oleh

Trump Positif Corona, Ujung dari Sikap Remehkan Pandemi

Trump Positif COVID-19, Ujung Dari Sikap Anggap Remeh Pandemi (Foto: AP Photo)

JAKARTA, sln70-news.com – Presiden AS Donald Trump positif Corona. Ini seperti menjadi ujung dari sikapnya yang dinilai memandang pandemi sebelah mata.

Kabar Trump positif Corona tentu bikin kaget semua orang. Apalagi pengumuman ini hanya sehari setelah Trump melakukan debat capres AS melawan Joe Biden.

Kejadian ini menambah panjang daftar drama Trump terkait pandemi Corona seperti dihimpun detikINET, Jumat (2/10/2020). Sikapnya yang cenderung menganggap enteng sains, riset dan pandemi Corona, dikritik banyak orang.

Inilah daftar kejadian Trump yang memandang enteng pandemi Corona dan sains:

1. Yakin Corona hilang saat musim semi dan musim panas

Sejak awal pandemi Corona, sikap Trump memang memandang remeh. Pada 11 Februari 2020, dia mengatakan cuaca hangat akan melemahkan Virus Corona. Dia memperkirakan virus Corona akan hilang pada April 2020.

“Panasnya (cuaca) biasanya (bisa) membunuh virus semacam ini,” ungkapnya yang dikutip dari CNN.

Para ilmuwan langsung protes. Terbukti kan, sampai Oktober 2020, virus Corona masih merajalela. Dalam debat pilpres AS, capres Joe Biden pun menyindir sikapnya yang memandang remeh data ilmiah dan pandemi Corona.

“Ini adalah pria yang memberitahu kalian bahwa Paskah (kemarin), virus Corona akan pergi oleh cuaca hangat. Virus Corona akan pergi, seperti sebuah keajaiban” sindir Biden. Benar saja, hari ini Donald Trump positif Corona.

2. Ingin cepat-cepat buka lockdown

Di awal-awal pandemi Corona, Donald Trump tidak mendukung lockdown. Hal itu menyebabkan dia bergesekan dengan pemerintah negara bagian di New York, New Jersey dan California. Trump tidak ingin lockdown berlangsung lama, seperti dia katakan pada 25 Maret 2020.

Pendiri Microsoft Bill Gates mengkritik sikapnya itu. Akhirnya terbukti, melonggarkan lockdown justru mempercepat penyebaran virus Corona. Kalau sudah begitu, repot semua kan?

3. Usul suntik disinfektan untuk lawan Corona

Salah satu usul Trump paling gila adalah mempertanyakan apakah manusia bisa disuntik disinfektan untuk melawan corona. Hal ini dia katakan saat presentasi kementerian Keamanan Dalam Negeri soal penanganan Corona.

BACA JUGA:  Penyebab Kematian Pangeran Arab Saudi Masih Jadi Misteri

“Saya lihat disinfektan menghancurkannya dalam satu menit. Dan apakah ada cara kita bisa melakukan sesuatu seperti itu dengan menyuntikkannya ke dalam?” tanya dia pada 24 April 2020 silam.

Sontak usulan Donald Trump diprotes banyak orang terutama para tenaga medis. Benar saja, beberapa waktu kemudian bermunculan kasus di Amerika. Sejumlah orang masuk rumah sakit, atau bahkan meninggal karena menenggak hand sanitizer.

Usulan konyol ini dibawa sampai debat Capres AS pada 30 September 2020 kemarin. Capres Joe Biden meledek usulan konyol ini.

“Dan by the way, mungkin kamu bisa menyuntik cairan pemutih ke lenganmu, yang akan melawan itu (virus Corona),” sindir Biden pada Trump.

Trump berkilah ucapannya pada waktu dulu itu adalah sarkasme. Masa sih?

