<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Normalisasi Archives - SLN70-News</title>
	<atom:link href="https://sln70-news.com/tag/normalisasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sln70-news.com/tag/normalisasi/</link>
	<description>KONEKTIFITAS DINAMIKA INFORMASI</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Jul 2021 03:20:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2021/01/LOGO-OK-150x105.jpg</url>
	<title>Normalisasi Archives - SLN70-News</title>
	<link>https://sln70-news.com/tag/normalisasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Upaya Normalisasi, Camat dan Lurah Optimalkan Pembersihan Sungai di Wilayahnya</title>
		<link>https://sln70-news.com/upaya-normalisasi-camat-dan-lurah-optimalkan-pembersihan-sungai-di-wilayahnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2021 03:20:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MEDAN]]></category>
		<category><![CDATA[Camat dan Lurah]]></category>
		<category><![CDATA[Normalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Optimalkan Pembersihan Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=6289</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDAN, sln70-news.com &#8211; Penanganan banjir merupakan salah satu program prioritas Wali Kota Medan, Bobby Nasution. Selain membenahi drainase dan mengoptimalkan fungsi kanal, program normalisasi sungai <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/upaya-normalisasi-camat-dan-lurah-optimalkan-pembersihan-sungai-di-wilayahnya/" title="Upaya Normalisasi, Camat dan Lurah Optimalkan Pembersihan Sungai di Wilayahnya" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/upaya-normalisasi-camat-dan-lurah-optimalkan-pembersihan-sungai-di-wilayahnya/">Upaya Normalisasi, Camat dan Lurah Optimalkan Pembersihan Sungai di Wilayahnya</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>MEDAN, sln70-news.com &#8211; Penanganan banjir merupakan salah satu program prioritas Wali Kota Medan, Bobby Nasution.</p>



<p>Selain membenahi drainase dan mengoptimalkan fungsi kanal, program normalisasi sungai juga terus diupayakan dengan berkolaborasi bersama pemerintah daerah kabupaten, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat.</p>



<p>Seiring itu, dia &nbsp;juga mendorong para camat maupun lurah mengedukasi dan mengajak masyarakat menjaga kebersihan sungai.<br></p>



<p><br>Saat ini, ada tiga sungai yang menjadi fokus Pemko Medan untuk mengatasi persoalan banjir di Medan. Ketiganya adalah Sungai Deli, Babura, dan Bederah. Untuk menangani ketiga sungai yang membelah Kota Medan ini, Pemko Medan juga telah menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat dalam hal ini Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II.</p>



<p>“Kami juga telah menyiapkan anggaran pembebasan lahan untuk mendukung program normalisasi sungai,” ucap Bobby Nasution usai menyusuri Sungai Deli dan meletakkan batu pertama pembangunan Taman Edukasi Bencana dan Dinding Penahan Tanah di pinggiran Sungai Deli, Jalan Perdana, Medan Barat, beberapa waktu lalu.</p>



<p>Menyediakan anggaran pembebasan lahan membuktikan keseriusan Bobby Nasution untuk mendukung Badan Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II menormalisasi sungai. Pendangkalan dan penyempitan badan sungai yang menyebabkan banjir saat curah hujan tinggi dapat diatasi dengan normalisasi. Dan normalisasi akan berjalan bila pembebasan lahan berlangsung dengan baik.</p>



<p>Camat Medan Petisah, M. Agha Novrian, saat ditemui kemarin di ruang kerjanya, mengamini pentingnya normalisasi ini untuk mengatasi pendangkalan dan penyempitan badan sungai.</p>



<p>“Normalisasi merupakan salah satu solusi penanganan banjir,” ucapnya seraya mengungkapkan, selain di Sungai Deli pendangkalan juga terjadi di Sungai Babura dan Sungai Putih yang juga melintas di wilayah Kecamatan Medan Petisah.</p>



<p>Untuk memuluskan normalisasi ini, lanjutnya, memang dibutuhkan pembebasan lahan. Agha menyampaikan, di pinggiran sungai, terutama di Sungai Babura, masih terdapat rumah-rumah panggung terbuat dari kayu yang memang tidak ada izinnya. &nbsp;</p>



<p>“Sangat berbahaya. Apabila air naik, rumah itu terjebak di tengah banjir,” ucapnya seraya mengatakan rumah-rumah di pinggiran sungai itu banyak terdapat di Kelurahan Petisah Tengah Lingkungan III dan beberapa di Lingkungan VII.</p>



