<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bakal Archives - SLN70-News</title>
	<atom:link href="https://sln70-news.com/tag/bakal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sln70-news.com/tag/bakal/</link>
	<description>KONEKTIFITAS DINAMIKA INFORMASI</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Jul 2020 08:20:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2021/01/LOGO-OK-150x105.jpg</url>
	<title>Bakal Archives - SLN70-News</title>
	<link>https://sln70-news.com/tag/bakal/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kemendagri Bakal Sanksi Daerah Tak Respons Permintaan Layanan Online</title>
		<link>https://sln70-news.com/kemendagri-bakal-sanksi-daerah-tak-respons-permintaan-layanan-online/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2020 08:20:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bakal]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendagri]]></category>
		<category><![CDATA[Layanan]]></category>
		<category><![CDATA[Online]]></category>
		<category><![CDATA[Permintaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sanksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Respons]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=1651</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; JAKARTA, sln70-news.com &#8211; Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrullah memastikan akan memberikan sanksi kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/kemendagri-bakal-sanksi-daerah-tak-respons-permintaan-layanan-online/" title="Kemendagri Bakal Sanksi Daerah Tak Respons Permintaan Layanan Online" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/kemendagri-bakal-sanksi-daerah-tak-respons-permintaan-layanan-online/">Kemendagri Bakal Sanksi Daerah Tak Respons Permintaan Layanan Online</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<figure id="attachment_1652" aria-describedby="caption-attachment-1652" style="width: 300px" class="wp-caption alignleft"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-1652 size-medium" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200724_150232-300x188.jpg" alt="" width="300" height="188" srcset="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200724_150232-300x188.jpg 300w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200724_150232-1024x641.jpg 1024w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200724_150232-768x481.jpg 768w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200724_150232.jpg 1080w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-1652" class="wp-caption-text">Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrullah memastikan akan memberikan sanksi kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan (Disdukcapil) yang tidak merespons pelayanan online. FOTO/ILUSTRASI/DOK.SINDOnews</figcaption></figure>
<p dir="ltr">JAKARTA, <a href="http://sln70-news.com">sln70-news.com</a> &#8211; Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrullah memastikan akan memberikan sanksi kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan (Disdukcapil) yang tidak merespons pelayanan online. Sanksi yang diberikan mulai dari teguran hingga pencopotan Kepala Disdukcapil.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Saya tegur dan saya minta digantikan kepala dinasnya,&#8221; katanya saat dihubungi, Selasa (22/7/2020).</p>
<p dir="ltr">Zudan Arif menekankan sanksi ini setelah ada temuan beberapa daerah yang tidak merespons permintaan layanan online. Dia mengaku telah menurunkan tim untuk turun ke kabupaten/kota di 34 provinsi. Tim tersebut diminta untuk menyamar sebagai warga yang meminta layanan administrasi kependudukan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kita &#8216;menyamar&#8217; mengurus layanan kartu keluarga, akta lahir, surat pindah, dan KTP-el. Lewat layanan online &#8216;mystery shopper&#8217; mengajukan: Nama saya X mau mencetak KK. Ditanya berapa hari selesai. Ditanya pula kalau hendak mencetak Suket, dicek blankonya masih ada atau tidak. Dan, terakhir mengambilnya di mana,&#8221; ungkapnya.</p>
<p dir="ltr">Observasi di 34 provinsi itu meliputi 170 Disdukcapil yang terdiri atas 131 kabupaten dan 39 kota. Hasilnya sebanyak 86,4% merespons permintaan layanan dalam tempo di bawah 1 jam. &#8220;Kemudian terdapat 3 kabupaten di 3 provinsi 2,9% yang respons-nya di atas 2 jam. Di antaranya Kabupaten Sambas di Kalimantan Barat, Kabupaten Pahuwato di Provinsi Gorontalo, dan Kabupaten Polewali Mandar di Sulawesi Barat,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Namun dia menyebut masih ada 10,7% atau 23 kabupaten yang tidak merespons. Kabupaten-kabupaten tersebut antara lain Kabupaten Rotendau, Kabupaten Saburajua, Kabupaten Malaka, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai Barat.</p>
<p dir="ltr">Lalu Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Mamuju, Kabupaten Kolaka Utara, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mappi, Kabupaten Waropen. Kemudian Kabupaten Nabire, Kabupaten Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Pegaf, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Sorong, Kabupaten Fak Fak, Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo.</p>
