-depan-rumah-wisnu/">Gara-gara Tahi Ayam, Tetangga Bangun Tembok Setinggi 1 Meter di Depan Rumah Wisnu</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_1755" aria-describedby="caption-attachment-1755" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-1755 size-full" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/TAHI-AYAM.jpg" alt="" width="750" height="500" srcset="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/TAHI-AYAM.jpg 750w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/TAHI-AYAM-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /><figcaption id="caption-attachment-1755" class="wp-caption-text">Rumah Wisnu Widodo di Kabupaten Ponorogo yang dipagar oleh tetangganya dengan tembok bata setinggi 1 meter karena sering menginjak tahi ayam.Meski pengadilan Negeri Ponorogo memenangkan pihak Wisnu, namun Mistun masih engan membongkar tembok.(KOMPAS.COM/MITA)</figcaption></figure>
<p>PONOROGO, sln70-news.com &#8211; Wisnu Widodo, warga Desa Gandukepuh, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terpaksa melompati tembok setinggi satu meter untuk bisa masuk dan keluar dari rumahnya.</p>
<p>Wisnu menyebut, tembok itu dibangun tetangganya berinisial M. Padahal, tembok itu dibangun di atas lahan milik desa. Tapi, M mengklaim tembok itu dibangun di atas lahan miliknya.</p>
<p>&#8220;Pagar tembok itu dibangun sejak tahun 2017 lalu,&#8221; kata Wisnu saat dihubungi, Jumat (24/7/2020).</p>
<p>Pagar tembok itu membuat Widodo kesulitan untuk masuk dan keluar rumah. Ia terpaksa menggunakan kursi kayu sebagai pijakan untuk melompati tembok itu.</p>
<p>Sebenarnya, ada akses alternatif yang bisa dilewati Wisnu tanpa harus melompati tembok tersebut. Tapi, jalur alternatif yang merupakan gang di samping rumahnya itu hanya selebar badan orang dewasa.</p>
<p>&#8220;Ya sulit kalau begitu mau masuk rumah,” imbuhnya. Gara-gara tahi ayam Kepala Desa Gandukepuh Suroso mengatakan, masalah pembangunan pagar tembok itu disebabkan masalah sepele.</p>
<p>Suroso menceritakan, Wisnu memelihara ayam pada 2016. Saat itu, M bersama suaminya sering menginjak tahi ayam saat melewati jalanan di depan rumah Wisnu.Karena kesal, M membangun pagar tembok di depan rumah Wisnu pada 2017.</p>
<p>“M sama suaminya lewat kadang kadang mlecoki telek (menginjak tahi ayam) yang memicu masalah. Akhirnya ya dipagar itu,” kata Suroso.</p>
<p>Pemerintah desa telah beberapa kali memediasi kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah pembangunan pagar tembok itu. Sebab, Suroso mengatakan, pagar tembok itu di bangun di atas lahan milik desa. Lahan itu tak bisa diklaim sebagai hak milik.</p>
<p>Pihak desa juga menyarankan M memberikan jalan di depan rumah Wisnu. Tapi saran itu ditolak.&#8221;Bersikukuh si M, merasa kalau itu haknya,&#8221; kata Suroso.</p>
<p><strong>Dibawa ke pengadilan</strong></p>
<p>Masalah pembangunan pagar tembok ini juga dibawa ke meja hijau. Pengadilan memenangkan Wisnu karena dirugikan atas pembangunan pagar tembok setinggi satu meter itu. Suroso pun telah memberikan surat dari pengadilan kepada M. Tapi, tetap saja tak ada tindakan.</p>
<p>&#8220;Ketika surat pengadilan saya kasih, dengar-dengar mau banding si M,&#8221; kata dia.</p>
<p>Nasib Wisnu yang terpaksa melompati pagar untuk memasuki rumah ini terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial. Dalam video itu, terlihat Wisnu yang berprofesi sebagai tukang pijat kesulitan setiap hari haru melompati pagar di depan rumahnya.</p>
<p>sumber: kompas.com</p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/gara-gara-tahi-ayam-tetangga-bangun-tembok-setinggi-1-meter-di-depan-rumah-wisnu/">Gara-gara Tahi Ayam, Tetangga Bangun Tembok Setinggi 1 Meter di Depan Rumah Wisnu</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gara-Gara Uang Kutipan SPSI, Jamaluddin Tewas Ditikam Purnama</title>
