oleh

Bertentangan dengan Program Kapolri, Penebangan 19 Pohon Penghijauan di Jalan Cut Mutia Harus Diusut

Praktisi Lingkungan, Heri Rizaldi

MEDAN, sln70-news.com – Penebangan 19 pohon penghijauan
di Jln Cut Mutia, Kec Medan Polonia,  persisnya di depan restoran Mutia Garden pada proyek peremajaan revitalisasi penataan pohon di Kota Medan telah menyalahi aturan hukum.
Aparatur Penegak hukum harus segera mengusutnya.

“Saya pikir itu salah dan melanggar Undang-Undang Nomor.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” kata Praktisi Lingkungan, Heri Rizaldi kepada sln70-news.com, Kamis (16/7).

Peraturan tersebut mengatur tentang upaya sistematis dan terpadu, yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup, dan mencegah terjadinya kerusakan lingkungan hidup.

“Jika tujuannya untuk mengantisipasi musim hujan agar tidak terjadi musibah, semestinya yang ditebang adalah ranting-ranting yang sudah rapuh. Bukan keseluruhan pohon,” ungkapnya lagi.

Selain itu, soal izin dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan dalam menggunakan aset negara, untuk melakukan pembongkaran kontruksi beton trotoar menjadi pertanyaan. Sebab di lapangan telah terjadi kerusakan.

“Apakah sudah ada izinya menggunakan aset negara? Kalau tidak ada, itu merupakan perbuatan pidana. Segera tangkap pelaku pengrusakan lingkungan dan aset negara, karena barang bukti sudah terungkap di lapangan,” ucap mantan Ketua umum Hutan Tanaman Industri Sumut itu.

BACA JUGA:  Ustaz Abdul Somad Dituding ISIS hingga Dicekal di Eropa

Kemudian, lanjut Heri, penebangan 19 pohon penghijauan yang terdiri dari delapan pohon palem, empat pohon angsana, tiga pohon mahoni, tiga pohon tanjung, dan satu pohon saga bertentangan dengan program Kapolri Jenderal Pol Drs Idham Azis Msi sebagai program nasional bertajuk  “Gerakan Satu Juta Pohon, Polri Peduli Lingkungan”.

“Program tersebut salah satu langkah Polri, untuk reboisasi dan mengantisipasi banjir serta bencana,” cetusnya.

Ditambahkannya, penebangan pohon di kawasan Jalan Cut Mutia, Medan itu apakah akan ditanam lagi sesuai perbandingan 1 banding 10. “Satu ditebang, 10 akan ditanam lagi di kawasan tersebut. Hal ini diatur dalam Perda Nomor 06 Tahun 1999,” ungkapnya.

Sayangnya, konfirmasi ke Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Meda, Irwan Ritonga terhadap program Pemko Medan melakukan peremajaan revitalisasi penataan pohon di Kota Medan, apa memang sudah dianggarkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan ke APBD Kota Medan. Tidak mendapat jawaban dari pesan WhatsApp yang disampaikan M24.

BACA JUGA:  Kalau Jadi, Ini Dia Rupiah Baru Redenominasi Rp1000 Jadi Rp1

Seperti diketahui, dalam surat pengajuan surat tertanggal 5 Maret 2020 tersebut memohon peremajaan pohon yang ditanda tangani atas nama Bambang Astomo selaku General Affair PT Mugen Development.

Pelaksana direksi PT Mugen, Steven mengatakan keputusan penebangan pohon sudah berdasarkan pendapat beberapa konsultan, yang mengarahkan perlunya revitalisasi terhadap sejumlah pohon yang banyak berdiri didepan restorannya.

“Setelah diskusi kami putuskan revitalisasi pohon-pohon itu, sampai pada pembayaran retribusi izin penebangan pohon Rp4.500.000 untuk eksekusi 19 pohon dari 21 pohon Yang direncanakan dengan syarat mau menanam kembali, skrg proses pengorekan lubang utk pohon baru,” jelas Steven, baru-baru ini pada saat RDP bersama anggota DPRD Medan. (adl)