<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Orang Tua Archives - SLN70-News</title>
	<atom:link href="https://sln70-news.com/tag/orang-tua/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sln70-news.com/tag/orang-tua/</link>
	<description>KONEKTIFITAS DINAMIKA INFORMASI</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Mar 2022 01:48:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2021/01/LOGO-OK-150x105.jpg</url>
	<title>Orang Tua Archives - SLN70-News</title>
	<link>https://sln70-news.com/tag/orang-tua/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Orang Tua Diingatkan Agar Budayakan Hidup Bersih dan Sehat pada Anak</title>
		<link>https://sln70-news.com/orang-tua-diingatkan-agar-budayakan-hidup-bersih-dan-sehat-pada-anak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2021 11:07:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Budayakan]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup Bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Orang Tua]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=5967</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDAN, sln70-news.com &#8211; Wali Kota Medan, Bobby Nasution &#160;mengingatkan para orang tua agar membudayakan hidup bersih dan sehat pada anak-anak, termasuk membiasakan cuci tangan dengan <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/orang-tua-diingatkan-agar-budayakan-hidup-bersih-dan-sehat-pada-anak/" title="Orang Tua Diingatkan Agar Budayakan Hidup Bersih dan Sehat pada Anak" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/orang-tua-diingatkan-agar-budayakan-hidup-bersih-dan-sehat-pada-anak/">Orang Tua Diingatkan Agar Budayakan Hidup Bersih dan Sehat pada Anak</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>MEDAN, sln70-news.com &#8211; Wali Kota Medan, Bobby Nasution &nbsp;mengingatkan para orang tua agar membudayakan hidup bersih dan sehat pada anak-anak, termasuk membiasakan cuci tangan dengan sabun setelah melakukan kegiatan. &nbsp;<br></p>



<p><br>Hal ini disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia Tingkat Kota Medan bersama Ketua TP PKK Medan, Kahiyang Ayu Bobby Nasution, Selasa (22/6) di halaman SDN 065004, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.</p>



<p>Bobby Nasution mengatakan, ancaman penyakit dan kematian pada anak-anak masih cukup tinggi. Karena itu, prilaku hidup bersih dan sehat harus ditanamkan sejak dini. &nbsp;“Anak-anak harus dibiasakan mencuci tangan setelah melakukan kegiatan,” ucap Bobby Nasution dalam acara yang juga dihadiri Wakil Wali Kota, H. Aulia Rachman, dan Wakil Ketua I TP PKK Medan, Shaula Arindianti Aulia Rachman, Kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat, Khairunnisa, Kadis Pendidikan Adlan, Plt Kadis Kesehatan, Syamsul Arifin, dan Camat Medan Marelan, Muhammad Yunus.</p>



<p>Pada bagian lain, Bobby Nasution menyampaikan, saat ini Pemko Medan tengah mempersiapkan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Penerapan dan fasilitas protokol kesehatan, lanjutnya, menjadi perhatian dalam penerapan PTM ini.&nbsp; Dan orang tua bisa memilih untuk belajar tatap muka ataupun daring untuk anaknya.</p>



<p>Bobby Nasution juga mengingatkan OPD terkait, termasuk camat, agar tetap menyampaikan secara terbuka data dan informasi tentang perkembangan Covid-19 di Medan. Data dan informasi ini akan menjadi bahan pertimbangan bagi orang tua untuk memilih apakah anaknya ikut PTM atau belajar secara daring.</p>



<p>Sebelumnya, Ketua TP PKK Medan, Kahiyang Ayu Bobby Nasution, menyampaikan, Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia Tingkat Kota Medan ini dilaksanakan oleh TP PKK Kota Medan bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Kecamatan Medan Marelan.</p>



<p>“Tujuan kegiatan ini mengampanyekan hidup bersih dan sehat agar masyarakat Medan dapat terhindar dari paparan Covid-19,” ungkap Kahiyang.</p>



<p>Kahiyang juga mengingatkan bahwa sampai saat ini pandemi masih melanda. Karena itu dia mengajak seluruh anggota TP PKK menerapkan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumuman, serta membatasi mobilitas dan interaksi.</p>



<p>Selain ditandai dengan praktik cuci tangan oleh Wali Kota dan Ketua TP PKK Medan serta para siswa, perhelatan ini juga dimeriahkan oleh penampilan seni. Melalui koreografi dan pembacaan puisi, para siswa menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan tangan. Acara ini juga bertambah meriah dengan ada kuis berhadiah sepeda untuk para siswa SD tersebut.</p>