<p>Agha mengakui, warga tersebut memang telah lama bermukim di pinggiran sungai tersebut. Namun, dengan pendekatan yang baik, warga bersedia direkolasi. Dia juga menyatakan, jika diperintahkan Wali Kota, dia siap memberikan sosialisasi kepada masyarakat baik melalui media sosial maupun mengundang memberi pencerahan dan pengertian kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di pinggir sungai.</p>



<p>Sebelum normalisasi itu terwujud, pembersihan sungai juga menjadi tanggung jawab pimpinan wilayah di kecamatan dan kelurahan. Seluruh kepala lingkungan di wilayah yang dilintasi sungai berkewajiban melakukan monitoring.</p>



<p>Lurah Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Maswan Harahap, juga memberdayakan seluruh kepala lingkungan dalam menjaga kebersihan sungai.</p>



<p>“Kepala lingkungan kami wajib melakukan monitoring sungai. Jika sampah menumpuk kita agar bergotong royong dengan mengerahkan PPPSU. Kalau memang membutuhkan alat berat kita akan menyurati pihak Dinas PU,” Maswan saat ditemui kantornya, kemarin.</p>



<p>Selain masalah kebersihan sungai, lanjut Maswan, para kepala lingkungan juga wajib memonitor ketinggian air saat hujan turun.</p>



<p>“Jika hujan turun, kepling keliling wilayah, untuk memantau tinggi air sungai, terutama saat banjir di gunung,” ungkapnya, seraya menyebutkan, kawasan pinggiran Sungai Deli di Kelurahan Kesawan berada di Lingkungan I, II, III, VIII, IX, dan X. “Yang paling banyak warganya berada di Lingkungan I dan II,” tambahnya.</p>



<p>Maswan juga mengatakan, pihaknya terus menyosialisasikan dan mengedukasi warganya untuk menjaga kebersihan sungai. Untuk menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan sungai, lanjutnya, dilakukan dengan keteladanan.</p>



<p>“Kalau masyarakat melihat kita, sebagai aparatur, tetap konsisten menjaga kebersihan sungai, lama-kelamaan mereka juga akan ikut menjaga kebersihan sungai,” ungkapnya. &nbsp;</p>



<p>Ketua Yayasan Kopasude, Agung Rizki, saat Peringatan Hari Lingkungan Hidup di pinggiran Sungai Deli, Medan Johor, mengakui adanya perhatian dan komitmen Wali Kota Medan, Bobby Nasution dalam menjaga lingkungan hidup, termasuk menjaga sungai.</p>



<p>“Komitmen Wali Kota ini harus menjadi komitmen seluruh aparatur di lingkungan Pemko Medan,” ucapnya seraya berharap, upaya Bobby Nasution dalam memperbaiki kerusakan ekosistem di sungai terus berjalan dengan maksimal. (Wiku)<br></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/upaya-normalisasi-camat-dan-lurah-optimalkan-pembersihan-sungai-di-wilayahnya/">Upaya Normalisasi, Camat dan Lurah Optimalkan Pembersihan Sungai di Wilayahnya</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BWSS II Setujui Normalisasi Sungai Babura, Bendera dan Deli</title>
		<link>https://sln70-news.com/bwss-ii-setujui-normalisasi-sungai-babura-bendera-dan-deli/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jun 2021 15:38:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PROPERTI & INSFRATRUKTUR]]></category>
		<category><![CDATA[Bendera]]></category>
		<category><![CDATA[BWSS II]]></category>
		<category><![CDATA[Normalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Babura]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Deli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=5829</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDAN, sln70-news.com &#8211; Selain akibat pendangkalan dan penyempitan sungai, buruknya sistem drainase turut menjadi pemicu terjadinya banjir di Kota Medan.&#160; Solusi mengatasinya, sungai maupun drainase <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/bwss-ii-setujui-normalisasi-sungai-babura-bendera-dan-deli/" title="BWSS II Setujui Normalisasi Sungai Babura, Bendera dan Deli" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/bwss-ii-setujui-normalisasi-sungai-babura-bendera-dan-deli/">BWSS II Setujui Normalisasi Sungai Babura, Bendera dan Deli</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>MEDAN, <a href="http://sln70-news.com">sln70-news.com</a> &#8211; Selain akibat pendangkalan dan penyempitan sungai, buruknya sistem drainase turut menjadi pemicu terjadinya banjir di Kota Medan.&nbsp; Solusi mengatasinya, sungai maupun drainase yang ada harus dinormalisasi guna meningkatkan kembali kapasitasnya.</p>



