oleh

Direfocusing, Revitalisasi Gedung SMA 1 Medan Hanya Rp5,3 Miliar

Direfocusing, Revitalisasi Gedung SMA 1 Medan Hanya Rp5,3 Miliar/ istimewa

MEDAN, sln70-news.com – Peresmian revitalisasi Gedung Sekolah SMA Negeri (SMAN) 1 Medan jalan Cik Ditiro Medan dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi pada Rabu, (20/1/2021).

Usai penandatanganan prasasti, Edy Rahmayadi langsung berkeliling meninjau gedung yang baru saja selesai direvitalisasi tersebut.

“Sebenarnya gedung sekolah yang direncanakan untuk direvitalisasi itu ada 5 sekolah yakni SMAN 1 Medan, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 5. Namun karena covid-19 jadi anggarannya direfocusing, dan harusnya tahap awal buat SMAN 1 ini Rp 15 Milyar namun yang hanya bisa digunakan Rp 5,3 Milyar sehingga banyak yang harus kita lakukan menjadi terhenti” kata Edy Rahmayadi kepada media.

BACA JUGA:  Akhyar Optimis Pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang Selesai Desember 2020

Setelah melihat hasil revitalisasi itu, Edy mengaku tidak puas terutama ruang guru, toilet dan sejumlah bangunan lainnya.

“Sangat tidak puas saya, harusnya ruang guru itu bisa dibuat lebih nyaman, gunanya agar pikiran guru lebih fresh dalam menjalankan tugasnya, begitu juga dengan toilet, harusnya bisa dibuat seperti toilet hotel jadi anak didik itu bisa lebih nyaman di sekolah ini,” katanya.

Namun, kendatipun begitu, ia mengharapkan SMAN 1 Medan tidak hanya sebagai tempat menimba ilmu namun juga dapat menjadikan anak didik berbudi pekerti dan berakhlak mulia.”jika sekolah ini baik, 50 persen membuat anak itu lebih nyaman belajar,” katanya.

BACA JUGA:  Bedah Rumah Nek Sarifah, Menangis Terisak, "Terima Kasih, Pak Walikota"

Sementara itu, Wakil Kepala SMAN 1 Medan, Sudirman Sormin mengatakan gedung yang direvitalisasi itu Yaitu lobi, aula, ruang kelas seperti jendela , pintu, plafon dan lantainya.

“Karena keterbatasan dana belum semua bisa kita revitalisasi, namun inipun sudah sangat luar biasa, kita mengucapkan terimakasih kepada gubernur sehingga sekolah ini lebih baik dari sebelumnya,” ucapnya.

Sementara itu, proses belajar dan mengajar masih daring atau belum memberlakukan belajar tatap muka sesuai ketentuan pemerintah. Namun, para guru tetap mengawasi siswa secara daring dari sekolah. (adl)