<p>Simulasi PTM<br>Usai acara Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia Tingkat Kota Medan itu, Bobby Nasution bersama Aulia Rachman meninjau pelaksanaan simulasi PTM di SD SDN 065004. Bobby Nasution ingin memastikan pelaksanaan PTM ini berlangsung sesuai standar protokol kesehatan.</p>



<p>Dalam simulasi ini, sebanyak tujuh siswa bergiliran memasuki kelas. Semua siswa mengenakan masker, dan beberapa orang di antaranya memakai faceshield. Sebelum memasuki kelas, setiap siswa dicek suhu tubuhnya. Meja setiap siswa juga dibuat partisi dari bahan transparan. Selain itu, di depan kelas juga terdapat monitor yang memperlihatkan siswa lainnya yang mengikuti PTM ini secara daring.</p>



<p>Bobby Nasution juga tampak memberikan semangat kepada para siswa agar tetap giat belajar dan mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan. Sedangkan kepada Kepala Sekolah, Bobby Nasution menekankan agar benar-benar mempersiapkan pelaksanaan PTM ini secara terukur, baik dari penyiapan fasilitas prokes, maupun pengaturan jumlah siswa dalam setiap sesi. (Wiku)</p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/orang-tua-diingatkan-agar-budayakan-hidup-bersih-dan-sehat-pada-anak/">Orang Tua Diingatkan Agar Budayakan Hidup Bersih dan Sehat pada Anak</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Guru dan Orang Tua Keluhkan Belajar Daring</title>
		<link>https://sln70-news.com/guru-dan-orang-tua-keluhkan-belajar-daring/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2020 15:08:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EDUKASI]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Daring]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Keluhkan]]></category>
		<category><![CDATA[Orang Tua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=1838</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDAN, sln70-news.com &#8211; Beberapa warga secara khusus ibu ibu di kawasan Medan Johor Namorambe mengeluhkan sulitnya belajar secara online (daring). Bahkan, bukan hanya dari kalangan <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/guru-dan-orang-tua-keluhkan-belajar-daring/" title="Guru dan Orang Tua Keluhkan Belajar Daring" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/guru-dan-orang-tua-keluhkan-belajar-daring/">Guru dan Orang Tua Keluhkan Belajar Daring</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><figure id="attachment_1839" aria-describedby="caption-attachment-1839" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-1839 size-full" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/DARING.jpeg" alt="" width="800" height="450" srcset="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/DARING.jpeg 800w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/DARING-300x169.jpeg 300w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/DARING-768x432.jpeg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-1839" class="wp-caption-text">istimewa</figcaption></figure></p>
<p>MEDAN, sln70-news.com &#8211; Beberapa warga secara khusus ibu ibu di kawasan Medan Johor Namorambe mengeluhkan sulitnya belajar secara online (daring). Bahkan, bukan hanya dari kalangan orang tua, beberapa guru juga berharap, supaya proses belajar bisa kembali normal, walau harus tetap melaksanakan protokol kesehatan.</p>
<p>&#8220;Anak saya dua yang sekolah, setiap hari pulang kerja saya harus membuka hape, baru melihat tugas anak, lalu melihat yang satu lagi dan tiap hari sangat melelahkan,&#8221; ujar Uly br Pasaribu warga Johor kepda medanbisnisdaily.com, Rabu (29/07/2020).</p>
<p>Baginya, belajar secara daring ini tidak maksimal, apalagi hape yang dimilikinya hanya dua dan itupun satunya milik suaminya yang driver ojek online.</p>
<p>&#8220;Saya tidak mengerti sampai kapan ini akan terus berlanjut, biaya hidup makin tinggi dan kebutuhan anak juga terus bertambah,&#8221; keluhnya.</p>
<p>Hal senada disampaikan Wati salah satu guru TK swasta di Deli Tua, Kanal Medan yang mengaku sedih melihat anak anak yang sedang tumbuh kembang namun tidak mendapat pendidikan yang layak.</p>
<p>Diakuinya usia TK adalah masa anak anak sedang tumbuh dengan cerdas dan ceria dengan mengenal lingkungan sekolah.</p>
