<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Selama Archives - SLN70-News</title>
	<atom:link href="https://sln70-news.com/tag/selama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sln70-news.com/tag/selama/</link>
	<description>KONEKTIFITAS DINAMIKA INFORMASI</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Apr 2023 04:53:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.8</generator>

<image>
	<url>https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2021/01/LOGO-OK-150x105.jpg</url>
	<title>Selama Archives - SLN70-News</title>
	<link>https://sln70-news.com/tag/selama/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dokter Reisa: Penanganan Korban Kekerasan Selama Pandemi Harus Lebih Cermat</title>
		<link>https://sln70-news.com/dokter-reisa-penanganan-korban-kekerasan-selama-pandemi-harus-lebih-cermat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2020 13:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Cermat]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Reisa]]></category>
		<category><![CDATA[Harus Lebih]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[Korban]]></category>
		<category><![CDATA[Pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[Penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[Selama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=1404</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, sln70-news.com &#8211; Angka kasus kekerasan pada perempuan dilaporkan naik selama pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Kekerasan berbasis gender ini perlu disikapi dengan serius mengingat kebutuhan <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/dokter-reisa-penanganan-korban-kekerasan-selama-pandemi-harus-lebih-cermat/" title="Dokter Reisa: Penanganan Korban Kekerasan Selama Pandemi Harus Lebih Cermat" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/dokter-reisa-penanganan-korban-kekerasan-selama-pandemi-harus-lebih-cermat/">Dokter Reisa: Penanganan Korban Kekerasan Selama Pandemi Harus Lebih Cermat</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-1405 size-large" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/DR-REISAA-1024x682.jpg" alt="Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional" width="640" height="426" srcset="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/DR-REISAA-1024x682.jpg 1024w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/DR-REISAA-300x200.jpg 300w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/DR-REISAA-768x512.jpg 768w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/DR-REISAA.jpg 1280w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>JAKARTA, sln70-news.com &#8211; Angka kasus kekerasan pada perempuan dilaporkan naik selama pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Kekerasan berbasis gender ini perlu disikapi dengan serius mengingat kebutuhan korban menjadi dilematis. Hal ini dikarenakan petugas atau pendamping, harus mengantisipasi dengan cermat situasi dan kondisi risiko penularan COVID-19 pada saat memberikan bantuan.</p>
<p>Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Dokter Reisa Broto Asmoro mengungkapkan besarnya kenaikan angka kekerasan terhadap perempuan sejak pandemi COVID-19 pada Maret lalu.</p>
<p>“Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak P2TP2A dan Komnas Perempuan mencatat peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan sebesar 75% sejak pandemi Covid-19,” kata Dokter Reisa di Media Center Gugus Tugas Nasional, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat (10/7).</p>
<p>Kekerasan berbasis gender dapat terjadi di wilayah pribadi, seperti di dalam rumah tangga, dan di wilayah publik, seperti di tempat kerja atau di tempat umum. Serta, dalam situasi normal ataupun situasi sulit, seperti bencana dan konflik.</p>
<p>Dokter Reisa juga menekankan bahwa pihak korban seharusnya tidak dibiarkan sendirian menghadapi kekerasan dan harus tetap mendapatkan bantuan dari pihak lain, meskipun dalam kondisi pandemi ini.</p>
<p>Dilematika pemenuhan kebutuhan bantuan terhadap korban saat ini, mengharuskan kecermatan petugas atau pendamping terkait situasi dan kondisi penularan Covid-19 pada saat memberikan bantuan.</p>
<p>Oleh karenanya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KEMEN PPPA) bersama dengan United Nations Fund for Population (UNFPA) menetapkan protokol penanganan kasus kekerasan berbasis gender yang dapat digunakan sebagai protokol bersama dalam penanganan kekerasan.</p>
<p>Hal ini ditujukan agar korban dan lembaga penyedia layanan tetap bisa memberikan penanganan kasus dengan merujuk pada protokol tersebut.</p>
<p>Menurut Dokter Reisa, terdapat beberapa panduan yang dapat dilakukan oleh korban kekerasan berbasis gender untuk mendapatkan bantuan.</p>
<p>“Pertama, korban bisa melapor ke pemerintah setempat, di Jakarta misalnya, tersedia layanan call center untuk melayani pengaduan kekerasan,” ucapnya.</p>