<p dir="ltr">&#8221;<br />
&#8220;Hal ini sejalan dengan pemikiran Mendagri Tito Karnavian untuk memberikan reward bagi Dinas Dukcapil yang responsif dan berprestasi serta memberi punishment bagi dinas dukcapil yang berkinerja buruk,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">sumber: <a href="http://sindonews.com">sindonews.com</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/kemendagri-bakal-sanksi-daerah-tak-respons-permintaan-layanan-online/">Kemendagri Bakal Sanksi Daerah Tak Respons Permintaan Layanan Online</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Lengah! Tujuh Jenis Pelat Nomor Ini Bakal Ditilang Polisi di Jalan</title>
		<link>https://sln70-news.com/jangan-lengah-tujuh-jenis-pelat-nomor-ini-bakal-ditilang-polisi-di-jalan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2020 08:16:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HUKUM & KRIMINAL]]></category>
		<category><![CDATA[Bakal]]></category>
		<category><![CDATA[di Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Ditilang]]></category>
		<category><![CDATA[Jangan Lengah]]></category>
		<category><![CDATA[Jenis]]></category>
		<category><![CDATA[Pelat Nomor]]></category>
		<category><![CDATA[Polisi]]></category>
		<category><![CDATA[Tujuh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=1648</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, sln70-news.com &#8211; Harap waspada dengan pelat nomor kendaraan Anda. Jika salah memodifikasi, bisa jadi polisi akan memberhentikan kendaraan Anda saat melaju di jalan. Apalagi, <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/jangan-lengah-tujuh-jenis-pelat-nomor-ini-bakal-ditilang-polisi-di-jalan/" title="Jangan Lengah! Tujuh Jenis Pelat Nomor Ini Bakal Ditilang Polisi di Jalan" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/jangan-lengah-tujuh-jenis-pelat-nomor-ini-bakal-ditilang-polisi-di-jalan/">Jangan Lengah! Tujuh Jenis Pelat Nomor Ini Bakal Ditilang Polisi di Jalan</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_1649" aria-describedby="caption-attachment-1649" style="width: 991px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-1649 size-full" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200724_145719.jpg" alt="" width="991" height="618" srcset="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200724_145719.jpg 991w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200724_145719-300x187.jpg 300w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200724_145719-768x479.jpg 768w" sizes="(max-width: 991px) 100vw, 991px" /><figcaption id="caption-attachment-1649" class="wp-caption-text">ILUSTRASI. Ilustrasi pelat kendaraan. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/kye/18.</figcaption></figure>
<p dir="ltr">JAKARTA, <a href="http://sln70-news.com">sln70-news.com</a> &#8211; Harap waspada dengan pelat nomor kendaraan Anda. Jika salah memodifikasi, bisa jadi polisi akan memberhentikan kendaraan Anda saat melaju di jalan.</p>
<p dir="ltr">Apalagi, pemerintah sudah mengatur soal penggunaan pelat nomor kendaraan baik mobil atau sepeda motor. Bahwa setiap kendaraan di jalan raya harus memakai pelat nomor yang sesuai registrasi dan indentifkasi.</p>
<p dir="ltr">Penggunaan TNKB tercantum dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 68. Jika melanggar, bisa didenda paling banyak Rp <a href="tel:500000">500.000</a> atau kurungan maksimal dua bulan.</p>
<p dir="ltr">Selain mengatur soal penggunaan pelat nomor, diatur juga soal bahwa pelat nomor tidak boleh dimodifikasi atau mengubah bentuk, warna, tulisan, maupun ditempeli stiker atau logo yang tidak resmi.</p>
<p dir="ltr">Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar, mengatakan, pelat nomor kendaraan punya aturan tersendiri. Semuanya merujuk pada spesifikasi teknis yang dikeluarkan Polri.</p>
<p dir="ltr">Setiap pelat nomor yang digunakan harus sesuai ketentuan spesifikasi teknis yang dikeluarkan oleh Polri. Apabila dimodifikasi atau tidak sesuai, itu termasuk pelanggaran lalu lintas,&#8221; kata Fahri kepada <a href="http://Kompas.com">Kompas.com</a>, belum lama ini.</p>
<p dir="ltr">Berikut 7 model pelat nomor kendaraan yang menyalahi aturan:</p>
<p dir="ltr">1. Angka TNKB yang hurufnya diatur/angka diarahkan ke belakang sehingga terbaca nama.</p>
<p dir="ltr">2. TNKB yang hurufnya diubah seperti huruf digital.</p>
<p dir="ltr">3. TNKB yang ditempel stiker/logo/lambang kesatuan/instansi yang terbuat dari plastik/logam/kuningan seolah-olah pejabat (tidak resmi).</p>
<p dir="ltr">4. Huruf dan angka TNKB dicetak miring dan huruf timbul.</p>
<p dir="ltr">5. Ukuran TNKB tidak sesuai standar (terlalu besar atau kekecilan).</p>
<p dir="ltr">6. Menyamarkan warna huruf dan angka TNKB sehingga sulit dibaca.</p>