<p>&#8220;Saya pribadi berharap sekolah bisa dibuka. Sedih lihat anak anak seumuran TK tidak bisa mengenyam pendidikan, padahal usia mereka usia butuh pendidikan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Ia juga berharap, aturan dan penerapan protokol kesehatan juga harus diterapkan, semisal membagi jumlah siswa dan mempersingkat jam belajar hingga memperbanyak aktivitas diluar ruangan dan tentunya tetap pakai masker dan cuci tangan.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Medan, Ahmad Johan menyampaikan, regulasi tentang belajar secara online merupakan regulasi secara nasional dan kebijakannya dibuat di tingkat pusat.</p>
<p>Dirinya berharap, orang tua tetap sabar dalam menjalani aktivitas mendampingi anak anak dirumah dan bagi para guru tetap memperhatikan kebutuhan para murid dengan membantunya secara maksimal.</p>
<p>sumber: medanbisnisdaily.com</p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/guru-dan-orang-tua-keluhkan-belajar-daring/">Guru dan Orang Tua Keluhkan Belajar Daring</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Orang Tua Korban PPDB DKI Tak Henti Mencari Keadilan</title>
		<link>https://sln70-news.com/orang-tua-korban-ppdb-dki-tak-henti-mencari-keadilan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2020 01:02:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EDUKASI]]></category>
		<category><![CDATA[DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[Korban]]></category>
		<category><![CDATA[Mencari]]></category>
		<category><![CDATA[Orang Tua]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Henti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=953</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, sln70-news.com &#8211; Pemprov DKI Jakarta telah mengumumkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi. Namun orang tua yang anaknya tidak lolos karena terganjal usia <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/orang-tua-korban-ppdb-dki-tak-henti-mencari-keadilan/" title="Orang Tua Korban PPDB DKI Tak Henti Mencari Keadilan" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/orang-tua-korban-ppdb-dki-tak-henti-mencari-keadilan/">Orang Tua Korban PPDB DKI Tak Henti Mencari Keadilan</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><figure id="attachment_951" aria-describedby="caption-attachment-951" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-951 size-full" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/PPDB1.jpeg" alt="" width="700" height="393" srcset="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/PPDB1.jpeg 700w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/PPDB1-300x168.jpeg 300w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-951" class="wp-caption-text">Ilustrasi (Foto: Ari Saputra)</figcaption></figure></p>
<p>JAKARTA, sln70-news.com &#8211; Pemprov DKI Jakarta telah mengumumkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi. Namun orang tua yang anaknya tidak lolos karena terganjal usia mencoba untuk terus mencari keadilan. Mereka mendatangi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hingga menceritkan keluhan ke Komnas Perlindungan Anak.</p>
<p>Senin (29/6/2020) pagi, sejumlah orang tua ramai mendatangi Kemendikbud di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Pantauan detikcom mereka mulai mendatangi Kemendikbud pada pukul 09.45 WIB. Beberapa di antara mereka pun tampak mengenakan seragam SMP dan SMA.</p>
<p>Dalam aksi itu, para ortu murid terlihat menggunakan masker guna menerapkan protokol kesehatan. Sejumlah aparat kepolisian pun juga telah siap berjaga di depan gerbang Kemendikbud.<br />
&#8220;Batalkan PPDB 2020. Batalkan, batalkan, batalkan,&#8221; teriak massa aksi di lokasi. Selain itu, tampak ortu yang melakukan aksi membawa berbagai macam banner. Beberapa banner tersebut bertulisan &#8216;BATALKAN PPDB berdasarkan umur. Ini diskriminasi nilai tidak dihargai&#8217; dan &#8216;Batalkan PPDB DKI 2020&#8217;.</p>
<p>Koordinator Lapangan Forum Relawan PPDB Jakarta Timur, Rudi (40) menjelaskan aksi ini untuk menyuarakan siswa yang stres akibat gagal PPDB. Menurutnya, syarat usia masih menjadi syarat utama dalam PPDB DKI 2020.</p>
<p>&#8220;Jadi kami melakukan aksi ini sebenarnya kami ingin menyuarakan aksi anak-anak kami yang saat ini mereka gundah gulana karena juga stres. Karena ternyata pada saat kami mendaftar PPDB mulai dari KJP mulai dari afirmasi dan sampai zonasi ditutup kemarin akhir Sabtu. Itu ternyata usia menjadi prasyarat utama,&#8221; kata Koordinator Lapangan Forum Relawan PPDB Jakarta Timur, Rudi, di lokasi.</p>