<p>Kemudian, Dokter Reisa juga mengingatkan bahwa pelayanan bantuan bagi korban kekerasan berbasis gender tetap dibuka dengan mengutamakan protokol kesehatan.</p>
<p>“Misalnya dengan cara pencatatan semua dokumen dan penanganan korban kekerasan dilakukan secara online oleh petugas.” Jelasnya.</p>
<p>Lanjut Dokter Reisa, korban kekerasan dapat meminta bantuan dari orang terpercaya yang mampu memberikan dukungan, baik secara psikologis dan medis, serta sebisa mungkin membantu keluar dari situasi yang dapat menyebabkan kekerasan tersebut Kembali terulang.</p>
<p>Kemudian bagi masyarakat yang bukan sebagai korban, dapat membantu dengan bersuara serta memastikan diri untuk berkata tidak terhadap kekerasan dalam bentuk apapun.</p>
<p>Terakhir, Dokter Reisa menghimbau untuk tetap memberikan dukungan terhadap korban melalui kelompok-kelompok anti kekerasan berbasis gender sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah untuk memotong rantai kekerasan.</p>
<p>“Mari, peduli dan lindungi mereka karena, itu artinya, melindungi diri kita dan bangsa.” tutup Dokter Reisa. (dit)</p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/dokter-reisa-penanganan-korban-kekerasan-selama-pandemi-harus-lebih-cermat/">Dokter Reisa: Penanganan Korban Kekerasan Selama Pandemi Harus Lebih Cermat</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>45% UMKM Beralih ke E-commerce Selama Pandemi COVID-19</title>
		<link>https://sln70-news.com/45-umkm-beralih-ke-e-commerce-selama-pandemi-covid-19/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2020 07:40:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[45%]]></category>
		<category><![CDATA[Beralih]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[ke E-commerce]]></category>
		<category><![CDATA[Pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[Selama]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=1195</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; JAKARTA, sln70-news.com &#8211; Industri usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia termasuk salah satu yang terdampak pandemi virus Corona. Dengan banyaknya pusat perbelanjaan <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/45-umkm-beralih-ke-e-commerce-selama-pandemi-covid-19/" title="45% UMKM Beralih ke E-commerce Selama Pandemi COVID-19" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/45-umkm-beralih-ke-e-commerce-selama-pandemi-covid-19/">45% UMKM Beralih ke E-commerce Selama Pandemi COVID-19</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_1196" aria-describedby="caption-attachment-1196" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-1196 size-large" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200702_204712-1024x708.jpg" alt="" width="640" height="443" srcset="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200702_204712-1024x708.jpg 1024w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200702_204712-300x207.jpg 300w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200702_204712-768x531.jpg 768w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200702_204712.jpg 1056w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-1196" class="wp-caption-text">Industri usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia termasuk salah satu yang terdampak pandemi virus Corona.(detikInet)</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p dir="ltr">JAKARTA, <a href="http://sln70-news.com">sln70-news.com</a> &#8211; Industri usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia termasuk salah satu yang terdampak pandemi virus Corona. Dengan banyaknya pusat perbelanjaan yang harus tutup akibat pembatasan sosial, UMKM banyak yang beralih ke e-commerce.</p>
<p dir="ltr">Data terbaru Sea Insights menemukan bahwa 45% pelaku usaha lebih aktif berjualan di e-commerce untuk mengubah strategi penjualan di tengah pandemi. Data ini merupakan hasil survei pada Juni 2020 yang dilakukan kepada <a href="tel:20000">20.000</a> anak muda berusia 16-35 tahun, dan 2.200 di antaranya merupakan pelaku usaha.</p>
<p dir="ltr">&#8220;50% dari grup ini adalah perempuan dan 45% berpendidikan sarjana,&#8221; kata Presiden Komisaris Sea Group Pandu P. Sjahrir dalam diskusi online, Kamis (2/7/2020).</p>
<p dir="ltr">Selain itu, 1 dari 5 UMKM yang lebih aktif berjualan di e-commerce mengatakan ini pertama kalinya mereka berjualan di platform online. Profil dari penjual online pertama ini 72% terdiri dari laki-laki dan 32% memiliki gelar sarjana.</p>
<p dir="ltr">Survei Sea Insights juga menemukan bahwa UMKM di e-commerce makin banyak yang menawarkan produk kesehatan seperti masker dan hand sanitizer yang banyak dicari di tengah pandemi ini. Hal ini dilihat sebagai cara mereka untuk beradaptasi untuk memenuhi permintaan pasar.</p>
<p dir="ltr">Mereka yang beralih ke e-commerce juga merasakan banyak manfaat. Misalnya setelah berjualan di e-commerce, 60% bisa berjualan ke luar daerah dan bisa meningkatkan total pendapatan hingga 165%.</p>