<p>Khusus normalisasi sungai, ada 3 sungai yang telah disetujui Balai Wilayah Sungai&nbsp; Sumatera (BWSS) II yakni Sungai Babura, Bedera dan Deli untuk dilaksanakan.&nbsp; Agar normalisasi ketiga sungai nantinya memberikan hasil signifikan dalam upaya mengatasi banjir, Wali Kota Medan Bobby Nasution&nbsp; minta diikuti dengan pembenahan drainase, terutama drainase perkotaan.</p>



<p>Bobby Nasution ingin pembenahan drainase yang dilakukan harus jelas dan terukur. Artinya, perbaikan drainase&nbsp; harus&nbsp; diawali dengan perencanaan teknis yang baik.&nbsp; Setelah itu barulah diikuti dengan pembangunan fisik. Bobby Nasution tidak mau seperti kondisi drainase yang ada saat ini, tidak jelas kemana arah aliran airnya mengalir.</p>



<p>“Air jadinya seperti galau karena nggak bisa kemana-mana. Untuk itu saya minta tahun ini, pegerjaan drainase harus dievaluasi dengan sebaik-baiknya. Lakukan lebih dulu kajian dan perencanaan teknis dengan sebaik mungkin. Setelah itu, barulah dikerjakan&nbsp; sehingga hasilnya&nbsp; lebih maksimal. Dengan demikian drainase yang dibangun nantinya minimal dapat mengurangi luas wilayah yang tergenang air. Atau pun&nbsp; waktu surutnya semakin cepat,” kata Bobby Nasution kemarin.</p>



<p>Itu sebabnya, Bobby Nasution masih belum puas dengan normalisasi drainase yang telah dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan bersama personel petugas penanganan prasarana dan sarana umum (P3SU) sepanjang 281 km dari&nbsp; total panjang drainase yang ada di Kota Medan sekitar 1.800 km.&nbsp; Bobby Nasution berharap Dinas PU dapat berbuat yang lebih lagi sehingga persoalan banjir maupun genangan air yang selalu dikeluhkan warga dapat diatasi, seperti melakukan upgrading dimensi, pemeliharaan dan perbaikan sebagai upaya pencegahan banjir.</p>



<p>Kadis PU Kota Medan Zulfansyah Ali Saputra siap menindaklanjuti apa yang diinginkan Bobby Nasution guna mengatasi masalah banjir di Kota Medan, termasuk menghilangkan 500 titik genangan air yang terjadi setiap kali hujan deras turun. Diungkapkan Zulfansyah, normalisasi&nbsp; drainase sepanjang 281 km yang telah dilakukan diantaranya Parit Sulang Saling dan drainase Jalan Jahe. Normalisasi yang diilakukan itu, jelasnya, berhasil mengatasi 50 titik genangan air.</p>



<p>Sisa 450 titik genangan air lagi, terang Zulfansyah, juga akan akan dituntaskan dengan melakukan normalisasi secara bertahap. Sebab, persoalan genangan yang terjadi tidak semuanya murni akibat buruknya drainase yang ada, tapi juga disebabkan pendangkalan sungai. Untuk itu, imbuhnya, Dinas PU akan bekerja secara simultan, berintegrasi dan bersinergi.</p>



<p>“Sebagai contoh, jika hendak menuntaskan banjir di kawasan Kampus Universitas Sumatera Utara (USU)&nbsp; Jalan Dr Mansyur Medan,maka Sungai Babura harus dinormalisasi terlebih dahulu.&nbsp; Untuk melakukan normalisasi, tentunya harus berkolaborasi dengan BWSS II. Alhamdulillah, BWSS II sudah menyetujui untuk menormalisasi tiga sungai yakni Sungai Babura, Deli dan Bedera,” terangnya.</p>



<p>Apabila koordinasi dan kerjasama dengan pihak BWSS II berjalan dengan baik dan pengerjaan normalisasi sungai selesai,&nbsp; Zulfansyah optimis 450 titik genangan air&nbsp; akan tuntas dalam waktu sekitar 2 sampai 3 tahun. Selain itu untuk mendukung percepatan penanganan banjir yang masuk dalam program prioritas Wali Kota, jelas Zulfansyah, Dinas PU juga akan melakukan upgranding dimensi seperti yang diinginkan Wali kota.</p>



<p>Diungkapkan Zulfansyah, upgrading dimensi&nbsp; dilakukan tahun ini dan&nbsp; prosesnya kini telah memasuki tahap lelang. Diperkirakannya,&nbsp; bulan depan (Juli) pengerjaan upgrading dimensi sudah dimulai pengerjaannya. Ada 59 titik drainase yang akan di-upgrading dimensi, diantaranya Jalan Prof HM. Yamin dan Jalan Thamrin.</p>