<p>Dia pun mempertanyakan sosialisasi Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019. Menurutnya, aturan tersebut masih gagal dipahami oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya begini yang jadi pertanyaan kita. Apakah sosialisasinya belum cukup terhadap masing-masing daerah sehingga gagal dipahami oleh salah satunya adalah Pemda DKI,&#8221; ujar Rudi.</p>
<p>&#8220;Jadi kementerian mengeluarkan Permendikbud No 44 Tahun 2019, khususnya pasal 25. Itu kenapa yang dipakai langsung ke ayat 2 kenapa tidak ke ayat 1 dahulu,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Perwakilan orang tua murid itu pun diterima oleh Sekretaris Ditjen PAUD-Dikdasmen Kemendikbud Sutanto dalam audiensi yang dilakukan bersama Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Sirait. Dalam audiensi itu, Sutanto mengatakan sudah ada 3 alternatif solusi yang sedang dikaji Dinas Pendidikan DKI Jakarta.</p>
<p>&#8220;Bapak-Ibu kami sebetulnya sudah proaktif duluan. Hari Jumat kemarin sudah kami sudah ketemu dengan Kadisdik DKI di sini. Jadi Kepala Dinas Bu Nahdiana dengan Pak Saiful wakilnya. Yang menerima di sini Ibu Chatarina sebagai Staf Ahli Menteri bidang Regulasi,&#8221; kata Sutanto di lokasi.</p>
<p>Sutanto pun menjelaskan 3 alternatif solusi yang sedang dikaji Disdik DKI Jakarta. Salah satunya terkait wacana penambahan jumlah siswa dalam satu kelas.</p>
<p>&#8220;Ada yang bertanya begini &#8216;solusinya apa?&#8217;. Nah antara lain yang dibahas bu. Tapi ini belum jadi keputusan. Mereka akan melihat angkanya dulu. Ini kan kita hasil diskusi kemarin akan menambah jumlah siswa dalam rombongan belajar,&#8221; ungkap Sutanto.</p>
<p>&#8220;Misal kalau menurut standar proses SMP itu kan 28 ya. kalau SMA 36. Nah nanti akan ditambah jadi 40 misalnya, akan dicoba. Tapi baru mau dihitung dulu. Jadi mereka kan perlu hitung ruang kelas itu ada berapa puluh ribu di DKI kemudian kalau ditambah 4 misalnya dari 36 jadi 40, bisa nampung berapa,&#8221; imbuh Sutanto.</p>
<p>Opsi kedua, kata Sutanto, adanya pembicaraan soal kemungkinan penambahan ruang kelas. Namun, dia menegaskan hal ini masih dalam proses kajian.<br />
&#8220;Kemudian kalau mungkin nambah kelas, dihitung juga katanya. itu jadi nambah siswa dalam rombongan belajar atau nambah ruang kelas,&#8221; ujar Sutanto.</p>
<p>Menurut Sutanto, Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengatakan sekolah negeri DKI hanya dapat menampung 48 persen lulusan siswa. Menurutnya, tidak semua siswa DKI dapat masuk sekolah negeri.<br />
&#8220;Yang ketiga kami coba menawarkan karena menurut data Pemda DKI, daya tampung sekolah negeri hanya itu 48 persen dari lulusan yang harus ditampung. Jadi mereka &#8216;buktinya begitu, Pak, sekolah negeri DKI itu hanya mampu nampung 48 persen dari lulusan SD/MI/Madrasah ini, tidak bisa dipaksakan semua masuk negeri karena memang daya tampung sekolahnya hanya itu&#8217; katanya. Nah hanya 48 persen,&#8221; jelas Sutanto.</p>
<p>Tak sampai di situ, orang tua juga mengungkapkan keluhannya ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Komnas PA mengungkap adanya laporan siswa stres hingga mencoba bunuh diri.<br />
&#8220;Karena ada dampaknya dari PPDB dilaksanakan tidak adil dan melanggar undang-undang, anak stres berat. Akibat stres berat itu, ada percobaan bunuh diri,&#8221; kata Ketua Komnas PA, Arist Sirait, di Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakpus, Senin (29/6).</p>
<p>Lebih lanjut Arist mengatakan sudah ada 4 orang tua yang melaporkan hal tersebut ke Komnas PA. Menurut Arist, anak-anak tersebut menunjukkan sikap mengurung diri di kamar, bahkan menolak masuk ke sekolah swasta.</p>
<p>&#8220;Jadi ada 4 yang dilaporkan oleh ibunya ke Komnas Perlindungan Anak, &#8216;anak saya sudah memulai melakukan percobaan bunuh diri dengan mengurung diri di kamar. Dan ditawarkan sekolah swasta juga tidak mau&#8217;. Jadi artinya dia sudah depresi. Nah sebuah depresi kalau dibiarkan maka mengarah pada bunuh diri,&#8221; ujar Arist.</p>
<p>Menurut Arist, salah satu anak pun sudah ada yang melakukan tindakan bunuh diri akibat tidak lulus masuk SMA. Maka itu, dia meminta agar PPDB 2020 dibatalkan.<br />
&#8220;Nah satu orang itu sudah meninggal dunia karena stres akibat tidak lulus. Dia mau dari SMP ke SMA. Dan ini dampaknya luar biasa. Oleh karena itu, kita minta dibatalkan,&#8221; ucap Arist.</p>
<p>sumber: detik.com</p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/orang-tua-korban-ppdb-dki-tak-henti-mencari-keadilan/">Orang Tua Korban PPDB DKI Tak Henti Mencari Keadilan</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