<p dir="ltr">7. Mengubah warna TNKB atau ditutup mika sehingga mengakibatkan warnanya berubah.</p>
<p dir="ltr">sumber: <a href="http://kompas.com">kompas.com</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/jangan-lengah-tujuh-jenis-pelat-nomor-ini-bakal-ditilang-polisi-di-jalan/">Jangan Lengah! Tujuh Jenis Pelat Nomor Ini Bakal Ditilang Polisi di Jalan</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenkes Atur Tarif Rapid Test Rp150 Ribu, IDI Ingatkan RS Bakal Nombok</title>
		<link>https://sln70-news.com/kemenkes-atur-tarif-rapid-test-rp150-ribu-idi-ingatkan-rs-bakal-nombok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2020 00:45:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Atur]]></category>
		<category><![CDATA[Bakal]]></category>
		<category><![CDATA[IDI]]></category>
		<category><![CDATA[Ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[Nombok]]></category>
		<category><![CDATA[Rapid Test]]></category>
		<category><![CDATA[Rp150 Ribu]]></category>
		<category><![CDATA[RS]]></category>
		<category><![CDATA[Tarif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sln70-news.com/?p=1269</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, sln70-news.com &#8211; Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI nomor HK.02.02/I/2875/2020 mengatur tarif maksimal layanan rapid test mandiri Rp 150.000. Hal ini disebut untuk <a class="read-more" href="https://sln70-news.com/kemenkes-atur-tarif-rapid-test-rp150-ribu-idi-ingatkan-rs-bakal-nombok/" title="Kemenkes Atur Tarif Rapid Test Rp150 Ribu, IDI Ingatkan RS Bakal Nombok" itemprop="url">[... Baca Selengkapnya ...]</a></p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/kemenkes-atur-tarif-rapid-test-rp150-ribu-idi-ingatkan-rs-bakal-nombok/">Kemenkes Atur Tarif Rapid Test Rp150 Ribu, IDI Ingatkan RS Bakal Nombok</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-1270 alignleft" src="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200708_072901-300x207.jpg" alt="" width="300" height="207" srcset="https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200708_072901-300x207.jpg 300w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200708_072901-1024x705.jpg 1024w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200708_072901-768x529.jpg 768w, https://sln70-news.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200708_072901.jpg 1080w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p dir="ltr">JAKARTA, <a href="http://sln70-news.com">sln70-news.com</a> &#8211; Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI nomor HK.02.02/I/<a href="tel:28752020">2875/2020</a> mengatur tarif maksimal layanan rapid test mandiri Rp <a href="tel:150000">150.000</a>. Hal ini disebut untuk mempermudah masyarakat yang membutuhkan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Harga yang bervariasi untuk pemeriksaan rapid test menimbulkan kebingungan di masyarakat. Untuk itu diperlukan peran serta pemerintah dalam masalah pemeriksaan rapid test antibodi agar masyarakat tidak merasa dimanfaatkan untuk mencari keuntungan,&#8221; tulis surat edaran yang diterima detikcom dan ditulis pada Rabu (8/7/2020).<br />
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr Slamet Budiarto, berkomentar bahwa harga Rp <a href="tel:150000">150.000</a> tidak cukup untuk menutup seluruh beban biaya pelayanan. Alasannya karena harga tersebut impas dengan harga alat rapid test, sementara masih ada komponen lain dalam pelayanan, seperti bahan habis pakai atau alat kesehatan, alat pelindung diri (APD), hingga jasa medis.</p>
<p dir="ltr">Ini artinya bila Kemenkes menetapkan tarif maksimal rapid test Rp <a href="tel:150000">150.000</a>, fasilitas kesehatan seperti pihak rumah sakit (RS) yang harus menutupi kekurangan biaya untuk komponen lainnya. Hal ini disebut dr Slamet berpotensi mengacaukan pelayanan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Harusnya yang dilakukan oleh Kemenkes adalah mengatur harga maksimal (alat -red) rapid testnya, bukan tarif pelayanan. Sekarang harga dasar rapid test Rp <a href="tel:150200">150-200</a> ribu tergantung dari buatan mana. Ada buatan China, Eropa, Korea, Amerika,&#8221; kata dr Slamet pada detikcom, Rabu (8/7/2020).</p>
<p dir="ltr">&#8220;Ada sebagian kecil oknum RS yang membuat tarif mahal, tapi sebagian besar RS tarifnya rasional,&#8221; lanjutnya.</p>
<p dir="ltr">dr Slamet menyebut sebaiknya rapid test memang tidak usah digunakan sebagai syarat wajib untuk misalnya bepergian dalam negeri, cukup surat keterangan sehat tidak memiliki gejala penyakit. Karena hal ini salah satu yang membuat rapid test kerap dituduh jadi dibisniskan.</p>
<p dir="ltr">sumber: <a href="http://detik.com">detik.com</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://sln70-news.com/kemenkes-atur-tarif-rapid-test-rp150-ribu-idi-ingatkan-rs-bakal-nombok/">Kemenkes Atur Tarif Rapid Test Rp150 Ribu, IDI Ingatkan RS Bakal Nombok</a> appeared first on <a href="https://sln70-news.com">SLN70-News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