<p>Menurut Zulfansyah, upgrading dimensi dilakukan untuk menambah ukuran volume drainase. Sebab, drainase yang ada saat ini&nbsp; tidak mampu lagi menampung debit air dari saluran rumah tangga semakin banyak menyusul bertambah banyaknya jumlah penduduk. Kemudian diikuti banyaknya penutupan permukaan tanah sehingga menyebabkan serapan air ke dalam tanah juga berkurang.</p>



<p>“Mengatasinya, drainase yang ada harus di-upgrading dimensi. Contohnya, drainase&nbsp; yang ada sebelumnya berukuran 60 x 40 cm akan di-upgrading menjadi 1 meter. Kemudian diikuti dengan&nbsp; sistem u –ditch sehingga&nbsp; lahan yan ada di atas drainase atau parit bisa dimanfaatkan,” paparnya.</p>



<p>Sedangkan drainase yang tidak bisa di-upgrading dimensi, Zulfansyah mengatakan, solusi mengatasinya dengan melakukan pemeliharaan serta perbaikan alur dan normalisasi guna mengembalikan kapasitas drainase sehingga mampu menampung debit air dan menyalurkannya ke lokasi pembuangan.</p>



<p>“Kita ketahui bersama, Bapak Wali Kota saat sedang gencar gencar&nbsp; membenahi infrastruktur karena perbaikan infrastruktur merupakan salah satu program prioritasnya. Kita harapkan anggaran untuk infrastruktur naik. Dengan demikian semakin banyak drainase di Kota Medan yang kita upgrading,” harapnya.</p>



<p>Selain normalisasi dan upgrading dimensi, kata Zulfansyah, upaya mendukung Wali Kota mengatasi banjir dengan memasang pompa di lokasi daerah cekungan yang tidak dapat diatasi dengan pengalihan air secara gravitasi.&nbsp; Sebelum pemasangan pompa dilakukan, lebih dulu dilakukan kajian sehingga pompa yang dipasang nantinya dapat bekerja&nbsp; efektif sehingga mampu mengatasi banjir di kawasan cekungan tersebut.</p>



<p>Sebagai tahap awal, jelas Zulfansyah, pompa rencananya akan dipasang di 5 kawasan cekungan yang ada di Kota Medan, diantaranya Jalan Bajak III, Jalan Garu VI dan Jalan STM.&nbsp; Selain pompa, imbuhnya, juga akan dibuat&nbsp; kolam resapan. Direncanakan, kolam resapan ini akan dibuat di 5 titik di Kecamatan Medan Polonia, Medan Selayang, Medan Sunggal, Medan Tuntungan dan Medan Johor. “Rencana pembuatan kolam resapan ini sedang kita kaji bersama Fakultas Teknik Sipil USU,” jelasnya. (Wiku)<br></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/bwss-ii-setujui-normalisasi-sungai-babura-bendera-dan-deli/">BWSS II Setujui Normalisasi Sungai Babura, Bendera dan Deli</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Realisasikan Janji Politik Bupati dan Wakil Bupati Asahan, Dinas PUPR Normalisasi Saluran Pembuangan Air</title>
		<link>https://sln70-news.com/realisasikan-janji-politik-bupati-dan-wakil-bupati-asahan-dinas-pupr-normalisasi-saluran-pembuangan-air/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 May 2021 12:37:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ASAHAN]]></category>
		<category><![CDATA[PROPERTI & INSFRATRUKTUR]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati dan Wakil Bupati Asahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas PUPR]]></category>
		<category><![CDATA[Normalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Realisasikan Janji Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Saluran Pembuangan Air]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=5337</guid>

					<description><![CDATA[<p>ASAHAN, sln70-news.com – Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Asahan melakukan aksi nyata tanggap banjir dengan melakukan normalisasi saluran <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/realisasikan-janji-politik-bupati-dan-wakil-bupati-asahan-dinas-pupr-normalisasi-saluran-pembuangan-air/" title="Realisasikan Janji Politik Bupati dan Wakil Bupati Asahan, Dinas PUPR Normalisasi Saluran Pembuangan Air" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/realisasikan-janji-politik-bupati-dan-wakil-bupati-asahan-dinas-pupr-normalisasi-saluran-pembuangan-air/">Realisasikan Janji Politik Bupati dan Wakil Bupati Asahan, Dinas PUPR Normalisasi Saluran Pembuangan Air</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>ASAHAN, <a href="http://sln70-news.com">sln70-news.com</a> – Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Asahan melakukan aksi nyata tanggap banjir dengan melakukan normalisasi saluran pembuangan air sebagaimana janji politiknya pada kampanye pilkada serentak kemarin.</p>



