<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kemendikbud Archives - SLN70-News</title>
	<atom:link href="https://sln70-news.com/tag/kemendikbud/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sln70-news.com/tag/kemendikbud/</link>
	<description>KONEKTIFITAS DINAMIKA INFORMASI</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Mar 2021 10:40:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2021/01/LOGO-OK-150x105.jpg</url>
	<title>Kemendikbud Archives - SLN70-News</title>
	<link>https://sln70-news.com/tag/kemendikbud/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kemendikbud Luncurkan Merdeka Belajar Episode SMK Pusat Keunggulan</title>
		<link>https://sln70-news.com/kemendikbud-luncurkan-merdeka-belajar-episode-smk-pusat-keunggulan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2021 10:40:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EDUKASI]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikbud]]></category>
		<category><![CDATA[Luncurkan Merdeka Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[SMK Pusat Keunggulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=4130</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, sln70-news.com &#8211; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Merdeka Belajar Episode ke-8 &#8216;SMK Pusat Keunggulan&#8217; secara dalam jaringan (daring) di Jakarta, Rabu (17/3/2021). Program <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/kemendikbud-luncurkan-merdeka-belajar-episode-smk-pusat-keunggulan/" title="Kemendikbud Luncurkan Merdeka Belajar Episode SMK Pusat Keunggulan" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/kemendikbud-luncurkan-merdeka-belajar-episode-smk-pusat-keunggulan/">Kemendikbud Luncurkan Merdeka Belajar Episode SMK Pusat Keunggulan</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>JAKARTA, sln70-news.com &#8211; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Merdeka Belajar Episode ke-8 &#8216;SMK Pusat Keunggulan&#8217; secara dalam jaringan (daring) di Jakarta, Rabu (17/3/2021).</p>



<p>Program SMK Pusat Keunggulan merupakan perwujudan visi Presiden Joko Widodo terkait pembenahan pendidikan vokasi sebagai strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.</p>



<p>&#8220;SMK Pusat Keunggulan merupakan terobosan komprehensif yang ditujukan untuk menjawab tantangan dalam rangka pembenahan kondisi SMK saat ini, agar semakin sejalan dengan kebutuhan dunia kerja,&#8221; terang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim saat menyampaikan paparannya.</p>



<p>Program SMK Pusat Keunggulan bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja atau menjadi wirausaha melalui keselarasan pendidikan vokasi yang mendalam dan menyeluruh dengan dunia kerja.</p>



<p>Sekolah yang terpilih dalam program SMK Pusat Keunggulan diharapkan menjadi rujukan serta melakukan pengimbasan untuk mendorong peningkatan kualitas dan kinerja SMK di sekitarnya.</p>



<p>&#8220;Untuk mencapai visi tersebut, keselarasan antara SMK Pusat Keunggulan dengan dunia kerja tidak hanya diwujudkan melalui MoU saja, tetapi harus berlangsung secara mendalam dan menyeluruh,&#8221; kata Mendikbud.</p>



<p>Upaya mewujudkan keselarasan antara SMK dengan dunia kerja dapat ditempuh melalui pemenuhan delapan aspek link and match.</p>



<p>Pertama, kurikulum disusun bersama sejalan dengan penguatan aspek softskills, hardskills, dan karakter kebekerjaan sesuai kebutuhan dunia kerja.</p>



<p>Kedua, pembelajaran diupayakan berbasis project riil dari dunia kerja (project based learning) untuk memastikan hardskills, softskills, dan karakter yang kuat.</p>



<p>Ketiga, peningkatan jumlah dan peran guru/instruktur dari industri maupun pakar dari dunia kerja. &#8220;Meningkat secara signifikan sampai minimal mencapai 50 jam/semester/program keahlian,&#8221; tegas Mendikbud.</p>



<p>Keempat, praktik kerja lapangan/industri minimal satu semester. Kelima, bagi lulusan dan bagi guru/instruktur sertifikasi kompetensi harus sesuai dengan standar dan kebutuhan dunia kerja.</p>



<p>Keenam, bagi guru/instruktur perlu ditekankan untuk memperbarui teknologi melalui pelatihan secara rutin. Ketujuh, dilakukannya riset terapan yang mendukung teaching factory berdasarkan kasus atau kebutuhan riil industri.</p>



<p>Kedelapan, komitmen serapan lulusan oleh dunia kerja. Kemudian, Kemendikbud juga mendorong agar kolaborasi dengan dunia kerja dapat semakin ditingkatkan, di antaranya melalui kemungkinan kerja sama beasiswa dan/atau ikatan dinas, donasi dalam bentuk peralatan laboratorium, dan lainnya.</p>



<p>&#8220;&#8221;SMK Pusat Keunggulan 2021, diprioritaskan untuk 895 SMK dengan tujuh sektor prioritas, di antaranya ekonomi kreatif, pemesinan dan konstruksi, hospitality, care services, maritim, pertanian, dan kerja sama luar negeri,&#8221; ucap Menteri Nadiem.&nbsp;</p>



<p>sumber: poskota.co.id</p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/kemendikbud-luncurkan-merdeka-belajar-episode-smk-pusat-keunggulan/">Kemendikbud Luncurkan Merdeka Belajar Episode SMK Pusat Keunggulan</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FSGI Ragukan Sejumlah Aplikasi Kuota Belajar Kemendikbud</title>
		<link>https://sln70-news.com/fsgi-ragukan-sejumlah-aplikasi-kuota-belajar-kemendikbud/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2020 12:04:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[FSGI]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikbud]]></category>
		<category><![CDATA[Ragukan Sejumlah Aplikasi Kuota Belajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=2637</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, sln70-news.com &#8211; Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meragukan sejumlah aplikasi yang bisa dimanfaatkan siswa dengan menggunakan kuota belajar gratis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/fsgi-ragukan-sejumlah-aplikasi-kuota-belajar-kemendikbud/" title="FSGI Ragukan Sejumlah Aplikasi Kuota Belajar Kemendikbud" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/fsgi-ragukan-sejumlah-aplikasi-kuota-belajar-kemendikbud/">FSGI Ragukan Sejumlah Aplikasi Kuota Belajar Kemendikbud</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><figure id="attachment_2638" aria-describedby="caption-attachment-2638" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-2638 size-full" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/09/FSGI.jpeg" alt="" width="650" height="365" srcset="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/09/FSGI.jpeg 650w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/09/FSGI-300x168.jpeg 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /><figcaption id="caption-attachment-2638" class="wp-caption-text">FSGI menyebut 5 aplikasi kuota belajar Kemendikbud tak kredibel. Ilustrasi (CNNIndonesia/SafirMakki)</figcaption></figure></p>
<p>JAKARTA, sln70-news.com &#8211; Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meragukan sejumlah aplikasi yang bisa dimanfaatkan siswa dengan menggunakan kuota belajar gratis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).</p>
<p>Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) FSGI, Fahriza Marta Tanjung menduga Kemendikbud menjalin kerja sama dalam program tersebut hanya untuk memberi keuntungan kepada sejumlah pengembang aplikasi kuota belajar.</p>
<p>&#8220;Kami mencoba melakukan penelusuran terhadap 19 aplikasi pada kuota belajar. Kami menemukan bahwa aplikasi patut itu diragukan kapasitasnya,&#8221; kata Riza dalam konferensi daring membahas kuota belajar, Minggu (27/9).</p>
<p>Penilaian Riza terhadap lima aplikasi tersebut berdasarkan dua kriteria, jumlah download dan waktu pembaruan aplikasi di playstore.</p>
<p>Aplikasi kuota belajar Aminin misalnya. Berdasarkan penelusurannya per tanggal 26 September, aplikasi itu hanya didownload tak lebih dari 1.000 kali. Kemudian AyoBlajar didownload tak lebih dari 5.000 kali dengan penilaian 4,6/5,1.</p>
<p>Kemudian aplikasi Birru yang didownload baru 100 kali. Aplikasi itu dikembangkan Natieva Global Inc untuk belajar bahasa Inggris.</p>
<p>Selanjutnya, aplikasi Eduka dengan pengembang Media Eduka, dan Ganeca Digital yang dikembangkan Ganeca Digital. Masing-masing aplikasi per tanggal 26 September baru didownload sekitar 1.000 kali.</p>
<p>&#8220;Artinya ketika penentuan aplikasi ini menjadi aplikasi yang berada pada kuota belajar kami melihat bahwa aplikasi ini baru dibangun. Jadi patut dipertanyakan kenapa aplikasi yang baru dibangun itu bisa masuk pula pada aplikasi kuota belajar,&#8221; kata Riza.</p>
<p>Riza lantas menyorot keberadaan aplikasi Eduka yang terakhir diperbarui pengembang pada 19 Oktober 2019 atau hampir setahun sebelum aplikasi ini resmi ditunjuk oleh Kemendikbud.</p>
<p>&#8220;Dari beberapa 19 yang ada itu, ada aplikasi yang kapasitasnya patut diragukan. Ini berpotensi sia-sia ketika aplikasi ini dimasukkan pada kuota belajar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Riza menyebut ada sejumlah aplikasi yang memenuhi kapasitas dari kelima aplikasi itu justru tak bisa digunakan siswa dengan kuota belajar dari Kemendikbud.</p>
<p>Beberapa di antaranya adalah Kipin School yang telah diunduh lebih dari 100 ribu kali dan Quipper yang diunduh lebih dari 1 juta kali.</p>
<p>Riza juga mempertanyakan ada sejumlah aplikasi justru tidak dimasukkan dalam program tersebut. Misalnya Kelas Pintar yang telah diunduh lebih dari 1 juta kali justru tak dipilih masuk dalam program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.</p>
<p>&#8220;Nah, tentunya dengan kondisi ini kami menyayangkan bahwa banyak aplikasi yang terfasilitasi di kuota belajar itu patut dipertanyakan kapastias dan kredibilitasnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sejauh ini belum ada pernyataan dari pengelola aplikasi tersebut terkait tudingan FSGI ini.</p>
<p>Sebelumnya, Kemendikbud telah menyalurkan subsidi kuota internet kepada 9,6 juta orang yang terdiri dari siswa, guru, mahasiswa dan dosen. Kuota internet untuk belajar itu diterima pada penyaluran tahap pertama, 22-24 September 2020.</p>
<p>Kemendikbud akan kembali menyalurkan subsidi kuota tahap kedua pada 28-30 September. Jumlah penerima yang mendapat kuota internet pada tahap dua kemungkinan lebih besar.</p>
<p>Mendikbud Nadiem Makarim telah mengarahkan peserta subsidi yang belum menerima bantuan kuota agar melaporkan diri ke kepala sekolah atau pimpinan perguruan tinggi.</p>
<p>sumber: cnnindonesia.com</p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/fsgi-ragukan-sejumlah-aplikasi-kuota-belajar-kemendikbud/">FSGI Ragukan Sejumlah Aplikasi Kuota Belajar Kemendikbud</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
