oleh

Danau Toba Aman Dikunjungi di Masa Pendemi Covid-19

-TRAVEL-5 views
Danau Toba mulai dikunjungi kembali wisatawan. (karmawan silaban)

HUMBAHAS, sln70-news.com – Sektor pariwisata babak belur dihantam pandemi Covid-19. Kunjungan wisatawan anjlok. Objek wisata ditutup untuk memutus rantau penyebaran virus corona. Di saat pemberlakuan new normal, tingkat kunjungan wisatawan belum pulih, termasuk di kawasan Danau Toba.

Agar sektor pariwisata, khususnya di kawasan Danau Toba pulih, makan masyarakat harus berpikiran holistik.

“Masyarakat berpikir holistik, tidak terpengaruh dengan pikiran orang lain,atau mempengaruhi orang lain yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan,” kata Ketua Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Sumut, Robert Sibarani kepada medanbisnisdaily.com melalui ponselnya, Senin (28/9/2020).

Robert mengatakan, kawasan Danau Toba sebenarnya berada pada posisi aman. Namun karena ditakut-takuti oleh masyarakat, akhirnya orang tidak datang lagi. Artinya, bukan masyarakat di pinggiran d Danau Toba yang sakit, mengapa harus takut berlebihan.

BACA JUGA:  Hujan Buatan Sukses Isi Air Danau Toba, Selamatkan 2 PLTA

Menurutnya, untuk memulihkan geliat ekonomi pariwisata di kawasan Danau Toba, maka dilakukan melalui pendekatan budaya

“Jangan menggunakan logika berpikir kita. Tetapi perlu melakukan protokoler kesehatan. Jangan menganggap kawasan Danau Toba sangat menakutkan, sebab corona tidak ada di Danau Toba. Silahkan saja mandi sepuasnya,” sebutnya.

Ia mengatakan, Danau Toba sudah dikenal oleh masyarakat dunia. Dan fakta di lapangan, Danau Toba aman untuk dikunjungi. Tidak ada laporan bahwa wisatawan tertular virus corona usai melakukan perjalanan ke kawasan Danau Toba.

BACA JUGA:  Kehadiran Kampung Milleniun Agro Bisa Menjadi Destinasi Baru Warga

“Masyarakat di pinggiran Danau Toba memperlakukan pengunjung dengan baik. Tetapi kondisi itu dipengaruhi oleh pikiran orang, disebut tidak ramah, padahal tidak sesuai dengan yang dia lihat dan dengar,” sebut Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara itu.

Kata Robert, masyarakat dalam menyampaikan informasi mengenai pariwisata kawasan Danau Toba itu secara holistik.

“Semua kelompok turut memberikan pelayanan dengan baik, tidak menakut-nakuti orang mau datang ke Danau Toba dan jurnalis diharapkan mengawal informasi dengan positif,” Ungkap guru besar itu.

sumber: medanbisnisdaily.com