4. Tuduh Corona virus China buatan manusia dari Lab Wuhan

Trump memang agak rasis terkait pandemi Corona. Pada 17 Maret 2020 dia mengatakan ini adalah Virus China. Pada Jumat 1 Mei 2020, Trump melemparkan tuduhan kalau COVID-19 adalah buatan manusia. Donald Trump, mengklaim punya bukti COVID-19 berasal dari laboratorium virus di Wuhan, tapi dia tidak mau mengungkapkan sumbernya. Pemerintah China langsung membantah tuduhan Trump.

5. Ke pabrik masker, tapi tidak pakai masker

Donald Trump pada 6 Mei 2020 berkunjung ke pabrik masker N95 Honeywll. Tapi dia tidak pakai masker. Cuma pakai kacamata pelindung. Kelakuannya pun dikritik banyak orang. Gedung Putih membela dan mengatakan pihak pabrik yang menyarankan Trump tidak perlu memakai masker.

6. Klaim penanganan Corona di AS sudah bagus

Pada 26 Mei 2020, Donald Trump men-tweet kalau penanganan COVID-19 di Amerika sudah bagus. Kicauannya langsung diserbu netizen.

“Ulasan hebat tentang penanganan COVID-19 kami, yang kadang-kadang disebut sebagai Virus China. Ventilator, Pengujian, Distribusi Pasokan Medis, kami membuat banyak Gubernur terlihat sangat baik — dan tidak mendapat kredit untuk itu. Yang paling penting, kami membantu banyak orang hebat!” tulisnya.

BACA JUGA:  Satu WNI Jadi Korban Luka dalam Ledakan di Beirut, Lebanon

Netizen mengatakan Trump kebanyakan main golf. Kenyataannya, sistem kesehatan Amerika Serikat kewalahan menghadapi pandemi. Politisi Partai Demokrat menyindir Trump seperti hidup di dunia paralel.

7. Setop dana ke WHO

Kontroversi lainnya adalah Trump menuduh WHO sebagai boneka China dan mengabaikan laporan awal soal Virus Corona. Trump pun mengancam akan menyetop dana untuk WHO pada 19 Mei 2020. Langkah Trump dikecam founder Microsoft, Bill Gates.

Trump mengatakan tuduhannya pada WHO berdasarkan jurnal kedokteran The Lancet. Argumen Trump itu ternyata bohong. Pemimpin redaksi The Lancet, Richard Horton marah. Meski begitu, akhirnya pada 30 Mei, Trump mengumumkan AS putus hubungan dengan WHO.

“Karena mereka gagal melakukan reformasi yang diminta dan sangat dibutuhkan, kita hari ini akan mengakhiri hubungan kita dengan Organisasi Kesehatan Dunia,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

8. Ribut dengan gugus tugas Corona Amerika

Pada akhir Juli 2020, Trump mengeluhkan dirinya kalah populer dua ilmuwan terkenal negara itu, Dr Anthony Fauci pakar penyakit menular dan Dr. Deborah L yang ada di gugus tugas Corona

“Mereka sangat dipedulikan, tetapi tidak ada yang menyukaiku. Itu hanya kepribadianku,” tuturnya, mengutip New York Times, 30 Juli 2020.

Setelah terlihat tidak sejalan dengan pakar kesehatan penyakit menular Dr Anthony Fauci, Presiden Amerika Serikat ke-45 Donald Trump menunjuk penasihat baru Dr Scott Atlas pada 4 September 2020.

9. Sesumbar vaksin segera tersedia

Pada Kamis 6 Agustus 2020, Trump sesumbar kalau vaksin Corona akan tersedia lebih cepat. Dia mengklaim sebelum akhir tahun 2020, vaksin akan tersedia. Trump menjagokan Pfizer dan Moderna.

Seminggu kemudian Rusia menawarkan teknologi vaksin Corona mereka untuk dikembangkan Amerika. Tapi, Gedung Putih menolak tawaran itu.

Trump pada 29 Agustus mengatakan Amerika punya Operation Warp Speed untuk mempercepat pengadaan vaksin Corona. Hingga sekarang, belum ada kabar dari vaksin Corona yang diumbar Trump.

sumber: inet.detik.com