Warga Guntingsaga Labura Demo Kematian RM, Antrean ‘Mengular’ di Jalinsum

Sumut21 Dilihat
banner 468x60
ist

LABURA, sln70-news.com – Warga melakukan demonstrasi dan membakar ban bekas di Jalinsum Guntingsaga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumut, Sabtu (26/9/2020) dan mengakibatkan antrean panjang hingga sekitar 7 kilometer.

Aksi tersebut dilakukan atas kematian RM, warga Kelurahan Guntingsaga yang sebelumnya diamankan pihak berwajib.

banner 336x280

“Masyarakat memprotes atas kematian salah satu warga yang diduga melakukan pungli. Warga itu pergi ke Siborong-borong. Pihak keluarga telah memberi tahu bahwa yang bersangkutan ke sana. Tapi mengapa pulang telah jadi mayat? Itu yang dipertanyakan warga,” kata Iwan Nasution (48), warga Kelurahan Bandar Durian. Iwan menjelaskan, antrean sudah sampai ke Desa Siamporik, sekitar 7 kilometer dari Aekkanopan.

BACA JUGA:  BPN Berikan 1.000 Sertifikat Tanah Objek Landreform

Informasi yang dihimpun, sebelumnya salah seorang anggota Polsek Kualuh Hulu disebut-sebut tertembak di bagian perut saat mengamankan pelaku pungutan liar (pungli). Saat itu, ia hendak menangkapnya di Jalan Lintas Sumatera. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius di perut dan harus dirawat di rumah sakit. Peristiwa itu terjadi Rabu (23/9/2020) sekitar pukul 23.00 WIB di Perkebunan Membang Muda, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

BACA JUGA:  Kasat Intel Polres Sergai Dicopot karena Gelar Resepsi Pernikahan

Dikabarkan, korban tersebut melakukan patroli bersama seorang rekannya. Dalam patroli tersebut, terdapat informasi dua orang pelaku melakukan pungutan liar kepada kendaraan yang melintas di Jalinsum.

Usai kejadian tertembaknya bagian perut anggota Polsek Kualuh Hulu itu dan dilakukan perawatan di RS Bhayangkara di Medan dan operasi pengangkatan proyektil, kini kondisinya disebut telah stabil.

sumber: medanbisnisdaily.com

banner 336x280