oleh

Kerusuhan di Madina Karena Minta Jatah BLT 30 Persen, Aktor Utama ‘RS’ Diburu

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin dalam keterangan persnya di Mapolda Sumut, Rabu (8/7/2020). hrs/sln70-news.com

MEDAN, sln70-news.com – Ditreskrimum Polda Sumut dan Polres Madina ungkap demo yang berakhir rusuh di Desa Mompang Julu, Kec Panyabungan Utara, Kab Mandailing Natal (Madina), pada 29 Juni 2020 lalu itu. Dipicu lantaran para pelaku kerusuhan minta jatah 30 persen dana BLT.

Hasil dari penyelidikan, polisi amankan 21 orang yang diyakini terlibat dalam aksi yang dilatarbelakangi protes warga atas pembagian bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga terdampak Covid-19 oleh Kades Mompang Julu, Hendri Hasibuan.

“Polda Sumut bersama Polres Madina telah berhasil mengamankan dan menindak para pelaku pengrusakan. Penyelidikan 21 orang diamankan, 1 orang tidak terbukti, dan 2 orang dibawah umur,” ungkap Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin dalam keterangan persnya di Mapolda Sumut, Rabu (8/7/2020).

Ada pun para tersangka, A alias Awal (25) dan seorang ibu rumah tangga, TA (22), keduanya provokator massa. Lainnya, A aliss Suchdi (37) ; MPN (25) ; MAH (20) ; R alias Amat (20) ; ERN (40) ; AS (20). Kemudian, AN (20) ; EM alias Rizal (29) ; MAN alias Lobe (37) ; AHL alias Hakim (53) ; MHL (18) ; AN (19) ; KAN alias Aziz (18). Lalu, MFH Alias Farhan (22) ; M (25) ; MAL alias Ipin alias bandit (42) ; IA (16) dan RN alias Amak (17).

BACA JUGA:  Anggota DPRD Sumut Minta Status Warga yang Alami Gangguan Jiwa Dibuatkan NIK

Didampingi, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dr Dadang Hartanto SH, SIK, MSi, Dir Krimum Kombes Pol Irwan Anwar, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja dan pejabat utama Polda Sumut lainnya, Martuani menjelaskan, aksi ini terungkap jika para tersangka memeras Kades Mumpang Julu dengan meminta 30 persen dana BLT. Karena tuntutan tak dipenuhi, para tersangka pun memprovokasi warga lain untuk melakukan aksi demo.

Aksi tersebut berakhir anarkis, berujung pada pemblokiran akses jalinsum hingga pembakaran terhadap sejumlah mobil, termasuk mobil dinas Wakapolres Madina. Juga akibatkan 6 personel kepolisian terluka.

“Mereka yang ditangkap ini memiliki peran masing-masing. Terdiri dari orator, penggerak massa, provokator, dan aktor intelektual. Tak hanya itu, ada beberapa yang diamankan bukan warga asli Desa Mumpang Julu,” sebut Martuani.

BACA JUGA:  6 Polisi Luka-luka Saat Amankan Demo Ricuh di Madina

Mantan Kapolda Papua itu menegaskan, pihaknya masih memburu satu tersangka lainnya, yang merupakan dalang dibalik kerusuhan ini. Dirinya pun mengingatkan agar dalang tersebut menyerahkan diri.

“Tinggal satu tersangka RS aktor utama. Saya yakin kami bisa tangkap dia. Saya berharap yang bersangkutan agar segera menyerahkan diri,” tegasnya.

Dari peristiwa itu, polisi amankan mobil Wakapolres dan mobil warga dengan Nopol BB 1878 LR, juga sepeda motor matic. Semua kendaraan tersebut dalam keadaan hangus terbakar. Juga sejumlah batu yang di gunakan untuk melempari petugas saat lakukan pengamanan. Penyidik menjerat para tersangka dengan pasal 187 KUHPidana dan atau pasal 192 KUHPidana dan atau pasal 214 ayat (1), (2) ke -1e) KUHPidana dan atau pasal 170 KUHPidana dan atau pasal 160 KUHPidana. (hrs)