<p dir="ltr">Tren pemanfaatan e-commerce dan media sosial untuk berbelanja dan berjualan di kalangan pelaku usaha juga diperkirakan akan tetap bertahan bahkan setelah pandemi virus Corona berakhir.</p>
<p dir="ltr">&#8220;70% akan tetap menggunakan media sosial, 70% akan belanja di e-commerce, dan jual di e-commerce akan meningkat 67%,&#8221; jelas Pandu.</p>
<p dir="ltr">Hal ini disambut positif oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia Teten Masduki yang telah diminta Presiden Joko Widodo untuk mempercepat transformasi digital UMKM di Indonesia.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Catatan dari Kementerian Kominfo baru 13% yang terhubung ke marketplace online atau sekitar 8 juta. Targetnya 10 juta di akhir tahun ini, jadi kita masih punya target 2 juta,&#8221; kata Teten dalam kesempatan yang sama.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kita harus punya pendekatan untuk percepat ini. Apakah langsung mendorong UMKM masuk ke marketplace online atau UMKM yang sudah jualan di media sosial didorong masuk ke marketplace,&#8221; pungkasnya.</p>
<p dir="ltr">sumber: <a href="http://detik.com">detik.com</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/45-umkm-beralih-ke-e-commerce-selama-pandemi-covid-19/">45% UMKM Beralih ke E-commerce Selama Pandemi COVID-19</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyalahgunaan Sabu dan Ganja Meningkat 60 Persen Selama Pandemi</title>
		<link>https://sln70-news.com/penyalahgunaan-sabu-dan-ganja-meningkat-60-persen-selama-pandemi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2020 07:51:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HUKUM & KRIMINAL]]></category>
		<category><![CDATA[NARKOBA]]></category>
		<category><![CDATA[60]]></category>
		<category><![CDATA[Ganja]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[Pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[Penyalahgunaan]]></category>
		<category><![CDATA[Persen]]></category>
		<category><![CDATA[Sabu]]></category>
		<category><![CDATA[Selama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=716</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, sln70-news.com &#8211; Penyalahgunaan sabu dan ganja meningkat 60 persen selama pandemi korona (covid-19). Peningkatan terjadi sejak Maret 2020 hingga kini. &#8220;Selama pandemi covid-19 kita <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/penyalahgunaan-sabu-dan-ganja-meningkat-60-persen-selama-pandemi/" title="Penyalahgunaan Sabu dan Ganja Meningkat 60 Persen Selama Pandemi" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/penyalahgunaan-sabu-dan-ganja-meningkat-60-persen-selama-pandemi/">Penyalahgunaan Sabu dan Ganja Meningkat 60 Persen Selama Pandemi</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="wp-image-717 size-large aligncenter" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200627_144730-1024x579.jpg" alt="" width="640" height="362" srcset="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200627_144730-1024x579.jpg 1024w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200627_144730-300x170.jpg 300w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200627_144730-768x434.jpg 768w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200627_144730.jpg 1049w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p dir="ltr">JAKARTA, <a href="http://sln70-news.com">sln70-news.com</a> &#8211; Penyalahgunaan sabu dan ganja meningkat 60 persen selama pandemi korona (covid-19). Peningkatan terjadi sejak Maret 2020 hingga kini.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Selama pandemi covid-19 kita banyak mengungkap pengiriman narkoba lewat ekspedisi. Kita tangkap empat jaringan narkoba besar melalui ekspedisi,&#8221; kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta Brigjen Pol Tagam Sinaga di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2020.</p>
<p dir="ltr">Dia tak memerinci peningkatan. Tagam membeberkan dua obat terlarang jadi favorit selama pandemi, dibandingkan jenis ekstasi. Permintaan obat berbentuk pil itu menurun karena tempat hiburan ditutup.</p>
<p dir="ltr">Kepala Seksi Penyidikan BNNP DKI Jakarta Kompol Amir Nawawi membeberkan ganja dan sabut banyak dikirim dari luar negeri. Misalnya ganja cair dari Belanda dan Amerika.</p>
<p dir="ltr">Pihaknya mengungkap kasus pengiriman ganja cair asal Amerika. Penerima ganja cair merupakan mahasiswa yang sebelumnya berkuliah di negeri paman sam itu.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Mahasiswa itu dia ngirim lewat ekspedisi dan didapat oleh kami,&#8221; ucap Amir.</p>
<p dir="ltr">Dalam hal ini, BNN Provinsi DKI Jakarta mengetatkan kerja sama dengan berbagai pihak. Termasuk kantor ekspedisi pengiriman barang hingga pihak sekuriti di apartemen ataupum perumahan.</p>
<p dir="ltr">sumber: <a href="http://Medcom.id">Medcom.id</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/penyalahgunaan-sabu-dan-ganja-meningkat-60-persen-selama-pandemi/">Penyalahgunaan Sabu dan Ganja Meningkat 60 Persen Selama Pandemi</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
