<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>RUU Archives - SLN70-News</title>
	<atom:link href="https://sln70-news.com/tag/ruu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sln70-news.com/tag/ruu/</link>
	<description>KONEKTIFITAS DINAMIKA INFORMASI</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Nov 2020 18:10:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2021/01/LOGO-OK-150x105.jpg</url>
	<title>RUU Archives - SLN70-News</title>
	<link>https://sln70-news.com/tag/ruu/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>RUU: Peminum Minuman Beralkohol Dibui 2 Tahun atau Denda Rp50 Juta</title>
		<link>https://sln70-news.com/ruu-peminum-minuman-beralkohol-dibui-2-tahun-atau-denda-rp50-juta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2020 18:10:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[Alkohol]]></category>
		<category><![CDATA[Denda Rp50 Juta]]></category>
		<category><![CDATA[Dibui 2 Tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Pemabok]]></category>
		<category><![CDATA[Peminum Minuman Beralkohol]]></category>
		<category><![CDATA[RUU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=3152</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, sln70-news.com &#8211; Badan Legislasi DPR tengah membahas RUU Larangan Minuman Beralkohol. Sanksi pidana atau denda bagi peminum minuman beralkohol turut diatur. Sebagaimana draf RUU Larangan Minuman <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/ruu-peminum-minuman-beralkohol-dibui-2-tahun-atau-denda-rp50-juta/" title="RUU: Peminum Minuman Beralkohol Dibui 2 Tahun atau Denda Rp50 Juta" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/ruu-peminum-minuman-beralkohol-dibui-2-tahun-atau-denda-rp50-juta/">RUU: Peminum Minuman Beralkohol Dibui 2 Tahun atau Denda Rp50 Juta</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_3153" aria-describedby="caption-attachment-3153" style="width: 1920px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-3153 size-full" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/11/InShot_20201113_010531766.jpg" alt="" width="1920" height="1920" srcset="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/11/InShot_20201113_010531766.jpg 1920w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/11/InShot_20201113_010531766-300x300.jpg 300w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/11/InShot_20201113_010531766-1024x1024.jpg 1024w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/11/InShot_20201113_010531766-150x150.jpg 150w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/11/InShot_20201113_010531766-768x768.jpg 768w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/11/InShot_20201113_010531766-1536x1536.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-3153" class="wp-caption-text">Draf RUU Larangan Minuman Beralkohol mengatur sanksi pidana atau denda bagi peminum minuman beralkohol. Ilustrasi/sln70-news.com</figcaption></figure>
<p dir="ltr">
<p dir="ltr">
<p dir="ltr">JAKARTA, <a href="http://sln70-news.com">sln70-news.com</a> &#8211; Badan Legislasi DPR tengah membahas RUU Larangan Minuman Beralkohol. Sanksi pidana atau denda bagi peminum minuman beralkohol turut diatur.</p>
<p dir="ltr">Sebagaimana draf RUU Larangan Minuman Beralkohol seperti dilihat detikcom, Kamis (12/11/2020), sanksi pidana bagi peminum minuman beralkohol diatur dalam Pasal 20. Bunyinya adalah:</p>
<p dir="ltr">Setiap orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 dipidana dengan pidana penjara paling sedikit (3) tiga bulan paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling sedikit Rp <a href="tel:10000000">10.000.000</a> (sepuluh juta) dan paling banyak Rp <a href="tel:50000000">50.000.000</a> (lima puluh juta rupiah).</p>
<p dir="ltr">Sementara itu, pasal 7 yang dimaksud dalam RUU Larangan Minuman Beralkohol berbunyi:<br />
Setiap orang dilarang mengonsumsi minuman beralkohol golongan A, golongan B, golongan C, minuman beralkohol tradisional dan minuman beralkohol campuran atau racikan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4.</p>
<p dir="ltr">Pasal 4 yang dimaksud dalam RUU Larangan Minuman Beralkohol terdiri dari 2 ayat. Bunyinya adalah sebagai berikut:</p>
<p dir="ltr">(1) Minuman beralkohol yang dilarang diklasifikasi berdasarkan golongan dan kadarnya sebagai berikut:<br />
a. Minuman beralkohol golongan A adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol lebih dari 1% (satu persen) sampai dengan 5% (lima persen);<br />
b. Minuman beralkohol golongan B adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol lebih dari 5% (lima persen) sampai dengan 20% (dua puluh persen); dan<br />
c. Minuman beralkohol golongan C adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol lebih dari 20% (dua puluh persen) sampai dengan 55% (lima puluh lima persen).<br />
(2) Setiap minuman beralkohol berdasarkan golongan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilarang minuman beralkohol yang meliputi:<br />
a. Minuman beralkohol tradisional; dan<br />
b. Minuman beralkohol campuran atau racikan.</p>
<p dir="ltr">Dalam Pasal 8 RUU Larangan Minuman Beralkohol, aturan Pasal 5, Pasal 6 dan Pasal 7 dinyatakan tak berlaku untuk kepentingan terbatas. Begini bunyi Pasal 8 RUU Larangan Minuman Beralkohol:</p>
<p dir="ltr">(1) Larangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, Pasal 6, dan Pasal 7 tidak berlaku untuk kepentingan terbatas.<br />
(2) Kepentingan terbatas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:<br />
a. kepentingan adat;<br />