<p>Normalisasi yang dilakukan ada di beberapa titik diantaranya daerah kebun Sei Dadap yang merupakan alur pembuangan air dari Kelurahan Kisaran Naga, alur Pembuangan Air di seputaran Jalan Sutami, alur Pembuangan Air di Parit Busuk belakang Stadion Mutiara serta Alur Pembuangan Air Karang Anyar.</p>



<p>Sejak kemarin pekerjaan normalisasi saluran Pembuangan air di sejumlah parit guna mengantisipasi banjir disaat musim hujan sudah mulai direalisasikan, ini merupakan Wujud Nyata Janji Politik Surya – Taufik.</p>



<p>Demikian hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Asahan&nbsp; Rahmat Hidayat Siregar S.Sos, M.Si, kepada Wartawan, Selasa (30/03/2021).</p>



<p>Lebih lanjut diterangkannya dimana Pemkab Asahan sudah mempersiapkan satu unit alat berat ekskavator yang akan difungsikan untuk kegiatan normalisasi saluran air dimulai sejak kemarin (24/03/2021) kemarin.</p>



<p>” Ini dilaksanakan sesuai instruksi Pak Bupati, normalisasi parit/kanal akan menjadi prioritas di beberapa titik rawan genangan air, mengingat kondisi saluran air sudah sangat memprihatinkan, karena dipenuhi sampah-sampah&nbsp; dan semak rerumputan” terang Hidayat.</p>



<p>Selanjutnya, PUPR Kabupaten Asahan akan melakukan normaliasasi di titik titik yang menjadi penyebab banjir pada saat musim hujan. Alat berat digunakan untuk membuka kembali saluran air yang hilang karena tertimbun tanah.</p>



<p>“Normalisasi ini akan dilakukan secara bertahap” ucap Hidayat kembali.</p>



<p>Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya bahwa dalam rangka mengatasi dampak banjir di kota Kisaran telah dilakukan gotong royong di jalan Cokroaminoto beberapa waktu lalu&nbsp; yang di ikuti Bupati dan Wakil Bupati serta juga diikuti gotong royong di tiap Kelurahan.</p>



<p>Diakhir, Rahmat Hidayat Siregar yang merupakan Kandidat Kuat Calon Sekdakab Asahan itu juga menjelaskan bahwa&nbsp; pengerukan pada saluran buangan air dimaksudkan agar daya tampung air lebih besar lagi dari sebelumnya.</p>



<p>Sementara Bupati Asahan H. Surya, BSc mengatakan normalisasi saluran pembuangan air yang berada di Kota Kisaran yang dilakukan saat ini merupakan langkah nyata yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Asahan&nbsp; dalam mengatasi banjir yang selalu melanda Kota Kisaran Pada saat hujan turun.</p>



<p>Lebih lanjut H. Surya menjelaskan bahwa langkah yang diambil saat ini dengan melakukan pengerukan pada lokasi lokasi buangan air adalah merupakan realisasi dari salah satu janji politik pasangan Surya-Taufik pada saat kampanye yang lalu, yaitu Kota Kisaran bebas banjir.</p>



<p>Dalam mewujudkan Kota Kisaran bebas Banjir Bupati meminta peran serta masyarakat dalam mengatasi permasalahan banjir dengan cara menjaga lingkungan sekitar dan tidak membuang sampah sembarangan.</p>



<p>“Peran serta masyarakat lebih penting dan menjadi solusi awal, ketika pemerintah juga mempersiapkan solusinya. Produsen sampah terbesar adalah manusia, maka manusialah yang menjaga lingkungan untuk tetap terjaga agar sampah&nbsp; tidak terbuang bukan pada tempatnya,” pinta Bupati.</p>



<p>Bupati juga menghimbau kepada masyarakat untuk bekerjasama dengan pihak Kelurahan untuk secara berkala melakukan gotong royong membersihkan saluran air dan diharapkan kepada masyarakat untuk tidak menutup saluran air. (Wiku)</p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/realisasikan-janji-politik-bupati-dan-wakil-bupati-asahan-dinas-pupr-normalisasi-saluran-pembuangan-air/">Realisasikan Janji Politik Bupati dan Wakil Bupati Asahan, Dinas PUPR Normalisasi Saluran Pembuangan Air</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
