oleh

Merasa Tertipu, Korban Arisan Online Ancam Lapor ke Polisi

-KRIMINAL-18 views
Korban, Lia (kiri) akan melaporkan owner arisan Lidia berinisial NME (kanan) ke polisi/sln70-news.com

 

MEDAN, sln70-news.com – Korban penipuan arisan online kembali muncul, kini korban mengalami kerugian senilai Rp85 juta, setelah mengikuti “Arisan Lidia”.

Salah seorang korban, Lia (26), Warga Jalan MA Selatan, Kota Medan ini mengungkapkan, owner arisan tersebut berinisial NME seorang karyawan swasta.

“Awalnya aku gabung di bulan Februari 2020. Kenalnya karena aku juga punya arisan online juga. Baik-baik saja awalnya, karena memang bertanggung jawab,” tuturnya saat ditanyai, Selasa (20/10/2020).

Kata Lia, mengetahui arisan tersebut melalui rekannya seorang yang juga menjadi member di group tersebut.

“Saya sama NME (Ownernya) memang tidak kenal secara personal, cuma melalui sosial media. Kenalnya pun karena kawan saya berada di dalam group yang dibuat mereka itu,” katanya.

Dalam praktiknya, pelaku menawarkan penghasilan yang cukup menggiurkan, hingga akhirnya Lia masuk dalam lingkaran bisnis penipuan yang berkedok arisan online ini.

BACA JUGA:  Jual 2 Ons Sabu ke Polisi, Abdul Rojal Diciduk Reskrim Medan Area

“Saya main di bulan Februari, awalnya masih lancar-lancar saja. Saya lima kali transaksi. Untuk kloter gate Rp20 juta per 20 hari dan per 10 hari narik Rp8 juta, saya investasikan Rp250 ribu ditransfer ke rekening BCA milik NME,” ucap Lia lagi.

Menurut dia, pada tanggal 13 Oktober sudah tidak bisa menghubungi NME melalui telepon seluler, dan di sosmed akunnya tidak aktif lagi.

“Di group mulai heboh, jadi member lain memutuskan untuk mendatangi kediamannya di Perumnas Taman KW. Damai Blok-11, Kwala Begumit, Binjai ternyata rumah mertuanya. Member lain juga sudah ngomong dengan mertuanya, namun tidak ada titik terang juga,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Zuraida Hanum Pembunuh Hakim Jamaluddin Divonis Mati

Sedangkan dalam arisan “Duos” tersebut, Lia yang menyetorkan uangnya ke rekening NME, akan mendapatkan uang dengan nominal dua kali lipat dengan modus perjanjian awal setor uang arisan Rp1 juta, akan dapat uang arisan Rp2 juta. Tapi setelah beberapa minggu, kesepakatan arisan itu tidak pernah ditepati.

“NME menawarinya by phone, setelah itu melalui list dengan menawarkan putaran lebih cepat.Sistem arisan dibuka setiap satu minggu sekali. Namun, sejak Juli 2020, uang arisan belum juga diterima sesuai yang dijanjikan. Kalau saya pribadi, uang saya lenyap Rp85 juta,” ucapnya lagi.

Dia berharap, NME beritikad baik mengembalikan uang korban. Apabila tak ada niat untuk mengembalikan uang tersebut, akan melaporkannya ke pihak kepolisian. (adl)