b. ritual keagamaan;<br />
c. wisatawan;<br />
d. farmasi; dan<br />
e. tempat-tempat yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan.<br />
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai kepentingan terbatas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dalam peraturan Pemerintah.</p>
<p dir="ltr">RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol (Minol) merupakan usulan dari beberapa anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Gerindra.</p>
<p dir="ltr">Tujuan disodorkannya RUU ini diklaim untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif yang timbul dari minuman beralkohol.</p>
<p dir="ltr">Serta menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya minuman beralkohol. Selain itu, untuk menciptakan ketertiban dan ketentraman di masyarakat dari para peminum alkohol,&#8221; ujar anggota Baleg DPR RI Fraksi PPP, Illiza Sa&#8217;aduddin Djamal, dalam rapat Baleg, Selasa (10/11).</p>
<p dir="ltr">sumber: <a href="http://detik.com">detik.com</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/ruu-peminum-minuman-beralkohol-dibui-2-tahun-atau-denda-rp50-juta/">RUU: Peminum Minuman Beralkohol Dibui 2 Tahun atau Denda Rp50 Juta</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Lebur Omnibus Law Perpajakan Dalam RUU Ciptaker</title>
		<link>https://sln70-news.com/pemerintah-lebur-omnibus-law-perpajakan-dalam-ruu-ciptaker/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2020 01:45:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[Ciptaker]]></category>
		<category><![CDATA[Omnibus Law]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[RUU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=2823</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, sln70-news.com &#8211; Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menyatakan bahwa pokok pembahasan Omnibus Law Perpajakan dilebur dengan Rancangan Undang-undang Cipta Lapangan Kerja (Ciptaker). Kepala <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/pemerintah-lebur-omnibus-law-perpajakan-dalam-ruu-ciptaker/" title="Pemerintah Lebur Omnibus Law Perpajakan Dalam RUU Ciptaker" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/pemerintah-lebur-omnibus-law-perpajakan-dalam-ruu-ciptaker/">Pemerintah Lebur Omnibus Law Perpajakan Dalam RUU Ciptaker</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_2824" aria-describedby="caption-attachment-2824" style="width: 300px" class="wp-caption alignleft"><img decoding="async" class="wp-image-2824 size-medium" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/10/FEBRIO-NATHAN-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/10/FEBRIO-NATHAN-300x169.jpg 300w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/10/FEBRIO-NATHAN.jpg 650w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-2824" class="wp-caption-text">Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu. (Dok. Pribadi)</figcaption></figure>
<p>JAKARTA, sln70-news.com &#8211; Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menyatakan bahwa pokok pembahasan Omnibus Law Perpajakan dilebur dengan Rancangan Undang-undang Cipta Lapangan Kerja (Ciptaker).</p>
<p>Kepala BKF Febrio Kacaribu menyebut penggabungan itu tak menjadi masalah karena memiliki tujuan yang sama, yaitu memudahkan masuknya investasi dan memperbaiki iklim investasi di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Omnibus Law Perpajakan masuk ke Ciptaker, jadi satu klaster. Jadi sudah masuk ke semua,&#8221; katanya lewat video conference &#8216;Doorstop Virtual dengan Kepala BKF&#8217;, dikutip pada Sabtu (3/10).</p>
<p>Febrio menuturkan bahwa reformasi di bidang perpajakan tak harus tertuang dalam satu klaster tersendiri. Sebab, sebagian kebijakan perpajakan sudah &#8216;dicicil&#8217; oleh pemerintah lewat Perppu Nomor 1 Tahun 2020 yang telah disahkan menjadi UU Nomor 2 Tahun 2020 tentang Stabilitas Sistem Keuangan.</p>
<p>Salah satunya yaitu penyesuaian tarif pajak penghasilan (PPh) badan dari semula 25 persen menjadi 22 persen untuk tahun pajak 2020-2021. Keringanan pajak akan terus dipangkas menjadi 20 persen pada tahun pajak 2022.</p>
<p>&#8220;Message (pesan) dari Omnibus Law Ciptaker dan kluster Perpajakan untuk menarik investasi, highlight-nya PPh badan turun dari 25 persen ke 22 persen seperti Perppu Nomor 1 Tahun 2020 yang menjadi UU Nomor 2/2020 sudah dicicil langsung, jadi tarif sudah turun 22 persen,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sebagai informasi, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI kembali menggelar pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja pada akhir pekan ini, Sabtu (3/10). Rencananya, RUU akan disahkan sebelum memasuki masa reses atau sebelum tanggal 8 Oktober.</p>
<p>Pengesahan RUU Ciptaker tetap dikebut pemerintah dan DPR meski sejatinya ditolak oleh kalangan buruh, mereka mengancam akan melakukan mogok kerja nasional untuk menuntut pembatalan RUU terkait.</p>
<p>&#8220;Mogok nasional secara serentak di seluruh kawasan industri kabupaten/kota, provinsi dan nasional dengan tuntutan batalkan dan cabut Omnibus Law RUU Cipta Kerja,&#8221; ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang Dan Kulit (FSP TSK) SPSI yang juga Presidium Aliansi Gekanas (Gerakan Kesejahteraan Nasional) Roy Jinto pada Senin (28/9).</p>
<p>sumber: cnnindonesia.com</p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/pemerintah-lebur-omnibus-law-perpajakan-dalam-ruu-ciptaker/">Pemerintah Lebur Omnibus Law Perpajakan Dalam RUU Ciptaker</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
