oleh

Tol Kuala Tanjung-Parapat 143,5 KM Beroperasi Akhir 2020, Ini Progres 6 Seksinya

Para pekerja sedang mengerjakan konstruksi jalan tol Kuala Tanjung-Parapat 143,5 km dan ditargetkan tol ini rampung pada akhir 2020. (PT Hutama Karya/dok)

MEDAN, sln70-news.com – Akan bertambah lagi jalan tol yang beroperasi di Provinsi Sumatra Utara seiring dengan target rampung ruas jalan tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat sepanjang 143,5 km pada akhir 2020. PT Hutama Marga Waskita (Hamawas), yaitu BUJT konsorsium PT Hutama Karya, Jasa Marga dan PT Waskita Toll Road anak usahanya PT Waskita Karya, terus mengebut pembangunan jalan tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat ini.

Pembangunannya membutuhkan biaya investasi sekitar Rp 13,4 triliun, termasuk biaya konstruksi sebesar Rp 9,6 triliun. Dan terhitung sejak pengoperasiannya di akhir 2020 nanti, jalan tol ini dipatok masa konsesi hingga 40 tahun.

Direktur Utama Hamawas, Wikumurti, mengatakan, jalan tol tersebut menghubungkan Medan maupun Kuala Tanjung dan daerah lainnya ke kawasan wisata Danau Toba. Bahkan nantinya dari Medan ke Danau Toba hanya ditempuh dalam waktu 1,5 jam.

Bukan saja efisiensi waktu tempuh, hadirnya tol ini akan memperbanyak aksesibilitas ke destinasi wisata yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan saat berlibur di Sumatra Utara, sehingga mereka mempunyai banyak pilihan jalur transportasi mulai dari moda transportasi udara, laut, hingga darat.

Jalan tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat ini, sebut Wikumurti, terdiri dari 6 seksi. Seksi 1 Tebing Tinggi-Indrapura sepanjang 20,4 km. Seksi 2 Indrapura-Kuala Tanjung sepanjang 18,05 km. Seksi 3 Tebing Tinggi-Serbelawan sepanjang 30 km.

Seksi 4 Serbelawan-Pematang Siantar sepanjang 28 km. Seksi 5 Pematang Siantar-Saribudolok sepanjang 22,3 km. Seksi 6 Saribudolok-Parapat sepanjang 16,7 km. Dan tol tersebut terdapat Junction Tebing Tinggi sepanjang 7,9 km.

“Jalan yang akan dilengkapi dengan tujuh buah Simpang Susun (SS) ini mendapatkan dukungan pembiayaan pemerintah guna meningkatkan tingkat kelayakan investasinya,” ujar Wikumurti dalam keterangan tertulis PT Hutama Karya yang diterima medanbisnisdaily.com, Sabtu (20/06/2020).

Dan progres konstruksinya setiap seksi hingga Rabu (17/06/2020), kata Wikumurti adalah sebagai berikut:
– Seksi 1 Tebing Tinggi-Indrapura mencapai 67%.
– Seksi 2 Indrapura-Kuala Tanjung mencapai 36%.
– Seksi 3 Tebing Tinggi-Sarbelawan mencapai 41%.
– Seksi 4 Sarbelawan-Pematang Siantar mencapai 26%.

– Seksi 5 Pematang Siantar-Saribudolok dalam tahap pembebasan lahan.
– Seksi 6 Saribudolok-Parapat dalam tahap pembebasan lahan.

Lebih lanjut Wikumurti mengatakan kelancaran progres pembangunan tol Kuala Tanjung-Parapat ini tidak lepas dari dukungan penuh baik dari pemerintah pusat khususnya KSP, Kementerian PUPR, Kementerian BUMN serta dukungan Pemda Sumut dan masyarakat sekitar jalan tol.

Pihaknya berterima kasih atas dukungan diberikan sehingga pembangunan tol ini dapat berjalan sesuai rencana. Dalam pembangunannya, tol ini akan dilengkapi dengan serat fiber optic sehingga ke depan akan menjadi smart toll way yang berimplikasi pada pengembangan smart plantation pada lokasi perkebunan sepanjang tol dan juga pengembangan smart city.

“Lokasi tol yang strategis untuk angkutan logistik Pelabuhan Kuala Tanjung dan penghubung lokasi Wisata Danau Toba memberi peluang ketertarikan Investor untuk pembiayaan Investasi kerjasama bagi hasil serta pengembangan kawasan sekitar Jalan Tol,” pungkas Wikumurti.

sumber: medanbisnisdaily.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed