<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hewan Archives - SLN70-News</title>
	<atom:link href="https://sln70-news.com/tag/hewan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sln70-news.com/tag/hewan/</link>
	<description>KONEKTIFITAS DINAMIKA INFORMASI</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jul 2020 09:29:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.8</generator>

<image>
	<url>https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2021/01/LOGO-OK-150x105.jpg</url>
	<title>Hewan Archives - SLN70-News</title>
	<link>https://sln70-news.com/tag/hewan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Waspada Flu Babi, Kementan Tingkatkan Pengawasan Lalu Lintas Hewan</title>
		<link>https://sln70-news.com/waspada-flu-babi-kementan-tingkatkan-pengawasan-lalu-lintas-hewan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2020 09:29:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Flu Babi]]></category>
		<category><![CDATA[Hewan]]></category>
		<category><![CDATA[Kementan]]></category>
		<category><![CDATA[Lalu Lintas]]></category>
		<category><![CDATA[Pengawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Tingkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=1146</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, sln70-news.com &#8211; Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) meningkatkan pengawasan di pintu masuk lalu lintas hewan dan produk yang mempunyai potensi <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/waspada-flu-babi-kementan-tingkatkan-pengawasan-lalu-lintas-hewan/" title="Waspada Flu Babi, Kementan Tingkatkan Pengawasan Lalu Lintas Hewan" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/waspada-flu-babi-kementan-tingkatkan-pengawasan-lalu-lintas-hewan/">Waspada Flu Babi, Kementan Tingkatkan Pengawasan Lalu Lintas Hewan</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_1147" aria-describedby="caption-attachment-1147" style="width: 300px" class="wp-caption alignleft"><img decoding="async" class="wp-image-1147 size-medium" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200702_133546-300x147.jpg" alt="" width="300" height="147" srcset="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200702_133546-300x147.jpg 300w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200702_133546-1024x503.jpg 1024w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200702_133546-768x377.jpg 768w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200702_133546.jpg 1052w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-1147" class="wp-caption-text">Flu Babi. Foto : Medcom.id.</figcaption></figure>
<p dir="ltr">JAKARTA, <a href="http://sln70-news.com">sln70-news.com</a> &#8211; Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) meningkatkan pengawasan di pintu masuk lalu lintas hewan dan produk yang mempunyai potensi risiko membawa penyakit.</p>
<p dir="ltr">Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita menjelaskan para petugas karantina meningkatkan pengawasannya sebagai bentuk waspada dan antisipasi terhadap temuan virus baru flu babi (swine flu) G4 EA H1N1 yang dipublikasi oleh ilmuwan Tiongkok baru-baru ini.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Pengawasan sistematis terhadap virus influenza pada babi adalah kunci sebagai peringatan kemungkinan munculnya pandemi influenza berikutnya. Kita akan siapkan rencana kontingensinya juga,&#8221; kata Ketut di Jakarta dikutip dari Antara, Kamis, 2 Juli 2020.</p>
<p dir="ltr">Sebelumnya diberitakan bahwa ada temuan galur baru virus influenza H1N1 pada babi di Tiongkok yang dianggap para ahli mempunyai potensi menulari manusia dan menimbulkan pandemi di masa yang akan datang.</p>
<p dir="ltr">Ketut menjelaskan bahwa pihaknya juga akan terus memperkuat kapasitas deteksi laboratorium kesehatan hewan di Indonesia, serta meminta jejaring laboratorium tersebut untuk melakukan surveilans untuk deteksi dini penyakit dimaksud.</p>
<p dir="ltr">Menurut dia, temuan virus flu babi ini juga sempat membuat masyarakat bingung, karena menganggap flu babi sama dengan demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).</p>
<p dir="ltr">Ketut menegaskan bahwa flu babi dan demam babi Afrika adalah dua penyakit yang berbeda. &#8220;Kasus penyakit pada babi yang ada di Indonesia pada saat ini adalah ASF dan bukan flu babi,&#8221; kata dia.</p>
<p dir="ltr">Ketut memaparkan penyakit flu babi yang dilaporkan oleh ilmuwan Tiongkok adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza H1N1 galur baru dan berpotensi menular dari hewan ke manusia (zoonosis), sedangkan kasus penyakit pada babi yang ada di Indonesia adalah penyakit ASF yang disebabkan oleh virus ASF yang tidak dapat menular ke manusia.</p>
<p dir="ltr">Sejak akhir 2019, kasus ASF dilaporkan di Indonesia tepatnya di Sumatera Utara. Kementan pun terus memantau perkembangan kasusnya, dan berdasarkan data yang ada, tidak pernah ada laporan kejadian ASF pada manusia di seluruh negara tertular.</p>
<p dir="ltr">Ketut memastikan bahwa sejak ASF mulai dilaporkan di Tiongkok pada 2018, Kementan secara konsisten terus melakukan pengendalian dan menyosialisasikan tentang ASF ke provinsi/kabupaten/kota melalui edaran dan juga sosialisasi secara langsung, pelatihan, dan simulasi.</p>
<p dir="ltr">Ketut menjelaskan kasus flu babi khususnya galur baru seperti pada pemberitaan, belum pernah dilaporkan di Indonesia. Ia menegaskan bahwa berbagai langkah kewaspadaan akan terus dilakukan oleh Kementan untuk mengurangi potensi masuk dan menyebarnya flu babi tersebut di Indonesia.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terkait flu babi ini. Pemerintah akan terus memantau dan berupaya agar penyakit ini tidak terjadi di Indonesia,&#8221; kata dia.</p>
<p dir="ltr">sumber: <a href="http://medcom.id">medcom.id</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/waspada-flu-babi-kementan-tingkatkan-pengawasan-lalu-lintas-hewan/">Waspada Flu Babi, Kementan Tingkatkan Pengawasan Lalu Lintas Hewan</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hewan Ternak Mati Misterius di Taput, Pelaku Diduga Keluarga Musang</title>
		<link>https://sln70-news.com/hewan-ternak-mati-misterius-di-taput-pelaku-diduga-keluarga-musang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2020 16:44:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SATWA]]></category>
		<category><![CDATA[Diduga]]></category>
		<category><![CDATA[Hewan]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Mati]]></category>
		<category><![CDATA[Misterius]]></category>
		<category><![CDATA[Musang]]></category>
		<category><![CDATA[Pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Taput]]></category>
		<category><![CDATA[Ternak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=743</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDAN, sln70-news.com &#8211; Hingga saat ini penyebab kematian tiba-tiba puluhan hewan ternak warga di Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborong-borong, Tapanuli Utara belum terungkap. Perburuan yang <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/hewan-ternak-mati-misterius-di-taput-pelaku-diduga-keluarga-musang/" title="Hewan Ternak Mati Misterius di Taput, Pelaku Diduga Keluarga Musang" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/hewan-ternak-mati-misterius-di-taput-pelaku-diduga-keluarga-musang/">Hewan Ternak Mati Misterius di Taput, Pelaku Diduga Keluarga Musang</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignleft wp-image-744 size-medium" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200627_233957-300x174.jpg" alt="" width="300" height="174" srcset="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200627_233957-300x174.jpg 300w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200627_233957-768x445.jpg 768w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200627_233957.jpg 999w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<div align="left">
<p dir="ltr">MEDAN, sln70-news.com &#8211; Hingga saat ini penyebab kematian tiba-tiba puluhan hewan ternak warga di Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborong-borong, Tapanuli Utara belum terungkap.</p>
</div>
<p dir="ltr">
Perburuan yang dilakukan TNI, Polri, masyarakat dan BBKSDA Sumut belum membuahkan hasil. Dugaan sementara, pelakunya adalah hewan yang masih satu keluarga dengan musang atau linsang.</p>
<p dir="ltr">Demikian dikatakan Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Sumut, Teguh Setiawan Kamis (25/6/2020).<br />
Ia mengatakan, dugaan kuat hewan yang dimaksud adalah musang atau linsang berdasarkan pengalaman selama ini mengenai karakter musang seperti itu.</p>
<p dir="ltr">“Dia berburu, hanya digigit di leher lalu ditinggal,” katanya.</p>
<p dir="ltr">Mengenai dugaan darah hewan ternak tersebut diisap, maka harus dibuktikan apakah memang benar ada pengisapan darah.</p>
<p dir="ltr">Pasalnya, jika hewan digigit kemudian mengeluarkan darah, maka bisa saja darahnya kemudian habis.</p>
<p dir="ltr">“Kita duga ini satwa ini masih keluarga musang atau linsang karena punya karakter berburu,” jelasnya.</p>
<p dir="ltr">Apalagi, katanya, dari ciri-ciri yang disampaikan masyarakat, hewan tersebut memiliki warna hitam dan ada loreng putih.</p>
<p dir="ltr">Ia berharap, masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh terhadap adanya isu binatang pengisap darah, misterius, dan lainnya sehingga meresahkan warga.</p>
<p dir="ltr">“Semakin kuat dugaan kita jika itu memang musang atau linsang. Karena di situ habitat satwa liar, kecuali kalau kandang ternak di belakang rumah atau ekstrimnya di tengah kompleks. Boleh kita ada praduga, tapi ini di tengah kebun pasti masih ada banyak satwa liar. Itu yang memperkuat dugaan kita itu hewan liar,” cetusnya.</p>
<p dir="ltr">Orang tua di zaman dulu, katanya, jika memiliki kandang ayam atu itik di kandangkan di kebun, dia sudah menghitung berapa ekor yang harus diiklhaskan untuk dimakan musang.</p>
<p dir="ltr">“Prinsipnya, sebenarnya mereka sudah mengetahui bahwa berapa yang tak usah dihitung lagi, karena memang habitatnya satwa liar,” pungkasnya.</p>
<p dir="ltr">sumber: kabarmedan.com</p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/hewan-ternak-mati-misterius-di-taput-pelaku-diduga-keluarga-musang/">Hewan Ternak Mati Misterius di Taput, Pelaku Diduga Keluarga Musang</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