		<link>https://sln70-news.com/gara-gara-uang-kutipan-spsi-jamaluddin-tewas-ditikam-purnama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2020 03:22:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HUKUM & KRIMINAL]]></category>
		<category><![CDATA[Ditikam]]></category>
		<category><![CDATA[Gara-Gara]]></category>
		<category><![CDATA[Jamaluddin]]></category>
		<category><![CDATA[Kutipan]]></category>
		<category><![CDATA[Purnama]]></category>
		<category><![CDATA[SPSI]]></category>
		<category><![CDATA[Tewas]]></category>
		<category><![CDATA[Uang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=687</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; DELITUA, sln70-news.com &#8211; Jamaluddin Bangun (38), Warga Desa Cinta Dame, Kec Patumbak tewas ditikam oleh rekannya sendiri. Korban meregang nyawa meski sempat dilarikan ke <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/gara-gara-uang-kutipan-spsi-jamaluddin-tewas-ditikam-purnama/" title="Gara-Gara Uang Kutipan SPSI, Jamaluddin Tewas Ditikam Purnama" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/gara-gara-uang-kutipan-spsi-jamaluddin-tewas-ditikam-purnama/">Gara-Gara Uang Kutipan SPSI, Jamaluddin Tewas Ditikam Purnama</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_688" aria-describedby="caption-attachment-688" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-688 size-large" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200625_101232-1024x1024.jpg" alt="" width="640" height="640" srcset="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200625_101232-1024x1024.jpg 1024w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200625_101232-300x300.jpg 300w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200625_101232-150x150.jpg 150w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200625_101232-768x768.jpg 768w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200625_101232-1536x1536.jpg 1536w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200625_101232.jpg 1920w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-688" class="wp-caption-text">Korban (kiri) dan Pelaku (kanan)</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p dir="ltr">DELITUA, <a href="http://sln70-news.com">sln70-news.com</a> &#8211; Jamaluddin Bangun (38), Warga Desa Cinta Dame, Kec Patumbak tewas ditikam oleh rekannya sendiri. Korban meregang nyawa meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Sembiring, Rabu (25/6/2020) malam.</p>
<p dir="ltr">Informasi diperoleh menyebutkan,<br />
permasalahan membuat korban tewas dilatarbelakangi pengutipan uang SPSI.</p>
<p dir="ltr">Dugaan sementara, adanya perselisihan dalam pengutipan menimbulkan pertanyaan bagi pelaku, Purnama Barus (45), Warga Jln Argadusema, Kel Delitua Timur, Kec Delitua.</p>
<p dir="ltr">Mereka bertemu di depan kedai kopi Wak Min di Jln Stasiun, Kel Delitua Timur, Kec Delitua. Keduanya sempat adu mulut hingga terjadi penikaman. Akibatnya dada sebelah kiri korban mengalami luka tusuk.</p>
<p dir="ltr">Petugas kepolisian dari Polsek Delitua, yang mendapatkan laporan langsung dari keluarga korban turun ke lokasi, guna memintai keterangan saksi dan mengamankan barang bukti.</p>
<p dir="ltr">Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), selanjutnya petugas mencari keberadaan pelaku. Tak berselang waktu lama, Unit Reskrim Polsek Delitua menangkap Pelaku dan membawanya ke Polsek Delitua untuk proses sidik.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Saat ini, polisi masih memeriksa pelaku,&#8221; ucap keluarga korban, Ayem. (adl)</p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/gara-gara-uang-kutipan-spsi-jamaluddin-tewas-ditikam-purnama/">Gara-Gara Uang Kutipan SPSI, Jamaluddin Tewas Ditikam Purnama</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
